Javascript must be enabled to continue!
Masyarakat madani (civil society) dalam perspektif Buddhisme
View through CrossRef
Di Indonesia membutuhkan tumbuh dan berkembangnya masyarakat madani (civil society), akan tetapi hingga saat ini pembentukan masyarakat madani di Indonesia masih kurang optimal. Berkenaan dengan hal tersebut dalam ajarannya Buddha mengajarkan mengenai hiri dan ottapa sebagai landasan diri dalam menumbuhkan karakteristik sadar hukum, oleh karena itu peneliti merasa tertarik dengan hal tersebut sehingga peneliti ingin melakukan kajian mengenai masyarakat madani (civil society) dalam perspektif Buddhisme. Untuk melakukan kajian ini peneliti menggunakan metode library research atau kajian kepustakaan yaitu dengan mengumpulkan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian, dengan demikian peneliti akan mengkaji Tipitaka secara mendalam yang berkaitan dengan masyarakat madani (civil society) melalui sumber primer dari Tipitaka pali dan sekunder yang berasal dari pendapat maupun pembahasan penulis lain. Hasil dari penelitian ini yaitu dalam pembentukan masyarakat madani (civil society) dalam persepektif Buddhisme membutuhkan pemenuhan terhadap kriteria merujuk pada 7 (tujuh) prinsip suku Vajji, hiri, dan ottapa yang ditunjang dengan pemenuhan prasyarat dalam membentuk masyarakat yang madani. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa masyarakat yang madani dalam persepektif Buddhisme adalah masyarakat beradab yang mumpuni dalam perkembangan ilmu pengetahuan, merealisasi hiri dan ottapa, serta memenuhi syarat-syarat pembentukan masyarakat yang madani (civil society).
Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang Banten
Title: Masyarakat madani (civil society) dalam perspektif Buddhisme
Description:
Di Indonesia membutuhkan tumbuh dan berkembangnya masyarakat madani (civil society), akan tetapi hingga saat ini pembentukan masyarakat madani di Indonesia masih kurang optimal.
Berkenaan dengan hal tersebut dalam ajarannya Buddha mengajarkan mengenai hiri dan ottapa sebagai landasan diri dalam menumbuhkan karakteristik sadar hukum, oleh karena itu peneliti merasa tertarik dengan hal tersebut sehingga peneliti ingin melakukan kajian mengenai masyarakat madani (civil society) dalam perspektif Buddhisme.
Untuk melakukan kajian ini peneliti menggunakan metode library research atau kajian kepustakaan yaitu dengan mengumpulkan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian, dengan demikian peneliti akan mengkaji Tipitaka secara mendalam yang berkaitan dengan masyarakat madani (civil society) melalui sumber primer dari Tipitaka pali dan sekunder yang berasal dari pendapat maupun pembahasan penulis lain.
 Hasil dari penelitian ini yaitu dalam pembentukan masyarakat madani (civil society) dalam persepektif Buddhisme membutuhkan pemenuhan terhadap kriteria merujuk pada 7 (tujuh) prinsip suku Vajji, hiri, dan ottapa yang ditunjang dengan pemenuhan prasyarat dalam membentuk masyarakat yang madani.
 Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa masyarakat yang madani dalam persepektif Buddhisme adalah masyarakat beradab yang mumpuni dalam perkembangan ilmu pengetahuan, merealisasi hiri dan ottapa, serta memenuhi syarat-syarat pembentukan masyarakat yang madani (civil society).
Related Results
ETIKA SOSIAL BUDDHISME DALAM KITAB SUTTA PITAKA (Kajian Filsafat)
ETIKA SOSIAL BUDDHISME DALAM KITAB SUTTA PITAKA (Kajian Filsafat)
Etika dan moralitas yang dimiliki manusia sudah mengalami kemerosotan. Kemerosotan ini dapat dilihat dari maraknya kasus-kasus kejahatan dan konflik yang terjadi dalam lingkungan s...
Menumbuhkan Sikap Menerima Perbedaan Agama dalam Perspektif Buddhisme
Menumbuhkan Sikap Menerima Perbedaan Agama dalam Perspektif Buddhisme
Buddhisme yang menjadi salah satu bagian dari agama-agama besar yang telah berkembang di dunia memiliki tantangan tersendiri dalam menjawab tantangan keberagaman agama. Keanekaraga...
Studi Penerapan PSAK 102 dalam Pembiayaan Murabahah di BPRS Metro Madani Kota Metro
Studi Penerapan PSAK 102 dalam Pembiayaan Murabahah di BPRS Metro Madani Kota Metro
BPRS Metro Madani merupakan salah satu perbankan syariah yang menyediakan fasilitas pembiayaan murabahah kepada nasabah. Fasilitas pembiayaan murabahah yang disediakan oleh BPRS Me...
Pendayagunaan Dana Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Melalui Pemberdayaan Program Layanan Kesehatan: Studi Kasus Padalembaga Kesehatan Madani Rumah Sehat Madani Yayasan Dompet Sosial Madani Provinsi Bali
Pendayagunaan Dana Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Melalui Pemberdayaan Program Layanan Kesehatan: Studi Kasus Padalembaga Kesehatan Madani Rumah Sehat Madani Yayasan Dompet Sosial Madani Provinsi Bali
The use of Zakat, Infaq and Sadaqah (ZIS) through the Madani Social Wallet in Bali plays a strategic role in alleviating poverty, increasing social welfare and building a sustainab...
Revitalisasi Peran Pendidikan Islam Sebagai Sarana Terciptanya Masyarakat Madani
Revitalisasi Peran Pendidikan Islam Sebagai Sarana Terciptanya Masyarakat Madani
Masyarakat Madani merupakan suatu bentuk masyarakat toleran serta terikat pada nilai-nilai agama dan hukum yang berlaku, hidup damai, serta memiliki kesadaran untuk melakukan pemba...
Manusia Teknologi yang Humanis dan Religius: Perspektif Buddhisme
Manusia Teknologi yang Humanis dan Religius: Perspektif Buddhisme
Buddhisme yang selaras dengan ilmu pengetahuan, tentu memiliki perspektif tersendiri dalam memanfaatkan teknologi yang sudah berkembang saat ini. Sejauh ini belum ada pertentangan ...
IHSAN PEMANGKIN KEHARMONIAN MASYARAKAT MAJMUK DALAM MEMBINA NEGARA MADANI
IHSAN PEMANGKIN KEHARMONIAN MASYARAKAT MAJMUK DALAM MEMBINA NEGARA MADANI
Gagasan Malaysia MADANI yang diperkenalkan oleh kerajaan menumpukan kepada keharmonian antara masyarakat berbilang agama dan kaum di Malaysia. Hubungan antara masyarakat yang berbe...
Governance Through Civil Society
Governance Through Civil Society
In recent years, there has been a growing interest in the role of civil society in public governance, defined as the process of steering society and the economy through collective ...

