Javascript must be enabled to continue!
ETIKA SOSIAL BUDDHISME DALAM KITAB SUTTA PITAKA (Kajian Filsafat)
View through CrossRef
Etika dan moralitas yang dimiliki manusia sudah mengalami kemerosotan. Kemerosotan ini dapat dilihat dari maraknya kasus-kasus kejahatan dan konflik yang terjadi dalam lingkungan sosial masyarakat. Oleh karena itu manusia membutuhkan agama sebagai aspek yang menuntun manusia dalam bertingkah laku. Semua agama sesungguhnya mengajarkan kebenaran, termasuk pula Buddhisme. Ajaran dalam Buddhisme didominasi oleh etika, yang secara garis besar dimuat dalam Kitab Sutta Pitaka. Dalam penelitian ini terdapat tiga rumusan masalah, antara lain: (1) Apa inti ajaran Buddhisme dalam Kitab Sutta Pitaka? (2) Bagaimana etika sosial Buddhisme dalam Kitab Sutta Pitaka? (3) Apa makna Filsafat Buddhisme dalam Kitab Sutta Pitaka? Penelitian ini menggunakan tiga teori yaitu, teori hermeneutika, teori etika, dan teori nilai. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Kemudian disajikan menggunakan teknik penyajian hasil analisis data secara informal. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Ajaran Buddhisme dalam Kitab Sutta Pitaka secara garis besar dapat dipahami melalui ajaran Tiratana, Dukkha, dan Kamma, yang pada intinya ajaran ini menekankan pada etika. (2) Apabila dilihat dari aspek etika sosial, etika Buddhisme dapat digolongkan menjadi tiga bagian yaitu, etika teologis, etika pengembangan diri, dan etika keutamaan. (3) Makna Filsafat Tiratana, Dukkha, Kamma, Sila, ajaran meditasi, dan jalan mulia berunsur delapan senantiasa berfungsi sebagai penuntun manusia agar terbebas dari penderitaan untuk mencapai Nibbana.
Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar
Title: ETIKA SOSIAL BUDDHISME DALAM KITAB SUTTA PITAKA (Kajian Filsafat)
Description:
Etika dan moralitas yang dimiliki manusia sudah mengalami kemerosotan.
Kemerosotan ini dapat dilihat dari maraknya kasus-kasus kejahatan dan konflik yang terjadi dalam lingkungan sosial masyarakat.
Oleh karena itu manusia membutuhkan agama sebagai aspek yang menuntun manusia dalam bertingkah laku.
Semua agama sesungguhnya mengajarkan kebenaran, termasuk pula Buddhisme.
Ajaran dalam Buddhisme didominasi oleh etika, yang secara garis besar dimuat dalam Kitab Sutta Pitaka.
Dalam penelitian ini terdapat tiga rumusan masalah, antara lain: (1) Apa inti ajaran Buddhisme dalam Kitab Sutta Pitaka? (2) Bagaimana etika sosial Buddhisme dalam Kitab Sutta Pitaka? (3) Apa makna Filsafat Buddhisme dalam Kitab Sutta Pitaka? Penelitian ini menggunakan tiga teori yaitu, teori hermeneutika, teori etika, dan teori nilai.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif.
Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan.
Kemudian disajikan menggunakan teknik penyajian hasil analisis data secara informal.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Ajaran Buddhisme dalam Kitab Sutta Pitaka secara garis besar dapat dipahami melalui ajaran Tiratana, Dukkha, dan Kamma, yang pada intinya ajaran ini menekankan pada etika.
(2) Apabila dilihat dari aspek etika sosial, etika Buddhisme dapat digolongkan menjadi tiga bagian yaitu, etika teologis, etika pengembangan diri, dan etika keutamaan.
(3) Makna Filsafat Tiratana, Dukkha, Kamma, Sila, ajaran meditasi, dan jalan mulia berunsur delapan senantiasa berfungsi sebagai penuntun manusia agar terbebas dari penderitaan untuk mencapai Nibbana.
Related Results
FILSAFAT HUKUM MENEMUKAN KETERATURAN HUKUM
FILSAFAT HUKUM MENEMUKAN KETERATURAN HUKUM
Filsafat hukum adalah filsafat yang akan kita bahas dalam pembahasan kali ini, bukan filsafat yang lain entah itu filsafat agama, filsafat pengetahuan ataupun filsafat etika. Filsa...
MENELAAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI FILSAFAT KHUSUS
MENELAAH FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI FILSAFAT KHUSUS
Filsafat adalah usaha manusia yang mempelajari hakikat melalui akal budi manusia dengan menggunakan akal budi untuk memahami dan menjawab semua pertanyaan yang berkaitan dengan tra...
Pengantar Redaksi
Pengantar Redaksi
Jurnal Filsafat Volume 30 No. 1 Februari 2020 ini menghadirkan enam artikel dengan cakupan tema yang cukup beragama dari post-truth, ke isu lingkungan dan hak hewan hingga perdebat...
PENETAPAN KANON KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA DALAM GEREJA KATOLIK
PENETAPAN KANON KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA DALAM GEREJA KATOLIK
Penetapan Kanon Kitab Suci Perjanjian Lama dalam Gereja Katolik merupakan sebuah proses panjang dan kompleks yang bertujuan untuk menentukan kitab-kitab mana yang secara sah diakui...
TEORI-TEORI ETIKA DAN SUMBANGAN PEMIKIRAN PARA FILSUF BAGI ETIKA BISNIS
TEORI-TEORI ETIKA DAN SUMBANGAN PEMIKIRAN PARA FILSUF BAGI ETIKA BISNIS
Sebagai ilmu preskriptif, etika adalah cabang filsafat yang mempertimbangakan secara kritis tindakan mana yang baik atau tindakan mana yang buruk berdasarkan ajaran moral tertentu....
ETIKA AJARAN AGAMA BUDDHA UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA DALAM KEBERSAMAAN
ETIKA AJARAN AGAMA BUDDHA UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA DALAM KEBERSAMAAN
Penelitian ini mengkaji etika ajaran agama Buddha untuk membangun bangsa dan negara dalam kebersamaan. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan menggali data dari ber...
Menumbuhkan Sikap Menerima Perbedaan Agama dalam Perspektif Buddhisme
Menumbuhkan Sikap Menerima Perbedaan Agama dalam Perspektif Buddhisme
Buddhisme yang menjadi salah satu bagian dari agama-agama besar yang telah berkembang di dunia memiliki tantangan tersendiri dalam menjawab tantangan keberagaman agama. Keanekaraga...
ANALISIS KITAB RUJUKAN HADIS YANG DIGUNAKAN DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM OLEH SHAYKH AL-ZARNUJI
ANALISIS KITAB RUJUKAN HADIS YANG DIGUNAKAN DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM OLEH SHAYKH AL-ZARNUJI
<p class="06IsiAbstrak">Kitab <em>Ta’lim al-Muta’alim</em> yang dikarang oleh shaykh al-Zarnuji merupakan kitab klasik yang berisikan adab atau etika belajar dan ...

