Javascript must be enabled to continue!
Komunikasi Anak Pasca Perceraian
View through CrossRef
Abstract. This study examines the management of interpersonal communication in children within the context of families undergoing divorce, driven by the increasing divorce rates in Indonesia and their significant psychological impact on children. The primary focus of the study is to understand the communication patterns formed between children and parents post-divorce, as well as how openness and communication quality influence children's psychological well-being and adjustment processes. The research aims to analyze the causes of disrupted emotional bonds, the child’s adjustment process, the meaning behind relational changes, and the reasons for changes in communication habits after divorce. A qualitative descriptive method with a case study approach was employed. The findings reveal that divorce alters the meaning of relationships and the emotional security of children, often hindering interpersonal communication with parents, forcing children to seek support outside the nuclear family, and leading to role shifts and dynamic changes within the family. This research is to provide insights into the dynamics of post-divorce family communication and highlight the importance of effective communication in supporting the psychological development and wellbeing of children.
Abstrak. Penelitian ini mengkaji pengelolaan komunikasi interpersonal pada anak dalam konteks keluarga yang mengalami perceraian, dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus perceraian di Indonesia dan dampaknya yang signifikan terhadap kondisi psikologis anak. Fokus utama studi ini adalah memahami pola komunikasi yang terbentuk antara anak dan orang tua pasca-perceraian, serta bagaimana keterbukaan dan kualitas komunikasi memengaruhi kondisi psikologis dan penyesuaian diri anak. Dengan tujuan menganalisis penyebab terganggunya hubungan emosional, proses penyesuaian diri anak, makna perubahan relasi, serta alasan di balik perubahan kebiasaan komunikasi setelah perceraian, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian mengubah makna relasi dan keamanan emosional anak, seringkali menghambat komunikasi interpersonal dengan orang tua, memaksa anak mencari dukungan di luar keluarga inti, serta menyebabkan pergeseran peran dan dinamika relasi dalam keluarga. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai dinamika komunikasi dalam keluarga pasca-perceraian dan pentingnya komunikasi yang efektif dalam mendukung perkembangan dan kesejahteraan psikologis anak.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Komunikasi Anak Pasca Perceraian
Description:
Abstract.
This study examines the management of interpersonal communication in children within the context of families undergoing divorce, driven by the increasing divorce rates in Indonesia and their significant psychological impact on children.
The primary focus of the study is to understand the communication patterns formed between children and parents post-divorce, as well as how openness and communication quality influence children's psychological well-being and adjustment processes.
The research aims to analyze the causes of disrupted emotional bonds, the child’s adjustment process, the meaning behind relational changes, and the reasons for changes in communication habits after divorce.
A qualitative descriptive method with a case study approach was employed.
The findings reveal that divorce alters the meaning of relationships and the emotional security of children, often hindering interpersonal communication with parents, forcing children to seek support outside the nuclear family, and leading to role shifts and dynamic changes within the family.
This research is to provide insights into the dynamics of post-divorce family communication and highlight the importance of effective communication in supporting the psychological development and wellbeing of children.
Abstrak.
Penelitian ini mengkaji pengelolaan komunikasi interpersonal pada anak dalam konteks keluarga yang mengalami perceraian, dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus perceraian di Indonesia dan dampaknya yang signifikan terhadap kondisi psikologis anak.
Fokus utama studi ini adalah memahami pola komunikasi yang terbentuk antara anak dan orang tua pasca-perceraian, serta bagaimana keterbukaan dan kualitas komunikasi memengaruhi kondisi psikologis dan penyesuaian diri anak.
Dengan tujuan menganalisis penyebab terganggunya hubungan emosional, proses penyesuaian diri anak, makna perubahan relasi, serta alasan di balik perubahan kebiasaan komunikasi setelah perceraian, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian mengubah makna relasi dan keamanan emosional anak, seringkali menghambat komunikasi interpersonal dengan orang tua, memaksa anak mencari dukungan di luar keluarga inti, serta menyebabkan pergeseran peran dan dinamika relasi dalam keluarga.
Penelitian ini memberikan wawasan mengenai dinamika komunikasi dalam keluarga pasca-perceraian dan pentingnya komunikasi yang efektif dalam mendukung perkembangan dan kesejahteraan psikologis anak.
.
Related Results
Pemenuhan Hak-hak Anak Pasca Perceraian Orang Tua di Kecamatan Cikembar
Pemenuhan Hak-hak Anak Pasca Perceraian Orang Tua di Kecamatan Cikembar
Perceraian di Kecamatan Cikembar kerapkali menimbulkan ekses-ekses masalah pemenuhan hak-hak anak pasca perceraian orang tua. Banyak hambatan utama yang menjadi penyebab terbengkal...
Case Analysis Study of Divorce and Child Custody Dispute Decision Number 1073/Pdt.G/2017/PA
Case Analysis Study of Divorce and Child Custody Dispute Decision Number 1073/Pdt.G/2017/PA
Permasalahan hak asuh anak pasca perceraian antara suami istri yang memiliki dampak serius terhadap aspek psikologis, kesejahteraan, dan pendidikan anak. Dua situasi utama yang mun...
PERAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM (BKI) DALAM MENANGANI DAMPAK PSIKOLOGIS REMAJA AKIBAT PERCERAIAN
PERAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM (BKI) DALAM MENANGANI DAMPAK PSIKOLOGIS REMAJA AKIBAT PERCERAIAN
Idealnya, keluarga merupakan suatu lingkungan pertama bagi anak dan tempat untuk membimbing anak serta untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik kebutuhan fisik maupun psikis, maka oran...
Sosialisasi Perlindungan Anak Terhadap Prostitusi Anak Dan Kekerasan Terhadap Anak
Sosialisasi Perlindungan Anak Terhadap Prostitusi Anak Dan Kekerasan Terhadap Anak
Beberapa temuan ada ratusan ribu anak-anak Indonesia yang menjadi korban prostitusi anak dan kekerasan pada anak tiap tahunnya. Eksploitasi anak untuk prostitusi sangat membahayaka...
Tanggapan Alkitab dan Gereja Terhadap Faktor Pemicu Terjadinya Perceraian
Tanggapan Alkitab dan Gereja Terhadap Faktor Pemicu Terjadinya Perceraian
The divorce rate in Indonesia is increasingly showing a significant upward trend. Therefore, this study aims to describe the factors of divorce, the response of Lakit and the churc...
Hak Asuh Anak Akibat Perceraian Orang Tua
Hak Asuh Anak Akibat Perceraian Orang Tua
Hak asuh anak saat terjadi perceraian dengan situasi adanya seorang anak, menimbulkan akibat dari adanya perceraian yakni persoalan hak asuh anak, maka dengan itu baik ayah atau ib...
Cinta Pertama Hilang: Mengungkap Dinamika Forgiveness Perempuan Dewasa Tanpa Ayah Pasca Perceraian
Cinta Pertama Hilang: Mengungkap Dinamika Forgiveness Perempuan Dewasa Tanpa Ayah Pasca Perceraian
Kasus perceraian di Indonesia sendiri masih sangat tinggi dan menduduki peringkat ke-7 di Asia dengan kasus fatherless paling tinggi ke-3 di dunia. Sebagaimana diketahui bahwa perc...
PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM
PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM
Perlindungan anak terhadap anak yang bermasalah dengan hukum, sebagai bagian utama peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia, karena anak adalah kelompok strategis berkelanjutan...

