Javascript must be enabled to continue!
Pengembangan Modul Mitigasi Bencana Berbasis Nilai Ngaha Aina Ngoho Pada Sekolah Menengah Atas
View through CrossRef
Tujuan Penelitian ini yaitu; 1) Mendeskripsikan tahapan pengembangan Modul Mitigasi bencana berbasis nilai ngaha aina ngoho pada Sekolah Menengah Atas; 2) Mengidentifikasi kelayakan dan kepraktisan modul mitigasi bencana berbasis nilai ngaha aina ngoho pada Sekolah Menengah Atas. Metode yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan (R&D) menggunakan model 4 D. modul mitigasi berbasis kearifan lokal ngaha aina ngoho ini, dikembangkan melalui 4 tahapan, yaitu; 1) Pendefinisian; 2) Perancangan; 3) Pengembangan, dan; 4) Penyebaran. Hasil pengembangan modul mitigasi bencana berbasis nilai ngaha aina ngoho dinyatakan sangat valid dan sangat praktis untuk diintegrasikan dalam pembelajaran, karena memperolehan skor rata-rata hasil validasi ahli sebesar 83,33% dan skor rata-rata hasil uji kepraktisan sebesar 81,84%. Apabila rata-rata perolehan skor penilaian >80 atau ≤100, artinya berkategori sangat valid dan sangat praktis. Modul ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang mitigasi bencana, tetapi juga menanamkan nilai kearifan lokal yang penting untuk membentuk sikap tangguh, peduli, dan gotong royong dalam menghadapi ancaman bencana. Nilai penting yang diharapkan dari hasil pengembangan modul ini, yaitu menumbuhkan kesadaran Masyarakat sejak dini untuk memegang teguh nilai ngaha aina ngoho, sebagai filosofi budaya yang menyisyaratkan sikap bijak dalam pemanfaatan hutan dan pegunungan, dan tidak boleh dieksploitasi habis-habisan, demi keberlangsungan ekosistem dan kehidupan generasi mendatang.
Title: Pengembangan Modul Mitigasi Bencana Berbasis Nilai Ngaha Aina Ngoho Pada Sekolah Menengah Atas
Description:
Tujuan Penelitian ini yaitu; 1) Mendeskripsikan tahapan pengembangan Modul Mitigasi bencana berbasis nilai ngaha aina ngoho pada Sekolah Menengah Atas; 2) Mengidentifikasi kelayakan dan kepraktisan modul mitigasi bencana berbasis nilai ngaha aina ngoho pada Sekolah Menengah Atas.
Metode yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan (R&D) menggunakan model 4 D.
modul mitigasi berbasis kearifan lokal ngaha aina ngoho ini, dikembangkan melalui 4 tahapan, yaitu; 1) Pendefinisian; 2) Perancangan; 3) Pengembangan, dan; 4) Penyebaran.
Hasil pengembangan modul mitigasi bencana berbasis nilai ngaha aina ngoho dinyatakan sangat valid dan sangat praktis untuk diintegrasikan dalam pembelajaran, karena memperolehan skor rata-rata hasil validasi ahli sebesar 83,33% dan skor rata-rata hasil uji kepraktisan sebesar 81,84%.
Apabila rata-rata perolehan skor penilaian >80 atau ≤100, artinya berkategori sangat valid dan sangat praktis.
Modul ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang mitigasi bencana, tetapi juga menanamkan nilai kearifan lokal yang penting untuk membentuk sikap tangguh, peduli, dan gotong royong dalam menghadapi ancaman bencana.
Nilai penting yang diharapkan dari hasil pengembangan modul ini, yaitu menumbuhkan kesadaran Masyarakat sejak dini untuk memegang teguh nilai ngaha aina ngoho, sebagai filosofi budaya yang menyisyaratkan sikap bijak dalam pemanfaatan hutan dan pegunungan, dan tidak boleh dieksploitasi habis-habisan, demi keberlangsungan ekosistem dan kehidupan generasi mendatang.
Related Results
Local Ecotheology Ngaha Aina Ngoho: Reconstruction of Environmental Ethics Based on Local Wisdom in Dealing With Deforestation in Bima
Local Ecotheology Ngaha Aina Ngoho: Reconstruction of Environmental Ethics Based on Local Wisdom in Dealing With Deforestation in Bima
This research aims to analyze the local ecology of Ngaha Aina Ngoho: Reconstruction of environmental ethics based on local wisdom in dealing with deforestation in Bima, West Nusa T...
STRENGTHENING ECOLOGICAL CITIZENSHIP THROUGH LOCAL WISDOM NGAHA AINA NGOHO IN BIMA REGENCY, INDONESIA
STRENGTHENING ECOLOGICAL CITIZENSHIP THROUGH LOCAL WISDOM NGAHA AINA NGOHO IN BIMA REGENCY, INDONESIA
Strengthening ecological citizenship through the local wisdom of Ngaha Aina Ngoho by the Oi Oi Seli group in Bima Regency has given positive results in realizing environmental pres...
Kearifan Lokal “Ngaha Aina Ngoho“ dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kawasan Rawan Bencana Banjir di Kabupaten Bima
Kearifan Lokal “Ngaha Aina Ngoho“ dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kawasan Rawan Bencana Banjir di Kabupaten Bima
Kabupaten Bima mempunyai tingkat kerusakan lahan paling tinggi di provinsi NTB, Permasalahan saat ini di Kabupaten Bima adalah pemanfaatkan kawasan hutan sebagai ladang pertanian k...
PEMAHAMAN MENEJEMEN BENCANA SISWA SMP DI KABUPATEN SLEMAN
PEMAHAMAN MENEJEMEN BENCANA SISWA SMP DI KABUPATEN SLEMAN
Strategi penanggulangan bencana akan dapat berjalan dengan efektif apabila penduduk mempunyai pemahaman yang memadai mengenai menejemen dan mitigasi bencana. Wilayah Kabupaten Slem...
INTEGRASI NILAI KEARIFAN LOCAL NGAHA AINA NGOHO DALAM PROGRAM PENGUATAN MITIGASI DAN TANGGAP DARURAT BENCANA PADA SATUAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN BIMA
INTEGRASI NILAI KEARIFAN LOCAL NGAHA AINA NGOHO DALAM PROGRAM PENGUATAN MITIGASI DAN TANGGAP DARURAT BENCANA PADA SATUAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN BIMA
The purpose of writing this article is to provide recommendations to educational units in Bima Regency to integrate the value of local wisdom of ngaha aina ngoho as a program to st...
Implementasi Problem Based Learning Bermuatan Ngaha Aina Ngoho untuk Meningkatkan Kesadaran Pelestarian Alam pada Pembelajaran IPAS Kelas Lanjut di Kabupaten Bima
Implementasi Problem Based Learning Bermuatan Ngaha Aina Ngoho untuk Meningkatkan Kesadaran Pelestarian Alam pada Pembelajaran IPAS Kelas Lanjut di Kabupaten Bima
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Problem Based Learning (PBL) yang bermuatan nilai budaya Ngaha Aina Ngoho dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial ...
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Pulau Pramuka adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yang terletak di sebelah utara Jakarta, Kepulauan Seribu terdiri dari sekitar 110 pulau, Pulau Pramuka adalah pulau terbe...
Pembinaan Sekolah Siaga Bencana Melalui Pelatihan Kebencanaan Kepada Guru dan Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Selo, Samiran, Boyolali
Pembinaan Sekolah Siaga Bencana Melalui Pelatihan Kebencanaan Kepada Guru dan Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Selo, Samiran, Boyolali
Latar Belakang: Berdasarkan letak geografisnya, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) N 1 Selo, Boyolali, Jawa Tengah terletak di daerah rawan bencana letusan gunung berapi dan gempa bum...

