Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

POTENSI TISANE DARI KELOR (Moringa oleifera), KAYU MANIS (Cinnamomum burmanni), AKAR MANIS (Glycyrrhiza glabra), SECANG (Caesalpinia sappan) SEBAGAI ANTIBAKTERI

View through CrossRef
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan tisane dari kelor, kayu manis, akar manis, dan secang terhadap E. coli dan mengetahui keamanannya ketika dikonsumsi menggunakan uji ALT dan AKK. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) baik untuk uji ALT, AKK, maupun daya hambat. Pada uji daya hambat data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Tukey. Sampel pada penelitian berupa seduhan tisane dari kelor, kayu manis, akar manis dan secang yang diformulasikan menjadi 4 formula tisane. Pada uji ALT koloni yang dihitung antara 25-250 koloni. Hasil dari uji ALT menunjukkan bahwa semua formula memenuhi standar BPOM No. 13 tahun 2019. Pada uji AKK koloni yang dihitung antara 15-150 koloni. Hasil dari uji AKK menunjukkan bahwa semua formula memenuhi standar BPOM No. 13 tahun 2019. Hasil dari uji daya hambat menunjukkan bahwa semua formula dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli walaupun dalam kategori lemah. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tisane memiliki potensi sebagai antibakteri dan aman untuk dikonsumsi. 
Title: POTENSI TISANE DARI KELOR (Moringa oleifera), KAYU MANIS (Cinnamomum burmanni), AKAR MANIS (Glycyrrhiza glabra), SECANG (Caesalpinia sappan) SEBAGAI ANTIBAKTERI
Description:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan tisane dari kelor, kayu manis, akar manis, dan secang terhadap E.
coli dan mengetahui keamanannya ketika dikonsumsi menggunakan uji ALT dan AKK.
Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) baik untuk uji ALT, AKK, maupun daya hambat.
Pada uji daya hambat data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Tukey.
Sampel pada penelitian berupa seduhan tisane dari kelor, kayu manis, akar manis dan secang yang diformulasikan menjadi 4 formula tisane.
Pada uji ALT koloni yang dihitung antara 25-250 koloni.
Hasil dari uji ALT menunjukkan bahwa semua formula memenuhi standar BPOM No.
13 tahun 2019.
Pada uji AKK koloni yang dihitung antara 15-150 koloni.
Hasil dari uji AKK menunjukkan bahwa semua formula memenuhi standar BPOM No.
13 tahun 2019.
Hasil dari uji daya hambat menunjukkan bahwa semua formula dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli walaupun dalam kategori lemah.
Kesimpulan pada penelitian ini adalah tisane memiliki potensi sebagai antibakteri dan aman untuk dikonsumsi.
 .

Related Results

Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera (Lam.)) terhadap Bakteri Patogen pada Saluran Cerna
Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera (Lam.)) terhadap Bakteri Patogen pada Saluran Cerna
Abstract. The gastrointestinal tract infection is a disease that often occurs in Indonesia. This disease caused by pathogenic bacteria such as Staphylococcus aureus, Escherichia co...
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan) terhadap Karakteristik Fisik Sediaan Sabun Cair
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan) terhadap Karakteristik Fisik Sediaan Sabun Cair
Tanaman kayu secang (Caesalpinia sappan L) banyak ditemukan di Indonesia. Kayu secang mempunyai berbagai senyawa bioaktif, termasuk brazilin, brazilein, sappan chalcone, dan protos...
Peran Sediaan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Pengobatan Kanker Payudara: Tinjauan Pustaka
Peran Sediaan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Pengobatan Kanker Payudara: Tinjauan Pustaka
Abstract. Breast cancer is the main cause of cancer incidence in Indonesia according to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. Moringa leaves (Moringa oleifera) is a ...
Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kayu Manis dengan Bakteri Staphylococcus aureus
Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kayu Manis dengan Bakteri Staphylococcus aureus
Tanaman kayu manis yang berkembang di Indonesia, terutama jenis Cinnamomum burmanii Blumea. Dalam penelitian ini salah satu tanaman yang digunakan dalam pengobatan yaitu minyak ats...
Systematic Review: Khasiat Antikanker Sediaan Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Pertumbuhan Kanker Paru
Systematic Review: Khasiat Antikanker Sediaan Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Pertumbuhan Kanker Paru
Abstract: Moringa leaves (Moringa oleifera) have various pharmacological effects, such as antioxidant, anti-inflammatory, antimicrobial and anticancer activities. The anticancer ef...
Uji Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleiferea Lam. L)
Uji Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleiferea Lam. L)
Daun kelor (Moringa oleifera L.) banyak ditanam di daerah tropis dan subtropis seperti Indonesia. Daun kelor mengandung senyawa fitokimia aktif yang bersifat antibakteri seperti fl...
Kajian Literatur Kelor (Moringa oleifera) sebagai Antibakteri Penyebab Infeksi Saluran Cerna
Kajian Literatur Kelor (Moringa oleifera) sebagai Antibakteri Penyebab Infeksi Saluran Cerna
Abstract. Infectious diseases remain a global health problem. In Indonesia, one of the most common infections is gastrointestinal such as diarrhea, which are caused by bacteria. In...
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN KOSMETIK PEWARNA LIPSTIK DARI EKSTRAK KULIT BATANG SECANG (CAESALPINIA SAPPAN L)
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN KOSMETIK PEWARNA LIPSTIK DARI EKSTRAK KULIT BATANG SECANG (CAESALPINIA SAPPAN L)
Abstrak Latar Belakang: Secang (Caesalpinia Sappan L) termasuk familia Caesalpiniaceae. Warna oren hingga merah tua pada kulit batang secang disebabkan oleh brazilin dalam  antosi...

Back to Top