Javascript must be enabled to continue!
Kajian Literatur Kelor (Moringa oleifera) sebagai Antibakteri Penyebab Infeksi Saluran Cerna
View through CrossRef
Abstract. Infectious diseases remain a global health problem. In Indonesia, one of the most common infections is gastrointestinal such as diarrhea, which are caused by bacteria. Infections can be treated with antibacterial from natural ingredients that utilize plant extracts. One plant that can be used as an antibacterial is the Moringa oliefera plant. This study aimed to explore the part of the Moringa plant that has the most effective potential in inhibiting the growth of bacteria that cause gastrointestinal infections the extraction methods that affect its antibacterial activity, and also determine the mechanism of the compounds contained in the Moringa plant as an antibacterial. The research method used was Systematic Literature Review. The results showed that Moringa leaves, flowers, and seeds have the potential to be antibacterial, especially the seeds. The seed extract showed the most effective antibacterial activity, with the largest inhibition zone 48 mm on Staphylococcus aureus with maceration and water solvent extraction methods. The active compounds contained in Moringa seeds, such as 6- iodoacetoveratron, octadecanoic acid, bisethylhexyl phthalate, polynuclear ketones and heterocylic coumpunds, play a role in inhibitory mechanisms such as cell membrane damage, inhibition of protein or DNA synthesis, lowering environmental pH and inhibiting biofilm formation.
Abstrak. Penyakit infeksi masih menjadi masalah kesehatan global dengan angka kejadian yang terus meningkat. Di Indonesia, salah satu infeksi yang masih banyak terjadi adalah infeksi saluran cerna seperti diare, yang disebabkan oleh bakteri patogen. Infeksi dapat diatasi dengan obat antibakteri dari bahan alam yang memanfaatkan ekstrak tanaman sebagai pengobatan. Tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai antibakteri, salah satunya adalah tanaman kelor (Moringa oliefera Lamk.). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagian tanaman kelor yang memiliki potensi paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi saluran cerna metode ekstraksi yang mempengaruhi aktivitas antibakterinya. Dan mengetahui mekanisme kerja senyawa dalam tanaman kelor sebagai antibakteri. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun, bunga, dan biji kelor berpotensi sebagai antibakteri, terutama bagian biji. Ekstrak biji menunjukkan aktivitas antibakteri paling efektif, dengan zona hambat terbesar mencapai 48 mm pada Staphylococcus aureus dengan metode ekstraksi maserasi dan pelarut air. Senyawa aktif yang terkandung dalam biji kelor, seperti 6-iodoasetoveratron, asam oktadekanoat, bisethylhexyl phthalate, keton polinuklear dan senyawa heterosiklik berperan dalam mekanisme penghambatan seperti kerusakan membran sel, penghambatan sintesis protein atau DNA, menurunkan pH lingkungan dan menghambat pembentukan biofilm.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Kajian Literatur Kelor (Moringa oleifera) sebagai Antibakteri Penyebab Infeksi Saluran Cerna
Description:
Abstract.
Infectious diseases remain a global health problem.
In Indonesia, one of the most common infections is gastrointestinal such as diarrhea, which are caused by bacteria.
Infections can be treated with antibacterial from natural ingredients that utilize plant extracts.
One plant that can be used as an antibacterial is the Moringa oliefera plant.
This study aimed to explore the part of the Moringa plant that has the most effective potential in inhibiting the growth of bacteria that cause gastrointestinal infections the extraction methods that affect its antibacterial activity, and also determine the mechanism of the compounds contained in the Moringa plant as an antibacterial.
The research method used was Systematic Literature Review.
The results showed that Moringa leaves, flowers, and seeds have the potential to be antibacterial, especially the seeds.
The seed extract showed the most effective antibacterial activity, with the largest inhibition zone 48 mm on Staphylococcus aureus with maceration and water solvent extraction methods.
The active compounds contained in Moringa seeds, such as 6- iodoacetoveratron, octadecanoic acid, bisethylhexyl phthalate, polynuclear ketones and heterocylic coumpunds, play a role in inhibitory mechanisms such as cell membrane damage, inhibition of protein or DNA synthesis, lowering environmental pH and inhibiting biofilm formation.
Abstrak.
Penyakit infeksi masih menjadi masalah kesehatan global dengan angka kejadian yang terus meningkat.
Di Indonesia, salah satu infeksi yang masih banyak terjadi adalah infeksi saluran cerna seperti diare, yang disebabkan oleh bakteri patogen.
Infeksi dapat diatasi dengan obat antibakteri dari bahan alam yang memanfaatkan ekstrak tanaman sebagai pengobatan.
Tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai antibakteri, salah satunya adalah tanaman kelor (Moringa oliefera Lamk.
).
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagian tanaman kelor yang memiliki potensi paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi saluran cerna metode ekstraksi yang mempengaruhi aktivitas antibakterinya.
Dan mengetahui mekanisme kerja senyawa dalam tanaman kelor sebagai antibakteri.
Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun, bunga, dan biji kelor berpotensi sebagai antibakteri, terutama bagian biji.
Ekstrak biji menunjukkan aktivitas antibakteri paling efektif, dengan zona hambat terbesar mencapai 48 mm pada Staphylococcus aureus dengan metode ekstraksi maserasi dan pelarut air.
Senyawa aktif yang terkandung dalam biji kelor, seperti 6-iodoasetoveratron, asam oktadekanoat, bisethylhexyl phthalate, keton polinuklear dan senyawa heterosiklik berperan dalam mekanisme penghambatan seperti kerusakan membran sel, penghambatan sintesis protein atau DNA, menurunkan pH lingkungan dan menghambat pembentukan biofilm.
Related Results
Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera (Lam.)) terhadap Bakteri Patogen pada Saluran Cerna
Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera (Lam.)) terhadap Bakteri Patogen pada Saluran Cerna
Abstract. The gastrointestinal tract infection is a disease that often occurs in Indonesia. This disease caused by pathogenic bacteria such as Staphylococcus aureus, Escherichia co...
Peran Sediaan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Pengobatan Kanker Payudara: Tinjauan Pustaka
Peran Sediaan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Pengobatan Kanker Payudara: Tinjauan Pustaka
Abstract. Breast cancer is the main cause of cancer incidence in Indonesia according to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. Moringa leaves (Moringa oleifera) is a ...
Systematic Review: Khasiat Antikanker Sediaan Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Pertumbuhan Kanker Paru
Systematic Review: Khasiat Antikanker Sediaan Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Pertumbuhan Kanker Paru
Abstract: Moringa leaves (Moringa oleifera) have various pharmacological effects, such as antioxidant, anti-inflammatory, antimicrobial and anticancer activities. The anticancer ef...
Uji Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleiferea Lam. L)
Uji Aktivitas Antibakteri Nanoemulsi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleiferea Lam. L)
Daun kelor (Moringa oleifera L.) banyak ditanam di daerah tropis dan subtropis seperti Indonesia. Daun kelor mengandung senyawa fitokimia aktif yang bersifat antibakteri seperti fl...
Penambahan Bubuk Jahe Pada Pengolahan Teh Daun Kelor (Moringa oleifera Lam)
Penambahan Bubuk Jahe Pada Pengolahan Teh Daun Kelor (Moringa oleifera Lam)
Moringa leaves, apart from being a vegetable, can also be made into herbal tea. Moringa leaf tea is tea made from moringa leaves that have been dried and then mashed into powder. T...
Potensi Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Antibakteri Pada Sediaan Gel Untuk Mengatasi Jerawat
Potensi Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Antibakteri Pada Sediaan Gel Untuk Mengatasi Jerawat
Jerawat merupakan salah satu permasalahan kulit wajah yang paling sering terjadi terutama dikalangan remaja, jerawat umumnya disebabkan karena adanya infeksi bakteri. Pengobatan de...
Factors Influencing the Dis-adoption of <i>Moringa oleifera</i> among Farming Households in Oyo State, Nigeria
Factors Influencing the Dis-adoption of <i>Moringa oleifera</i> among Farming Households in Oyo State, Nigeria
This study was conducted to determine the factors influencing the disadoption of Moringa oleifera among farming households in Oyo State, Nigeria. Primary data were collected throug...
Masker Daun Kelor (Moringa Oleifera) Untuk Mengatasi Wajah Berjerawat
Masker Daun Kelor (Moringa Oleifera) Untuk Mengatasi Wajah Berjerawat
Kondisi kulit wajah berpengaruh besar terhadap kepercayaan diri seseorang. Adapun permasalahan yang dapat terjadi pada kulit wajah salah satunya jerawat. Dalam sistem pengobatan ta...

