Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penambahan Bubuk Jahe Pada Pengolahan Teh Daun Kelor (Moringa oleifera Lam)

View through CrossRef
Moringa leaves, apart from being a vegetable, can also be made into herbal tea. Moringa leaf tea is tea made from moringa leaves that have been dried and then mashed into powder. This study aims to determine the best moringa leaf tea formula with the addition of ginger on moisture content, ash content, and organoleptic test. This study aims to determine the effect of ginger powder addition on moringa tea and to determine the best formulation of moringa tea with ginger powder addition on moisture content, ash content, and organoleptic test (color, aroma, and taste). The research treatment was the addition of ginger powder (0%, 10%, 20%, and 30%). The research parameters were moisture content, ash content, organoleptic test of color, aroma, and taste. Data were analyzed using the Completely Randomized Design (CRD) method, with four treatments and three replications. Observation data were analyzed using the test of variance (ANOVA) with further test (BNT). The best results obtained by moringa leaf tea with the addition of ginger powder are in P3 treatment of 30% ginger powder addition in terms of water content of 5.69%, ash content of 9.63%, color 3.88 (like), aroma 3.6 (like), and taste 3.32 (like). The water content in this study meets SNI 3945 - 2016 BSN. Meanwhile, the ash content of moringa leaf tea with the addition of ginger powder does not meet SNI 3945 - 2016 BSN. Daun kelor selain sebagai sayur, juga dapat dibuat menjadi teh herbal. Teh daun kelor adalah teh yang dibuat dari daun kelor yang telah dikeringkan kemudian dihaluskan hingga menjadi bubuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula terbaik teh daun kelor dengan penambahan jahe terhadap kadar air, kadar abu, dan uji organoleptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk jahe terhadap teh daun kelor dan untuk mengetahui formulasi terbaik teh daun kelor dengan penambahan bubuk jahe terhadap kadar air, kadar abu, dan uji organoleptik (warna, aroma, dan rasa). Perlakuan penelitian penambahan bubuk jahe (0%, 10%, 20%, dan 30%). Parameter penelitian kadar air, kadar abu, uji organoleptik warna, aroma, dan rasa. Analisis data dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji keragaman (ANOVA) dengan uji Lanjut (BNT). Hasil terbaik diperoleh teh daun kelor dengan penambahan bubuk jahe terdapat pada P3 perlakuan penambahan bubuk jahe 30% ditinjau dari kadar air 5,69%, kadar abu 9,63%, warna 3,88 (suka), aroma 3,6 (suka), dan rasa 3,32 (suka). Kandungan kadar air dalam penelitian ini memenuhi SNI 3945 – 2016 BSN; sedangkan kandungan kadar abu teh daun kelor dengan penambahan bubuk jahe tidak memenuhi SNI 3945 – 2016 BSN.
Title: Penambahan Bubuk Jahe Pada Pengolahan Teh Daun Kelor (Moringa oleifera Lam)
Description:
Moringa leaves, apart from being a vegetable, can also be made into herbal tea.
Moringa leaf tea is tea made from moringa leaves that have been dried and then mashed into powder.
This study aims to determine the best moringa leaf tea formula with the addition of ginger on moisture content, ash content, and organoleptic test.
This study aims to determine the effect of ginger powder addition on moringa tea and to determine the best formulation of moringa tea with ginger powder addition on moisture content, ash content, and organoleptic test (color, aroma, and taste).
The research treatment was the addition of ginger powder (0%, 10%, 20%, and 30%).
The research parameters were moisture content, ash content, organoleptic test of color, aroma, and taste.
Data were analyzed using the Completely Randomized Design (CRD) method, with four treatments and three replications.
Observation data were analyzed using the test of variance (ANOVA) with further test (BNT).
The best results obtained by moringa leaf tea with the addition of ginger powder are in P3 treatment of 30% ginger powder addition in terms of water content of 5.
69%, ash content of 9.
63%, color 3.
88 (like), aroma 3.
6 (like), and taste 3.
32 (like).
The water content in this study meets SNI 3945 - 2016 BSN.
Meanwhile, the ash content of moringa leaf tea with the addition of ginger powder does not meet SNI 3945 - 2016 BSN.
Daun kelor selain sebagai sayur, juga dapat dibuat menjadi teh herbal.
Teh daun kelor adalah teh yang dibuat dari daun kelor yang telah dikeringkan kemudian dihaluskan hingga menjadi bubuk.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula terbaik teh daun kelor dengan penambahan jahe terhadap kadar air, kadar abu, dan uji organoleptik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk jahe terhadap teh daun kelor dan untuk mengetahui formulasi terbaik teh daun kelor dengan penambahan bubuk jahe terhadap kadar air, kadar abu, dan uji organoleptik (warna, aroma, dan rasa).
Perlakuan penelitian penambahan bubuk jahe (0%, 10%, 20%, dan 30%).
Parameter penelitian kadar air, kadar abu, uji organoleptik warna, aroma, dan rasa.
Analisis data dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan.
Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji keragaman (ANOVA) dengan uji Lanjut (BNT).
Hasil terbaik diperoleh teh daun kelor dengan penambahan bubuk jahe terdapat pada P3 perlakuan penambahan bubuk jahe 30% ditinjau dari kadar air 5,69%, kadar abu 9,63%, warna 3,88 (suka), aroma 3,6 (suka), dan rasa 3,32 (suka).
Kandungan kadar air dalam penelitian ini memenuhi SNI 3945 – 2016 BSN; sedangkan kandungan kadar abu teh daun kelor dengan penambahan bubuk jahe tidak memenuhi SNI 3945 – 2016 BSN.

Related Results

Peran Sediaan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Pengobatan Kanker Payudara: Tinjauan Pustaka
Peran Sediaan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Pengobatan Kanker Payudara: Tinjauan Pustaka
Abstract. Breast cancer is the main cause of cancer incidence in Indonesia according to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. Moringa leaves (Moringa oleifera) is a ...
KOMPARASI SIFAT ANTIOKSIDATIF SEDUHAN TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH PRODUKSI PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX
KOMPARASI SIFAT ANTIOKSIDATIF SEDUHAN TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH PRODUKSI PT PERKEBUNAN NUSANTARA IX
Teh merupakan minuman yang paling populer di masyarakat. Terdapat empat jenis teh : teh hijau, teh hitam, teh oolong, teh putih. Keempatnya dibedakan berdasarkan proses pengolahan....
Studi Pembuatan Teh Celup Daun Ruku-Ruku (Ocimum tenuiflorum L.) dengan Penambahan Bubuk Jahe sebagai Minuman Penyegar
Studi Pembuatan Teh Celup Daun Ruku-Ruku (Ocimum tenuiflorum L.) dengan Penambahan Bubuk Jahe sebagai Minuman Penyegar
Abstrak :Teh celup merupakan bubuk teh yang dibungkus didalam kertas berpori-pori halus yang tahan panas. Pembuatan teh celup yaitu dengan penyortiran bahan baku, pengeringan dibaw...
Systematic Review: Khasiat Antikanker Sediaan Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Pertumbuhan Kanker Paru
Systematic Review: Khasiat Antikanker Sediaan Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Pertumbuhan Kanker Paru
Abstract: Moringa leaves (Moringa oleifera) have various pharmacological effects, such as antioxidant, anti-inflammatory, antimicrobial and anticancer activities. The anticancer ef...
PENGEMBANGAN MINUMAN TEH HITAM DENGAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L) SEBAGAI MINUMAN MENYEGARKAN
PENGEMBANGAN MINUMAN TEH HITAM DENGAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L) SEBAGAI MINUMAN MENYEGARKAN
Saat ini pemanfaatan daun kelor sebagai produk makanan minuman karena manfaatnya yang baik untuk kesehatan sedang berkembang. Berdasarkan hal tersebut, maka dibuat pengembangan min...
Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera (Lam.)) terhadap Bakteri Patogen pada Saluran Cerna
Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera (Lam.)) terhadap Bakteri Patogen pada Saluran Cerna
Abstract. The gastrointestinal tract infection is a disease that often occurs in Indonesia. This disease caused by pathogenic bacteria such as Staphylococcus aureus, Escherichia co...

Back to Top