Javascript must be enabled to continue!
Terapi Komplementer Rendam Kaki Air Jahe Hangat Untuk Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Puskesmas Puu Weri Kabupaten Sumba Barat
View through CrossRef
Latar Belakang: Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik <140 mmHg dan diastolik <90 mmHg, kondisi ini adalah kondisi serius yang dikenal sebagai “the silent killer” karena sering menunjukkan gejala sehingga muncul komplikasi. Prevalensi hipertensi secara global terus meningkat, pada tahun 2022 WHO melaporkan sekitar 1,28 miliar orang dewasa mengalami hipertensi. Di Indonesia, prevalensi hipertensi mencapai 30,8% pada tahun 2023 atau sekitar 85,8 juta orang dewasa menderita kondisi ini. Faktor resiko termasuk riwayat keluarga, konsumsi tinggi garam, kurang aktifitas fisik, dan stres. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terapi farmakologis dan non-farmakologis, dimana terapi komplementer rendam kaki air jahe hangat menjadi salah satu metode komplementer yang efektif untuk meningkatkan sirkulasi dan menurunkan tekanan darah. Tujuan: Menggambarkan penerapan terapi komplementer rendam kaki air jahe hangat untuk penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan dua subjek pasien hipertensi yang berusia 45-60 tahun, tidak komplikasi berat dan kesadaran composmentis Intervensi dilakukan 5 hari berturut-turut selama 15 menit di setiap sore. Hasil: Setelah 5 hari berturut-turut intervensi dilakukan, tekanan darah pasien 1 (Ny.E.I) menurun dari 170/100 mmHg menjadi 130/mmHg, dan pasien 2 (Ny.E.R) dari 160/90 mmHg menjadi 120/90 mmHg. Nyeri yang dirasakan kedua pasien juga menurun pasien 1 dari skala nyeri 6 menjadi 2 dan pasien 2 dari skala nyeri nyeri 6 menjadi tidak dirasakan lagi. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi komplementer rendam kaki terbukti efektif menurunkan tekanan darah. Kesimpulan: Penerapan terapi komplementer rendam kaki air jahe hangat efektif dalam menurunkan tekanan darah serta mengurangi nyeri bagian belakang kepala pada kedua pasien. Terapi ini dapat menjadi alternatif terapi nonfarmakologi yang mendukung pengelolaan hipertensi dan meningkatkan kualitas kesehatan pasien.
Poltekkes Kemenkes Kupang
Title: Terapi Komplementer Rendam Kaki Air Jahe Hangat Untuk Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Puskesmas Puu Weri Kabupaten Sumba Barat
Description:
Latar Belakang: Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik <140 mmHg dan diastolik <90 mmHg, kondisi ini adalah kondisi serius yang dikenal sebagai “the silent killer” karena sering menunjukkan gejala sehingga muncul komplikasi.
Prevalensi hipertensi secara global terus meningkat, pada tahun 2022 WHO melaporkan sekitar 1,28 miliar orang dewasa mengalami hipertensi.
Di Indonesia, prevalensi hipertensi mencapai 30,8% pada tahun 2023 atau sekitar 85,8 juta orang dewasa menderita kondisi ini.
Faktor resiko termasuk riwayat keluarga, konsumsi tinggi garam, kurang aktifitas fisik, dan stres.
Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terapi farmakologis dan non-farmakologis, dimana terapi komplementer rendam kaki air jahe hangat menjadi salah satu metode komplementer yang efektif untuk meningkatkan sirkulasi dan menurunkan tekanan darah.
Tujuan: Menggambarkan penerapan terapi komplementer rendam kaki air jahe hangat untuk penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan dua subjek pasien hipertensi yang berusia 45-60 tahun, tidak komplikasi berat dan kesadaran composmentis Intervensi dilakukan 5 hari berturut-turut selama 15 menit di setiap sore.
Hasil: Setelah 5 hari berturut-turut intervensi dilakukan, tekanan darah pasien 1 (Ny.
E.
I) menurun dari 170/100 mmHg menjadi 130/mmHg, dan pasien 2 (Ny.
E.
R) dari 160/90 mmHg menjadi 120/90 mmHg.
Nyeri yang dirasakan kedua pasien juga menurun pasien 1 dari skala nyeri 6 menjadi 2 dan pasien 2 dari skala nyeri nyeri 6 menjadi tidak dirasakan lagi.
Hasil ini menunjukkan bahwa terapi komplementer rendam kaki terbukti efektif menurunkan tekanan darah.
Kesimpulan: Penerapan terapi komplementer rendam kaki air jahe hangat efektif dalam menurunkan tekanan darah serta mengurangi nyeri bagian belakang kepala pada kedua pasien.
Terapi ini dapat menjadi alternatif terapi nonfarmakologi yang mendukung pengelolaan hipertensi dan meningkatkan kualitas kesehatan pasien.
Related Results
PENERAPAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT PADA LANSIA DENGAN INSOMNIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DI KOTA BEKASI
PENERAPAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT PADA LANSIA DENGAN INSOMNIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DI KOTA BEKASI
Latar Belakang : Insomnia merupakan masalah kesehatan berupa gangguan tidur yang dialami oleh lansia. Insomnia memiliki beberapa dampak diantaranya mudah lelah, gangguan memori, da...
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
Salah satu terapi pengobatan non farmakologis untuk hipertensi yaitu dengan pemberian seduhan daun sungkai. Daun sungkai (Peronema Canescens Jack) merupakan etnobotani Indonesia da...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Implementasi Rendam Kaki Dengan Rebusan Serai Dan Garam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Keluarga Dengan Masalah Kesehatan Hipertensi Di Wilayah Kebon Pala RW 11
Implementasi Rendam Kaki Dengan Rebusan Serai Dan Garam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Keluarga Dengan Masalah Kesehatan Hipertensi Di Wilayah Kebon Pala RW 11
Hipertensi merupakan penyakit tekanan darah yang tinggi, hal ini termasuk dalam masalah degeneratif yang terjadi di masyarakat maupun keluarga. Penatalaksaan hipertensi dapat dilak...
Protein Profiling of WERI-RB1 and Etoposide-Resistant WERI-ETOR Reveals New Insights into Topoisomerase Inhibitor Resistance in Retinoblastoma
Protein Profiling of WERI-RB1 and Etoposide-Resistant WERI-ETOR Reveals New Insights into Topoisomerase Inhibitor Resistance in Retinoblastoma
Chemotherapy resistance is one of the reasons for eye loss in patients with retinoblastoma (RB). RB chemotherapy resistance has been studied in different cell culture models, such ...
Protein profiling of WERI RB1 and etoposide resistant WERI ETOR reveals new insights into topoisomerase inhibitor resistance in retinoblastoma
Protein profiling of WERI RB1 and etoposide resistant WERI ETOR reveals new insights into topoisomerase inhibitor resistance in retinoblastoma
Abstract
Chemotherapy resistance is one of the reasons for eye loss in patients with retinoblastoma (RB). RB chemotherapy resistance has been stu...
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA IBU HAMIL NY.I DENGAN TERAPI RENDAM AIR HANGAT KENCUR UNTUK MENGURANGI EDEMA PADA KAKI DI KLINIK PRATAMA PURI ADHISTY
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA IBU HAMIL NY.I DENGAN TERAPI RENDAM AIR HANGAT KENCUR UNTUK MENGURANGI EDEMA PADA KAKI DI KLINIK PRATAMA PURI ADHISTY
Latar Belakang : Edema merupakan salah satu ketidaknyamanan pada ibu hamil trimester III. Namun, masih ada beberapa ibu hamil trimester III yang mengalami edema. Pemberian asuhan b...
Efektivitas Penerapan rendam Kaki Air Hangat untuk menurunkan tekanan darah pada Ibu Hamil Trimester III dengan Hipertensi
Efektivitas Penerapan rendam Kaki Air Hangat untuk menurunkan tekanan darah pada Ibu Hamil Trimester III dengan Hipertensi
Latar belakang: Hipertensi pada kehamilan merupakan penyakit tidak menular penyebab kematian maternal. Tekanan darah tinggi dalam kehamilan merupakan tekanan darah tinggi yang terj...

