Javascript must be enabled to continue!
Implementasi Rendam Kaki Dengan Rebusan Serai Dan Garam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Keluarga Dengan Masalah Kesehatan Hipertensi Di Wilayah Kebon Pala RW 11
View through CrossRef
Hipertensi merupakan penyakit tekanan darah yang tinggi, hal ini termasuk dalam masalah degeneratif yang terjadi di masyarakat maupun keluarga. Penatalaksaan hipertensi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan farmakologi dan nonfarmakologi salah satunya dengan terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan masalah hipertensi di RW 11 Kelurahan Kebon Pala. Sampel yang digunakan studi kasus dengan 2 orang subjek Ny. M berusia 63 tahun & Ny. E 55 tahun. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 03 Juni 2024 sampai dengan 09 Juni 2024. Metode yang digunakan adalah Deskriptif Komparatif, Instrumen yang digunakan adalah tensi meter digital, lembar observasi. Hasil dari penelitian sebelum diberikan terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam didapatkan subjek 1 Ny. M yaitu 154/95 mmHg dan subjek 2 Ny. E yaitu 150/98 mmHg. Hasil pemeriksaan pada hari terakhir setelah diberikan terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam selama 7 hari didapatkan subjek 1 Ny. M yaitu 144/80 mmHg dan subjek 2 Ny. E yaitu 140/90 mmHg. Untuk hasil perbandingan pada kedua subjek sebelum dan sesudah diberikan terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam didapatkan nilai rata-rata perbandingan 24 mmhg diastole dan 15 mmhg sistole. Semua subjek mengalami penurunan tekanan darah menjadi normal. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam berpengaruh untuk penurunan tekanan darah pada keluarga dengan masalah hipertensi di RW 11 Kelurahan Kebon Pala.
Hypertension is a disease of high blood pressure, this is a degenerative problem that occurs in society and families. Management of hypertension can be done in two ways, namely pharmacological and non-pharmacological, one of which is foot soak therapy with a decoction of lemongrass and salt. The aim of this research is to determine the implementation of foot soak therapy with boiled lemongrass and salt to reduce blood pressure in families with hypertension problems in RW 11 Kebon Pala Village. The sample used was a case study with 2 subjects, Mrs. M is 63 years old & Mrs. E 55 years old. This research was carried out from 03 June 2024 to 09 June 2024. The method used was the observation method, digital pressure meter, operational procedure unit sheet, observation sheet. The results of the research before being given foot soak therapy with boiled lemongrass and salt were obtained by subject 1 Mrs. M, namely 154/95 mmHg and subject 2 Mrs. E is 150/98 mmHg. The results of the examination on the last day after being given foot soak therapy with lemongrass decoction and salt were obtained by subject 1 Mrs. M, namely 144/80 mmHg and subject 2 Mrs. E is 140/90 mmHg. For comparison results for the two subjects before and after being given foot soak therapy with a decoction of lemongrass and salt, the average comparison value was 24 mmHg diastole and 15 mmHg systole. All subjects experienced a decrease in blood pressure to normal. The conclusion of this study shows that foot soak therapy with boiled lemongrass and salt has an effect on reducing blood pressure in families with hypertension problems in RW 11 Kebon Pala Village.
Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma
Title: Implementasi Rendam Kaki Dengan Rebusan Serai Dan Garam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Keluarga Dengan Masalah Kesehatan Hipertensi Di Wilayah Kebon Pala RW 11
Description:
Hipertensi merupakan penyakit tekanan darah yang tinggi, hal ini termasuk dalam masalah degeneratif yang terjadi di masyarakat maupun keluarga.
Penatalaksaan hipertensi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan farmakologi dan nonfarmakologi salah satunya dengan terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan masalah hipertensi di RW 11 Kelurahan Kebon Pala.
Sampel yang digunakan studi kasus dengan 2 orang subjek Ny.
M berusia 63 tahun & Ny.
E 55 tahun.
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 03 Juni 2024 sampai dengan 09 Juni 2024.
Metode yang digunakan adalah Deskriptif Komparatif, Instrumen yang digunakan adalah tensi meter digital, lembar observasi.
Hasil dari penelitian sebelum diberikan terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam didapatkan subjek 1 Ny.
M yaitu 154/95 mmHg dan subjek 2 Ny.
E yaitu 150/98 mmHg.
Hasil pemeriksaan pada hari terakhir setelah diberikan terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam selama 7 hari didapatkan subjek 1 Ny.
M yaitu 144/80 mmHg dan subjek 2 Ny.
E yaitu 140/90 mmHg.
Untuk hasil perbandingan pada kedua subjek sebelum dan sesudah diberikan terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam didapatkan nilai rata-rata perbandingan 24 mmhg diastole dan 15 mmhg sistole.
Semua subjek mengalami penurunan tekanan darah menjadi normal.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam berpengaruh untuk penurunan tekanan darah pada keluarga dengan masalah hipertensi di RW 11 Kelurahan Kebon Pala.
Hypertension is a disease of high blood pressure, this is a degenerative problem that occurs in society and families.
Management of hypertension can be done in two ways, namely pharmacological and non-pharmacological, one of which is foot soak therapy with a decoction of lemongrass and salt.
The aim of this research is to determine the implementation of foot soak therapy with boiled lemongrass and salt to reduce blood pressure in families with hypertension problems in RW 11 Kebon Pala Village.
The sample used was a case study with 2 subjects, Mrs.
M is 63 years old & Mrs.
E 55 years old.
This research was carried out from 03 June 2024 to 09 June 2024.
The method used was the observation method, digital pressure meter, operational procedure unit sheet, observation sheet.
The results of the research before being given foot soak therapy with boiled lemongrass and salt were obtained by subject 1 Mrs.
M, namely 154/95 mmHg and subject 2 Mrs.
E is 150/98 mmHg.
The results of the examination on the last day after being given foot soak therapy with lemongrass decoction and salt were obtained by subject 1 Mrs.
M, namely 144/80 mmHg and subject 2 Mrs.
E is 140/90 mmHg.
For comparison results for the two subjects before and after being given foot soak therapy with a decoction of lemongrass and salt, the average comparison value was 24 mmHg diastole and 15 mmHg systole.
All subjects experienced a decrease in blood pressure to normal.
The conclusion of this study shows that foot soak therapy with boiled lemongrass and salt has an effect on reducing blood pressure in families with hypertension problems in RW 11 Kebon Pala Village.
Related Results
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
EFEKTIFITAS PEMBERIAN SEDUHAN DAUN SUNGKAI (PERONEMA CANESCENS JACK) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA
Salah satu terapi pengobatan non farmakologis untuk hipertensi yaitu dengan pemberian seduhan daun sungkai. Daun sungkai (Peronema Canescens Jack) merupakan etnobotani Indonesia da...
GAMBARAN TEKANAN DARAH PADA PEMAIN MUSIK DI SEKOLAH MUSIK TOMS YAMAHA MUSIC SCHOOL MANADO
GAMBARAN TEKANAN DARAH PADA PEMAIN MUSIK DI SEKOLAH MUSIK TOMS YAMAHA MUSIC SCHOOL MANADO
Abstract: Blood pressureand pulse rateis very important in the health sectorin general, and particularly in the field of medicine, since the blood pressure and pulse rateis a facto...
Terapi Komplementer Rendam Kaki Air Jahe Hangat Untuk Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Puskesmas Puu Weri Kabupaten Sumba Barat
Terapi Komplementer Rendam Kaki Air Jahe Hangat Untuk Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Puskesmas Puu Weri Kabupaten Sumba Barat
Latar Belakang: Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik <140 mmHg dan diastolik <90 mmHg, kondisi ini adalah kondisi serius yang dikenal sebagai “the silent...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
Tekanan Darah pada lansia penderita hipertensi yaitu tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Untuk menstabilkan tekanan darah pada lansia hipertensi dengan menggun...
Studi Kasus: Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Jahe Hangat terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi
Studi Kasus: Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Jahe Hangat terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi
Latar Belakang: Hipertensi adalah kondisi tekanan darah sistolik yang menunjukkan hasil lebih dari 140/90 mmHg. Hipertensi terjadi akibat peningkatan tekanan darah yang menetap di ...
Hypertension Efek Bisoprolol Terhadap Penurunan Tekanan Arteri Rata-rata dan Laju jantung Pada Tikus Putih Jantan Hipertensi Dan Hipertensi komplikasi Hiperkolesterolemia
Hypertension Efek Bisoprolol Terhadap Penurunan Tekanan Arteri Rata-rata dan Laju jantung Pada Tikus Putih Jantan Hipertensi Dan Hipertensi komplikasi Hiperkolesterolemia
Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang banyak terjadi di Indonesia. Hal ini merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi, yaitu sebesar 25,8 %, sesuai denga...

