Javascript must be enabled to continue!
Analisis Kecelakaan Kerja pada Pekerja Bengkel Las
View through CrossRef
Kecelakaan kerja merupakan human eror yang sering terjadi pada pekerja. Terutama pada industri pengelasan atau bengkel las yang pekerjaannya tidak luput dari alat dan bahan yang berbahaya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las. Desain penelitian yang digunakan adalah studi cross-sectional. Responden penelitian adalah 41 pekerja dari 12 bengkel las di Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 39% responden mengalami kecelakaan kerja, 65,9% responden mengalami unsafe action, 63,4% responden mengalami unsafe condition, 56,1% responden adalah pekerja dengan umur yang beresiko, 43,9% responden memiliki pengetahuan kurang baik. Dari hasil uji statistik didapatkan bahwa ada hubungan antara unsafe action dengan kecelakaan kerja, ada hubungan antara unsafe condition dengan kecelakaan kerja, dan ada hubungan antara pengetahuan dengan kecelakaan kerja. Namun hasil penelitian menunjukkan umur tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las.
STIKes Payung Negeri Pekanbaru
Title: Analisis Kecelakaan Kerja pada Pekerja Bengkel Las
Description:
Kecelakaan kerja merupakan human eror yang sering terjadi pada pekerja.
Terutama pada industri pengelasan atau bengkel las yang pekerjaannya tidak luput dari alat dan bahan yang berbahaya.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las.
Desain penelitian yang digunakan adalah studi cross-sectional.
Responden penelitian adalah 41 pekerja dari 12 bengkel las di Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru.
Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 39% responden mengalami kecelakaan kerja, 65,9% responden mengalami unsafe action, 63,4% responden mengalami unsafe condition, 56,1% responden adalah pekerja dengan umur yang beresiko, 43,9% responden memiliki pengetahuan kurang baik.
Dari hasil uji statistik didapatkan bahwa ada hubungan antara unsafe action dengan kecelakaan kerja, ada hubungan antara unsafe condition dengan kecelakaan kerja, dan ada hubungan antara pengetahuan dengan kecelakaan kerja.
Namun hasil penelitian menunjukkan umur tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las.
Related Results
Novedades sobre el enterramiento femenino de la Primera Edad del Hierro de Casa del Carpio (Belvís de la Jara, Toledo)
Novedades sobre el enterramiento femenino de la Primera Edad del Hierro de Casa del Carpio (Belvís de la Jara, Toledo)
Las características de la ubicación de la tumba de Casa del Carpio (Belvís de la Jara, Toledo), las circunstancias de su documentación, y lo excepcional del ajuar documentado han c...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Dalam Sistem Hukum Nasional
The role of house worker is very important in our daily life. Developing of work frame fo house worker are more extend and complex as advance as the era. Kencana foundation is foun...
Hubungan antara Postur dan Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Pegawai Mekanik Bengkel Motor di Denpasar
Hubungan antara Postur dan Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Pegawai Mekanik Bengkel Motor di Denpasar
Kelelahan kerja merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja. Beberapa faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja di antaranya adalah aktivitas kerja fisik, stasi...
Penataan Bengkel Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ambon
Penataan Bengkel Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ambon
Manajemen bengkel merupakan cara untuk mengatur segala sesuatu dan sumber daya yang ada pada bengkel secara efektif dan efisien. Bengkel merupakan bagian dari sarana pendidikan, me...
STANDARISASI BENGKEL PENDIDIKAN OTOMATIS BERBASIS INDUSTRI
STANDARISASI BENGKEL PENDIDIKAN OTOMATIS BERBASIS INDUSTRI
Bengkel otomotif adalah salah satu bengkel D3 Jurusan Teknik Mesin di Politeknik negeri Ambon, Bengkel ini merupakan sarana praktikum dan riset mahasiswa dan dosen terkhusus dalam ...
Beban Kerja dan Kelelahan Kerja pada Pekerja Tatalaksana di Unisba
Beban Kerja dan Kelelahan Kerja pada Pekerja Tatalaksana di Unisba
Abstract. The workload is something that arises from the interaction between the needs of the work environment that is used as a workplace, and the skills and perceptions of worker...
VARIABEL KECELAKAAN KERJA PROYEK UNDERPASS- STUDI KASUS UNDERPASS BULAK KAPAL BEKASI
VARIABEL KECELAKAAN KERJA PROYEK UNDERPASS- STUDI KASUS UNDERPASS BULAK KAPAL BEKASI
Suatu proyek konstruksi memiliki kemungkinan terjadinya risiko kecelakaan kerja sehingga perlu adanya sistem keselamatan kerja konstruksi. Kecelakaan kerja pada proyek konstruksi d...

