Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN CEKUNGAN SAMPARA DENGAN MENGGUNAKAN DATA GRAVITASI CITRA GEOSAT

View through CrossRef
Saat ini telah dikembangkan pengukuran data medan gravitasi dari citra satelit. Data yang diperoleh dapat digunakan untuk memetakan anomali medan gravitasi global di permukaan bumi. Penggunaan data citra satelit telah dimanfaatkan dalam penelitian ini untuk memodelkan struktur bawah permukaan Cekungan Sampara. Data yang diperoleh dari citra satelit berupa data anomali udara bebas dan data topografi. Data tersebut telah terkoreksi apungan, pasang surut, dan lintang. Selanjutnya dilakukan koreksi Bouguer dan koreksi medan. Dari hasil koreksi tersebut diperoleh anomali medan gravitasi Bouguer lengkap yang selanjutnya dilakukan proses proyeksi pada bidang datar pada ketinggian rata-rata yaitu 200 meter dpl dan proses kontinuasi ke atas pada ketinggian 20000 meter dpl untuk memisahkan anomali medan gravitasi Bouguer lengkap regional dan residual. Analisis selanjutnya yaitu Second Vertical Derivative untuk mengetahui jenis patahan. Dari hasil pemodelan menggunakan Oasis Montaj diperoleh menunjukan nilai densitas 1,85 gr/cm3 sebagai Formasi Aluvium. Lapisan kedua nilai densitas 2,1 gr/cm3 sebagai Formasi Alangga. Lapisan ketiga nilai densitas 2,45 gr/cm3 sebagai Kompleks Ultramafik. Lapisan keempat nilai densitas 2,91 gr/cm3 sebagai batuan malihan
Title: INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN CEKUNGAN SAMPARA DENGAN MENGGUNAKAN DATA GRAVITASI CITRA GEOSAT
Description:
Saat ini telah dikembangkan pengukuran data medan gravitasi dari citra satelit.
Data yang diperoleh dapat digunakan untuk memetakan anomali medan gravitasi global di permukaan bumi.
Penggunaan data citra satelit telah dimanfaatkan dalam penelitian ini untuk memodelkan struktur bawah permukaan Cekungan Sampara.
Data yang diperoleh dari citra satelit berupa data anomali udara bebas dan data topografi.
Data tersebut telah terkoreksi apungan, pasang surut, dan lintang.
Selanjutnya dilakukan koreksi Bouguer dan koreksi medan.
Dari hasil koreksi tersebut diperoleh anomali medan gravitasi Bouguer lengkap yang selanjutnya dilakukan proses proyeksi pada bidang datar pada ketinggian rata-rata yaitu 200 meter dpl dan proses kontinuasi ke atas pada ketinggian 20000 meter dpl untuk memisahkan anomali medan gravitasi Bouguer lengkap regional dan residual.
Analisis selanjutnya yaitu Second Vertical Derivative untuk mengetahui jenis patahan.
Dari hasil pemodelan menggunakan Oasis Montaj diperoleh menunjukan nilai densitas 1,85 gr/cm3 sebagai Formasi Aluvium.
Lapisan kedua nilai densitas 2,1 gr/cm3 sebagai Formasi Alangga.
Lapisan ketiga nilai densitas 2,45 gr/cm3 sebagai Kompleks Ultramafik.
Lapisan keempat nilai densitas 2,91 gr/cm3 sebagai batuan malihan.

Related Results

Interpretasi Geologi Cekungan Singkawang, Kalimantan Barat, Berdasarkan Analisis Data Gayaberat dan Seismik
Interpretasi Geologi Cekungan Singkawang, Kalimantan Barat, Berdasarkan Analisis Data Gayaberat dan Seismik
Cekungan Singkawang merupakan salah satu cekungan sedimen di Indonesia yang belum dieksplorasi secara optimal. Cekungan ini berumur Pra-Tersier dan secara ekonomis belum cukup terb...
INTERPRETASI GEOLOGI CEKUNGAN BERAU - PAPUA DAN SEKITARNYA, BERDASARKAN ANALISIS DATA GAYABERAT
INTERPRETASI GEOLOGI CEKUNGAN BERAU - PAPUA DAN SEKITARNYA, BERDASARKAN ANALISIS DATA GAYABERAT
Cekungan Berau merupakan cekungan yang mempunyai potensi menghasilkan hidrokarbon seperti halnya cekungan Bintuni dan Salawati. Penelitian yang telah dilakukan pada cekungan ini um...
GRAVITASI: GAYA vs. GEOMETRI
GRAVITASI: GAYA vs. GEOMETRI
Perdebatan mengenai hakekat gravitasi masih banyak dibahas oleh para fisikawan hingga saat ini. Apakah gravitasi merupakan suatu medan gaya yang eksis dalam ruangwaktu atau suatu m...
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
Enkripsi citra dengan metode fraktal adalah proses penyandian yang mengubah citra asli (plain image) menjadi citra yang tidak bisa dimengerti (cipher image) dengan menggunakan citr...
PENGGUNAAN CITRA HIMPUNAN JULIA SEBAGAI CITRA SAMPUL UNTUK MENYEMBUNYIKAN CITRA RAHASIA
PENGGUNAAN CITRA HIMPUNAN JULIA SEBAGAI CITRA SAMPUL UNTUK MENYEMBUNYIKAN CITRA RAHASIA
Steganografi dengan metode fraktal (fractal steganography) adalah teknik menyembunyikan informasi atau pesan, yang dapat berupa citra rahasia, dalam suatu citra sampul (cover image...
POLA ARUS LAUT PERMUKAAN DI PERAIRAN TANJUNG TIRAM KONAWE SELATAN
POLA ARUS LAUT PERMUKAAN DI PERAIRAN TANJUNG TIRAM KONAWE SELATAN
Arus laut permukaan merupakan arus laut yang bergerak pada lapisan massa air permukaan. Beberapa faktor yang membangkitkan arus permukaan pada perairan sekitar pantai umumnya bersu...
PENGAMANAN CITRA SIDIK JARI MENGGUNAKAN KRIPTOGRAFI DAN STEGANOGRAFI FRAKTAL
PENGAMANAN CITRA SIDIK JARI MENGGUNAKAN KRIPTOGRAFI DAN STEGANOGRAFI FRAKTAL
Banyak data multimedia penting yang bertransmisi di internet, seperti data sidik jari, dan perlu dilakukan pengamanan terhadap data tersebut. Pengamanan citra sidik jari dilakukan ...

Back to Top