Javascript must be enabled to continue!
Aktualisasi Pancasila Berdasarkan Etika Kebajikan Kristiani
View through CrossRef
Abstract. Pancasila is a minimal morality, reiteration of maximal moralities lived by various religious groups in Indonesia. As minimal morality, Pancasila is needed for social solidarity and criticism in the public sphere. Hence all religious groups in Indonesia, including Christians, need to continuously actualize the historical essence of the principles of Pancasila from the faith perspective of the respected religious group. This writing intends to demonstrate the actualization of the principles of Pancasila from the perspective of Virtues Ethics. Through this study it can be concluded that the essence of the Pancasila is not something apart from what Christians believe and live. Pancasila has its resonance in specific Christian virtues of hope, vulnerability, humility, forbearance, and empathy.Abstrak. Pancasila adalah moralitas minimal yang merupakan reiterasi dari berbagai moralitas maksimal yang dimiliki oleh kelompok-kelompok agama yang berbeda-beda di Indonesia. Sebagai moralitas minimal, Pancasila dibutuhkan untuk solidaritas sosial dan kritik sosial di ruang publik. Oleh karena itu semua kelompok umat beragama di Indonesia, termasuk orang-orang Kristen, perlu terus menerus mengaktualisasikan esensi historis sila-sila Pancasila dari perspektif iman masing-masing. Tulisan ini bermaksud menunjukkan aktualisasi sila-sila Pancasila dari sudut pandang Etika Kebajikan. Melalui kajian ini dapat disimpulkan esensi sila-sila Pancasila bukanlah sesuatu yang asing dari apa yang diyakini serta dihidupi orang-orang Kristen. Sila-sila Pancasila mendapatkan resonansinya dalam kebajikan-kebajikan Kristiani yang spesifik, yaitu pengharapan, kerentanan, kerendahan hati, kesabaran sepenanggungan, dan empati.
Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta
Title: Aktualisasi Pancasila Berdasarkan Etika Kebajikan Kristiani
Description:
Abstract.
Pancasila is a minimal morality, reiteration of maximal moralities lived by various religious groups in Indonesia.
As minimal morality, Pancasila is needed for social solidarity and criticism in the public sphere.
Hence all religious groups in Indonesia, including Christians, need to continuously actualize the historical essence of the principles of Pancasila from the faith perspective of the respected religious group.
This writing intends to demonstrate the actualization of the principles of Pancasila from the perspective of Virtues Ethics.
Through this study it can be concluded that the essence of the Pancasila is not something apart from what Christians believe and live.
Pancasila has its resonance in specific Christian virtues of hope, vulnerability, humility, forbearance, and empathy.
Abstrak.
Pancasila adalah moralitas minimal yang merupakan reiterasi dari berbagai moralitas maksimal yang dimiliki oleh kelompok-kelompok agama yang berbeda-beda di Indonesia.
Sebagai moralitas minimal, Pancasila dibutuhkan untuk solidaritas sosial dan kritik sosial di ruang publik.
Oleh karena itu semua kelompok umat beragama di Indonesia, termasuk orang-orang Kristen, perlu terus menerus mengaktualisasikan esensi historis sila-sila Pancasila dari perspektif iman masing-masing.
Tulisan ini bermaksud menunjukkan aktualisasi sila-sila Pancasila dari sudut pandang Etika Kebajikan.
Melalui kajian ini dapat disimpulkan esensi sila-sila Pancasila bukanlah sesuatu yang asing dari apa yang diyakini serta dihidupi orang-orang Kristen.
Sila-sila Pancasila mendapatkan resonansinya dalam kebajikan-kebajikan Kristiani yang spesifik, yaitu pengharapan, kerentanan, kerendahan hati, kesabaran sepenanggungan, dan empati.
Related Results
BOOK REVIEW : PANCASILA DASAR NEGARA PARIPURNA
BOOK REVIEW : PANCASILA DASAR NEGARA PARIPURNA
Book Pancasila Dasar Negara Paripurna is the work of Prof. Dr. Tukiran Taniredja, MM and Prof. Dr. Suyahmo, M.Si. that was written to commemorate and make all Indonesian people awa...
Profil Guru Pancasila Ditinjau dari Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara
Profil Guru Pancasila Ditinjau dari Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara
Kurikulum Merdeka Belajar mengusung kemerdekaan anak atau peserta didik dalam proses pendidikan. Tujuan dari kurikulum Merdeka Belajar diterjemahkan ke dalam Profil Pelajar Pancasi...
TEORI-TEORI ETIKA DAN SUMBANGAN PEMIKIRAN PARA FILSUF BAGI ETIKA BISNIS
TEORI-TEORI ETIKA DAN SUMBANGAN PEMIKIRAN PARA FILSUF BAGI ETIKA BISNIS
Sebagai ilmu preskriptif, etika adalah cabang filsafat yang mempertimbangakan secara kritis tindakan mana yang baik atau tindakan mana yang buruk berdasarkan ajaran moral tertentu....
Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila dalam Upacara Adat Kebo-keboan (Studi Kasus Upacara Adat Kebo-keboan Alasmalang)
Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila dalam Upacara Adat Kebo-keboan (Studi Kasus Upacara Adat Kebo-keboan Alasmalang)
Nilai-nilai Pancasila mulai menghilang dari kepribadian masyarakat Indonesia. Perlu adanya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang diwujudkan me...
Dinamika Pancasila dan Tantangan terhadap Pancasila
Dinamika Pancasila dan Tantangan terhadap Pancasila
Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan kesepakatan politik para founding fathers ketika negara Indonesia didirikan. Namun dalam perjalanan panjang kehidupan berbangs...
Disintegrasi Nasional Dalam Perspektif Filsafat Pancasila
Disintegrasi Nasional Dalam Perspektif Filsafat Pancasila
Disintegrasi nasional menjadi sebuah masalah besar dan kompleks yang kini tengah dihadapi bangsa Indonesia. Kajian ini bertujuan untuk memberikan perspektif baru perihal disintegra...
Membangun Hukum Yang Adil Dalam Bingkai Moralitas Pancasila
Membangun Hukum Yang Adil Dalam Bingkai Moralitas Pancasila
Abstract
Pancasila is used in lawmaking or becomes a big step in making laws and regulations in accordance with the spirit of the Indonesian state which is humane, just, civilized...
ANALISA KONSEP UNIVERSALITAS NILAI ISLAM DAN PANCASILA (STUDI PEMIKIRAN YUDI LATIF)
ANALISA KONSEP UNIVERSALITAS NILAI ISLAM DAN PANCASILA (STUDI PEMIKIRAN YUDI LATIF)
This article discusses the analysis of the universality concept of Islamic Values and Pancasila in yudi latif's discussion contained in his works. The successor to the Pancasila pr...

