Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Uji daya hambat ekstrak daun bayam petik (Amaranthus hybridus L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus

View through CrossRef
Abstract: Synthetic antibiotics have certain side effects, therefore, it is necessary to find alternative natural antibacterial materials which is easily available and to be cultivated, inter alia Amaranthus hybridus L. Its leaves contain active compounds, so they might have antibacterial potential. This study was aimed to determine the inhibitory effect of Amaranthus hybridus leaf extract on the growth of Staphylococcus aureus. This was a true experimental study using post test only control group design. This study was conducted at the Microbiology Laboratory of Faculty of Medicine and the Natural Phytochemical Laboratory of Faculty of Mathematics at Sam Ratulangi University. The modified Kirby-Bauer method was used with three wells, containing Amaranthus hybridus leaf extract, the positive control, and the negative control; and with 5 repetitions. The results showed that the average diameters of the inhibition zone of Amaranthus hybridus leaf extract and of the negative control were 0 mm meanwhile of erythromycin as the positive control was 38.8 mm. Conclusion: Amaranthus hybridus leaf extract had no inhibitory effect on Staphylococcus aureus. Keywords: inhibitory zone, Amaranthus hybridus L, Staphylococcus aureus Abstrak: Bahan antibiotik sintetik memiliki efek samping, sehingga perlu dicari bahan alternatif yaitu bahan alami yang mudah didapat dan dibudidayakan, salah satunya ialah bayam petik (Amaranthus hybridus L.). Daun bayam petik memiliki potensi antibakteri karena memiliki kandungan senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun bayam petik terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ialah eksperimental murni dengan post test only control group design. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran dan Labaratorium Fitokimia Fakultas MIPA Unsrat. Metode pengujian yang digunakan ialah modifikasi Kirby-Bauer dengan menggunakan tiga buah sumuran yang diberi ekstrak daun bayam petik, kontrol positif, dan kontrol negatif, sebanyak 5 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukan diameter rerata dari zona hambat yang terbentuk pada sumur dengan ekstrak daun bayam petik dan pada sumur dengan kontrol negatif ialah 0 mm, sedangkan pada sumur yang diberi kontrol positif amoksisilin terjadi resistensi sehingga diganti dengan eritromisin dan didapatkan rerata zona hambat ialah 38,8 mm. Simpulan: Ekstrak daun bayam petik (Amaranthus hybridus L.) tidak memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.Kata kunci: daya hambat, Amaranthus hybridus L, Staphylococcus aureus
Title: Uji daya hambat ekstrak daun bayam petik (Amaranthus hybridus L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus
Description:
Abstract: Synthetic antibiotics have certain side effects, therefore, it is necessary to find alternative natural antibacterial materials which is easily available and to be cultivated, inter alia Amaranthus hybridus L.
Its leaves contain active compounds, so they might have antibacterial potential.
This study was aimed to determine the inhibitory effect of Amaranthus hybridus leaf extract on the growth of Staphylococcus aureus.
This was a true experimental study using post test only control group design.
This study was conducted at the Microbiology Laboratory of Faculty of Medicine and the Natural Phytochemical Laboratory of Faculty of Mathematics at Sam Ratulangi University.
The modified Kirby-Bauer method was used with three wells, containing Amaranthus hybridus leaf extract, the positive control, and the negative control; and with 5 repetitions.
The results showed that the average diameters of the inhibition zone of Amaranthus hybridus leaf extract and of the negative control were 0 mm meanwhile of erythromycin as the positive control was 38.
8 mm.
Conclusion: Amaranthus hybridus leaf extract had no inhibitory effect on Staphylococcus aureus.
Keywords: inhibitory zone, Amaranthus hybridus L, Staphylococcus aureus Abstrak: Bahan antibiotik sintetik memiliki efek samping, sehingga perlu dicari bahan alternatif yaitu bahan alami yang mudah didapat dan dibudidayakan, salah satunya ialah bayam petik (Amaranthus hybridus L.
).
Daun bayam petik memiliki potensi antibakteri karena memiliki kandungan senyawa aktif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun bayam petik terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Jenis penelitian ialah eksperimental murni dengan post test only control group design.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran dan Labaratorium Fitokimia Fakultas MIPA Unsrat.
Metode pengujian yang digunakan ialah modifikasi Kirby-Bauer dengan menggunakan tiga buah sumuran yang diberi ekstrak daun bayam petik, kontrol positif, dan kontrol negatif, sebanyak 5 kali pengulangan.
Hasil penelitian menunjukan diameter rerata dari zona hambat yang terbentuk pada sumur dengan ekstrak daun bayam petik dan pada sumur dengan kontrol negatif ialah 0 mm, sedangkan pada sumur yang diberi kontrol positif amoksisilin terjadi resistensi sehingga diganti dengan eritromisin dan didapatkan rerata zona hambat ialah 38,8 mm.
Simpulan: Ekstrak daun bayam petik (Amaranthus hybridus L.
) tidak memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Kata kunci: daya hambat, Amaranthus hybridus L, Staphylococcus aureus.

Related Results

<b>Pengaruh Jarak Tanam Berbeda pada Tanaman Bayam Merah (<i>Amaranthus Tricolor L) </i>dan Bayam Hijau (<i>Amaranthus Viridis</i>)</b>
<b>Pengaruh Jarak Tanam Berbeda pada Tanaman Bayam Merah (<i>Amaranthus Tricolor L) </i>dan Bayam Hijau (<i>Amaranthus Viridis</i>)</b>
Penelitian ini telah mengkaji pengaruh jarak tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil panen bayam merah (Amaranthus tricolor L) dan bayam hijau (Amaranthus viridis). Berda...
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Salam (Syzgium polyanthum) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Salam (Syzgium polyanthum) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus
Manfaat daun salam telah dibuktikan oleh penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dan hasilnya daun salam memiliki zat-zat yang berguna untuk dunia kesehatan, terutama...
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK ANGUR LAUT (Caulerpa racemosa) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus PENYEBAB JERAWAT
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK ANGUR LAUT (Caulerpa racemosa) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus PENYEBAB JERAWAT
ABSTRAK Ekstrak etanol anggur laut memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang merupakan salah satu bakteri penyebab jerawat. Oleh karena itu, untuk me...
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SABUN CAIR BERBAHAN DASAR MINYAK ZAITUN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU AIR (Syzygium aqueum)
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SABUN CAIR BERBAHAN DASAR MINYAK ZAITUN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU AIR (Syzygium aqueum)
Tanaman Daun Jambu Air (Syzygium aqueum) merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat dalam dunia kesehatan. salah satu bagian tanaman yang banyak digunakan ialah daun...
Studi Literatur Pemanfaatan Jarak Cina (Jatropha multifida L.) sebagai Antibakteri
Studi Literatur Pemanfaatan Jarak Cina (Jatropha multifida L.) sebagai Antibakteri
Abstract. The plants used were leaves and sap of Jatropha (Jatropha multifida L.). Jatropha contains flavonoids, alkaloids, tannins, saponins and phenolic acids, the compound conte...

Back to Top