Javascript must be enabled to continue!
PERTUMBUHAN Aglonema sp. VARIETAS RED BORJU SECARA IN VITRO DENGAN PENAMBAHAN BAHAN ORGANIK BAWANG MERAH (Allium cepa) DAN TAOGE (Phaseolus radiatus)
View through CrossRef
Aglonema merupakan tanaman hias yang memiliki berbagai macam variasi daun, baik dari motif, bentuk, warna dan ukurannya. Aglonema sp. var Red Borju mempunyai daya tarik pada daun yang berwarna hijau tua dan merah muda pada tulang daunnya. Tanaman ini mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, namun budidayanya masih terbatas. Teknik kultur jaringan dengan penambahan bahan organik merupakan salah satu alternatif perbanyakan tanaman Aglonema sp. untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat. Dengan teknik kultur jaringan bisa didapatkan bibit tanaman dalam jumlah yang banyak, seragam sehat dan dalam waktu yang lebih singkat. Bahan organik yang ditambahkan ke dalam media dapat digunakan sebagai zat pengatur tumbuh alami yang membantu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan konsentrasi bahan organik bawang merah (Allium cepa) dan taoge (Phaseolus radiatus) terbaik terhadap pertumbuhan eksplan Aglonema sp. Varietas Red Borju secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan organik bawang merah lebih berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman Aglonema sp. Varietas Red Borju dibanding bahan organik taoge. Konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan tanaman diperoleh pada penambahan bahan organik bawang merah 25 g/L yaitu pada penambahan tinggi tanaman 7,4 cm, jumlah tunas 6 tunas, jumlah akar 6,3 akar dan jumlah daun 3 helai. Hal ini berarti bahwa pemberian bahan organik bawang merah dengan konsentrasi rendah (25 g/L) dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman Aglonema sp. secara in vitro.
Universitas Mulawarman
Title: PERTUMBUHAN Aglonema sp. VARIETAS RED BORJU SECARA IN VITRO DENGAN PENAMBAHAN BAHAN ORGANIK BAWANG MERAH (Allium cepa) DAN TAOGE (Phaseolus radiatus)
Description:
Aglonema merupakan tanaman hias yang memiliki berbagai macam variasi daun, baik dari motif, bentuk, warna dan ukurannya.
Aglonema sp.
var Red Borju mempunyai daya tarik pada daun yang berwarna hijau tua dan merah muda pada tulang daunnya.
Tanaman ini mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, namun budidayanya masih terbatas.
Teknik kultur jaringan dengan penambahan bahan organik merupakan salah satu alternatif perbanyakan tanaman Aglonema sp.
untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat.
Dengan teknik kultur jaringan bisa didapatkan bibit tanaman dalam jumlah yang banyak, seragam sehat dan dalam waktu yang lebih singkat.
Bahan organik yang ditambahkan ke dalam media dapat digunakan sebagai zat pengatur tumbuh alami yang membantu pertumbuhan tanaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan konsentrasi bahan organik bawang merah (Allium cepa) dan taoge (Phaseolus radiatus) terbaik terhadap pertumbuhan eksplan Aglonema sp.
Varietas Red Borju secara in vitro.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan organik bawang merah lebih berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman Aglonema sp.
Varietas Red Borju dibanding bahan organik taoge.
Konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan tanaman diperoleh pada penambahan bahan organik bawang merah 25 g/L yaitu pada penambahan tinggi tanaman 7,4 cm, jumlah tunas 6 tunas, jumlah akar 6,3 akar dan jumlah daun 3 helai.
Hal ini berarti bahwa pemberian bahan organik bawang merah dengan konsentrasi rendah (25 g/L) dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman Aglonema sp.
secara in vitro.
Related Results
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan family dari Lilyceae yang berasal dari Asia Tengah, yaitu sekitar Bangladesh, India, dan Pakistan. Bawang merah merupakan salah satu ...
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber peng...
Pengaruh Pupuk Kandang Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Lahan Gambut
Pengaruh Pupuk Kandang Dan Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Lahan Gambut
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah bumbu masak yang populer digunakan dalam berbagai masakan. Untuk memenuhi kebutuhan produksi bawang...
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
<pre>Bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsi Sumatera Utara. Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi. Namun dem...
Hubungan antara Durasi Penyimpanan Umbi dan Kinerja Pertumbuhan serta Hasil Dua Varietas Bawang Merah
Hubungan antara Durasi Penyimpanan Umbi dan Kinerja Pertumbuhan serta Hasil Dua Varietas Bawang Merah
Bulb storage is a crucial post-harvest treatment in shallot (Allium ascalonicum L.) farming because suboptimal storage duration can reduce the quality of the bulbs, making them dif...
Analisis Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Akibat Pengaturan Jarak Tanam
Analisis Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Akibat Pengaturan Jarak Tanam
Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia sehingga dapat menyumbang devisa bagi...
Aplikasi Biopestisida Fobio Terhadap Penyakit Moler (Fusarium oxysporum) Pada Tiga Varietas Bawang Merah Di Kota Probolinggo
Aplikasi Biopestisida Fobio Terhadap Penyakit Moler (Fusarium oxysporum) Pada Tiga Varietas Bawang Merah Di Kota Probolinggo
Latar Belakang: Bawang merah (Allium Ascolonicum L). merupakan tanaman musiman yang banyak ditanam oleh para petani secara intensif. Meskipun permintaan hasil produktivitas tanaman...
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Shallots are vegetable commodities that have long been superior and have been intensively cultivated by many farmers. They belong to the group of non-substituted spices that functi...

