Javascript must be enabled to continue!
Konsep dan Nilai Budaya Jawa dalam Novel Jalan Menikung Karya Umar Kayam
View through CrossRef
Karya sastra diciptakan untuk dinikmati, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Perkembangan karya sastra selalu dikaitkan dengan manusia dan kehidupannya. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep-konsep budaya Jawa dalam novel Jalan Menikung karya Umar Kayam dan hubungan realita dalam masyarakat dengan kehidupan dalam novel Jalan Menikung. Metode yang dipergunakan adalah metode deskriptif analisis. Metode ini digunakan untuk menguraikan dengan memberikan pemahaman dan penjelasan yang memadai sehubungan dengan fakta-fakta empirik yang berkait dengan masalah yang diajukan dalam tulisan ini. Beberapa konsep budaya Jawa dalam novel ini di antaranya sikap feodalistik, sikap keagamaan, kerumangsan, aja dumeh yang dimiliki orang Jawa, sikap tepa slira dan mawas diri, serta hubungannya dengan sanak digambarkan secara gamblang dan jelas oleh Umar Kayam melalui watak dan cakapan masing-masing para tokoh di dalamnya. Hal itu merupakan bentuk pengejawantahan kehidupan Umar Kayam yang memang kental dengan aspek-aspek budaya Jawa, sehingga ia tahu betul bagaimana kehidupan orang Jawa, filsafat yang dianutnya memang sudah mendasar dalam dirinya. Filsafat tersebut difungsikan sebagai pedoman hidup, kunci pengendalian diri, dan sebagai pondasi dalam berinteraksi sosial.
Title: Konsep dan Nilai Budaya Jawa dalam Novel Jalan Menikung Karya Umar Kayam
Description:
Karya sastra diciptakan untuk dinikmati, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Perkembangan karya sastra selalu dikaitkan dengan manusia dan kehidupannya.
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep-konsep budaya Jawa dalam novel Jalan Menikung karya Umar Kayam dan hubungan realita dalam masyarakat dengan kehidupan dalam novel Jalan Menikung.
Metode yang dipergunakan adalah metode deskriptif analisis.
Metode ini digunakan untuk menguraikan dengan memberikan pemahaman dan penjelasan yang memadai sehubungan dengan fakta-fakta empirik yang berkait dengan masalah yang diajukan dalam tulisan ini.
Beberapa konsep budaya Jawa dalam novel ini di antaranya sikap feodalistik, sikap keagamaan, kerumangsan, aja dumeh yang dimiliki orang Jawa, sikap tepa slira dan mawas diri, serta hubungannya dengan sanak digambarkan secara gamblang dan jelas oleh Umar Kayam melalui watak dan cakapan masing-masing para tokoh di dalamnya.
Hal itu merupakan bentuk pengejawantahan kehidupan Umar Kayam yang memang kental dengan aspek-aspek budaya Jawa, sehingga ia tahu betul bagaimana kehidupan orang Jawa, filsafat yang dianutnya memang sudah mendasar dalam dirinya.
Filsafat tersebut difungsikan sebagai pedoman hidup, kunci pengendalian diri, dan sebagai pondasi dalam berinteraksi sosial.
Related Results
PRODUKSI DAN DISTRIBUSI SASTRA KANON: STUDI KASUS PENERBITAN BUKU UMAR KAYAM
PRODUKSI DAN DISTRIBUSI SASTRA KANON: STUDI KASUS PENERBITAN BUKU UMAR KAYAM
The birth of the publisher indie as an agent of the literature books canon cannot be released from the publishing history of the Dutch Indian era. The spirit of the indie publisher...
EVALUASI TATA HIJAU JALUR HIJAU JALAN KOTA PEKANBARU
EVALUASI TATA HIJAU JALUR HIJAU JALAN KOTA PEKANBARU
Jalur hijau kota Pekanbaru didominasi penanaman pohon dengan berbagai macam bentuk tajuk dan juga penanaman perdu dan penutup tanah dengan berbagai macam pola. Evaluasi terhadap ta...
ANALISIS NILAI BUDAYA DALAM HIKAYAT BANTA AMAT JILID I DAN II KARYA T. A. SAKTI
ANALISIS NILAI BUDAYA DALAM HIKAYAT BANTA AMAT JILID I DAN II KARYA T. A. SAKTI
This study aims to describe the cultural values contained in the Hikayat Banta Amat Volume I and II by T. A. Sakti. Cultural value is very important to be studied in order to pre...
MORALITAS DALAM NOVEL PARA PRIYAYI KARYA UMAR KAYAM MORALITY IN UMAR KAYAM‘S NOVEL PARA PRIYAYI
MORALITAS DALAM NOVEL PARA PRIYAYI KARYA UMAR KAYAM MORALITY IN UMAR KAYAM‘S NOVEL PARA PRIYAYI
<p>ABSTRAK <br /> <br />Novel merupakan media yang dapat menjadi sarana untuk menyampaikan nilai moral kehidupan. Nilai moral dimaksudkan untuk menerangkan apa y...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN LALU LINTAS DAN KLASIFIKASI CEDERA PADA KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS
GAMBARAN FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN LALU LINTAS DAN KLASIFIKASI CEDERA PADA KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS
Penelitian ini menggambarkan distribusi faktor penyebab kecelakaan lalu lintas berdasarkan klasifikasi cedera korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di lingkungan Universitas X...
KEPUASAN PENGGUNA JALAN TERHADAP PELAYANAN JALAN PROVINSI DI KALIMANTAN BARAT
KEPUASAN PENGGUNA JALAN TERHADAP PELAYANAN JALAN PROVINSI DI KALIMANTAN BARAT
Abstract
The quality of road services includes the performance of road infrastructure components, which include road pavement structures, road geometry, road complementary buil...
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN PADA KONTRUKSI JALAN, BANGUNAN PELENGKAP DAN FASILITAS PENDUKUNG JALAN STUDI KASUS JALAN DURI-PEKANBARU KM 30-31 KECAMATAN MINAS KABUPATEN SIAK
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN PADA KONTRUKSI JALAN, BANGUNAN PELENGKAP DAN FASILITAS PENDUKUNG JALAN STUDI KASUS JALAN DURI-PEKANBARU KM 30-31 KECAMATAN MINAS KABUPATEN SIAK
Ruas jalan Duri - Pekanbaru KM 30-31 merupakan ruas jalan nasional dengan kondisi geometrik yang mempunyai jalur yang menikung dan perkerasan jalan ini mulai mengalami kerusa...

