Javascript must be enabled to continue!
Bahasa Indonesia dalam Belitan Media Sosial: Dari Cabe-Cabean Hingga Tafsir Al-Maidah 51
View through CrossRef
Media sosial dalam praktiknya menggunakan bahasa sebagai medium utama untuk saling berinteraksi. Bahasa menjadi prasyarat mutlak agar komunikasi para penggunanya dapat berjalan lancar. Dalam konteks Indonesia, bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. Salah satu fungsinya digunakan sebagai alat pengembangan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan dan teknologi. Kebudayaan nasional yang beragam, rasanya tidaklah mungkin dapat disebarluaskan kepada masyarakat dengan menggunakan bahasa lain, selain bahasa Indonesia. Hal ini juga berlaku dalam penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, termasuk dalam penggunaan media sosial. Tidak dapat dimungkiri perkembangan media sosial yang kini dapat diakses dengan mudah oleh hampir seluruh kalangan masyarakat telah memberikan banyak manfaat, namun juga menjadi ancaman terhadap eksistensi bahasa Indonesia. Misalnya, fenomena bahasa alay dan memudarnya etika dalam bertutur. Variasi-variasi dalam bahasa alay mayoritas dipopulerkan oleh kalangan remaja di media sosial. Dan harus diakui bahwa eksistensi bahasa gaul tersebut tampaknya mulai merongrong kewibawaan bahasa Indonesia dari segi kaidah tata bahasa. Selain itu, media sosial kadang hanya digunakan sebagai wadah mengekspresikan kemarahan dan caci-maki, serta tulisan-tulisan yang memuat konten pornografi dan provokasi, sehingga yang terjadi adalah semakin memudarnya etika bersopan santun dalam bertutur. Terhadap persoalan tersebut, beragam upaya dapat dilakukan dalam membina dan mengembangkan bahasa Indonesia. Salah satunya melalui pendekatan pembelajaran bahasa Indonesia yang menggunakan media sosial dalam membantu siswa memahami kaidah tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini dapat dilakukan karena media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, terutama kalangan remaja. Selain itu, juga harus ditanamkan sejak dini rasa cinta dan bangga terhadap bahasa Indonesia dengan cara membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar sesuai dengan kaidah dan konteks yang berlaku.
Title: Bahasa Indonesia dalam Belitan Media Sosial: Dari Cabe-Cabean Hingga Tafsir Al-Maidah 51
Description:
Media sosial dalam praktiknya menggunakan bahasa sebagai medium utama untuk saling berinteraksi.
Bahasa menjadi prasyarat mutlak agar komunikasi para penggunanya dapat berjalan lancar.
Dalam konteks Indonesia, bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara.
Salah satu fungsinya digunakan sebagai alat pengembangan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kebudayaan nasional yang beragam, rasanya tidaklah mungkin dapat disebarluaskan kepada masyarakat dengan menggunakan bahasa lain, selain bahasa Indonesia.
Hal ini juga berlaku dalam penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, termasuk dalam penggunaan media sosial.
Tidak dapat dimungkiri perkembangan media sosial yang kini dapat diakses dengan mudah oleh hampir seluruh kalangan masyarakat telah memberikan banyak manfaat, namun juga menjadi ancaman terhadap eksistensi bahasa Indonesia.
Misalnya, fenomena bahasa alay dan memudarnya etika dalam bertutur.
Variasi-variasi dalam bahasa alay mayoritas dipopulerkan oleh kalangan remaja di media sosial.
Dan harus diakui bahwa eksistensi bahasa gaul tersebut tampaknya mulai merongrong kewibawaan bahasa Indonesia dari segi kaidah tata bahasa.
Selain itu, media sosial kadang hanya digunakan sebagai wadah mengekspresikan kemarahan dan caci-maki, serta tulisan-tulisan yang memuat konten pornografi dan provokasi, sehingga yang terjadi adalah semakin memudarnya etika bersopan santun dalam bertutur.
Terhadap persoalan tersebut, beragam upaya dapat dilakukan dalam membina dan mengembangkan bahasa Indonesia.
Salah satunya melalui pendekatan pembelajaran bahasa Indonesia yang menggunakan media sosial dalam membantu siswa memahami kaidah tata bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Hal ini dapat dilakukan karena media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, terutama kalangan remaja.
Selain itu, juga harus ditanamkan sejak dini rasa cinta dan bangga terhadap bahasa Indonesia dengan cara membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar sesuai dengan kaidah dan konteks yang berlaku.
Related Results
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik adalah salah satu cabang ilmu dalam bidang linguistik terapan yang mempelajari keterkaitan antara aspek sosial dan psikologis dalam proses penggunaan dan pema...
Karakteristik Tafsir Tahlili dan Tafsir Ijmali
Karakteristik Tafsir Tahlili dan Tafsir Ijmali
Penelitian ini bertujuan untuk memperjelas perbedaan karakteristik antara tafsir tahlili dan tafsir ijmali dalam Al-Quran. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif dengan analis...
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
Al-Qur’an, dalam tradisi pemikiran Islam, telah melahirkan sederetan teks turunan yang demikian luas dan mengagumkan yang disebut Tafsir. Tafsir al-Qur’an adalah penjelasan tentang...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Dayah Ummul Ayman is one of the largest dayah in Aceh. The teaching of tafsir in this dayah is carried out through dayah curriculum and adapted to the abilities of students. Standa...
PERSPEKTIF AKULTURASI NILAI BILINGUALISME BAHASA DI SITUBONDO
PERSPEKTIF AKULTURASI NILAI BILINGUALISME BAHASA DI SITUBONDO
Abstrak, Indonesia sebagai sebuah bangsa memiliki keragaman budaya dan bahasa yang sangat tinggi. Tingkat kemajemukan yang sangat tinggi ini tercermin dalamjumlahbahasa daerah yang...

