Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KABINET INDONESIA MAJU: UPAYA PENCAPAIAN KESEJAHTERAAN UMUM ATAU UNTUK PRIBADI/GOLONGAN SERTA RELEVANSINYA DENGAN KONSEP ARISTOTELIAN

View through CrossRef
Baru-baru ini masyarakat Indonesia mendapatkan kabar dilantiknya para menteri beserta wakilnya dimana susunan menteri-menteri tersebut dinamakan Kabinet Indonesia Maju yang akan bekerja pada periode 2019-2024. Penyusunan kabinet tersebut pada dasarnya adalah sebagai upaya pemerintah dalam mewujudkan salah satu tujuan berdirinya negara Indonesia yakni kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal itu sesuai dengan Konsep Aristotelian yang menyatakan bahwa tujuan terbentuknya negara yaitu untuk mencapai bonum commune (kesejahteraan umum). Selain itu, Konsep Aristotelian juga menggolongkan bentuk-bentuk negara sebagai bentuk konstitusi diantaranya konstitusi ideal dan konstitusi tidak ideal. Sistem politik di Indonesia mengacu pada sistem demokrasi yang menurut Konsep Aristotelian termasuk bentuk konstitusi tidak ideal. Hal ini terjadi karena banyak negara-negara menjalankan sistem politik demokrasi namun bukan demokrasi murni. Seringkali terjadi penyalahgunaan demokrasi baik dilakukan oleh individu atau pribadi maupun golongan sehingga hal tersebut sangat merugikan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. Disini kami membahas kemungkinan adanya penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah dalam menyususn Kabinet Indonesia Maju yang dapat dikategorikan sebagai penyalahgunaan demokrasi. Dengan menggali informasi dari berita yang dimuat di salah satu media nasional, muncul dugaan bahwa penyusunan Kabinet Indonesia Maju mengacu pada politik balas budi jadi bukan semata-mata untuk kepentingan rakyat namun juga untuk kepentingan para elit politik. Adanya penyimpangan tersebut menunjukkan adanya penyalahgunaan demokrasi yang berujung pada situasi politik bahkan keamanan serta perekonomian menjadi tidak kondusif sehingga menjadikan demokrasi sebagai sistem yang tidak ideal bagi suatu negara. Hal tersebut sangat relevan dengan Konsep Aristokrasi yang mengkategorikan demokrasi sebagai bentuk konstitusi yang tidak ideal.
Center for Open Science
Title: KABINET INDONESIA MAJU: UPAYA PENCAPAIAN KESEJAHTERAAN UMUM ATAU UNTUK PRIBADI/GOLONGAN SERTA RELEVANSINYA DENGAN KONSEP ARISTOTELIAN
Description:
Baru-baru ini masyarakat Indonesia mendapatkan kabar dilantiknya para menteri beserta wakilnya dimana susunan menteri-menteri tersebut dinamakan Kabinet Indonesia Maju yang akan bekerja pada periode 2019-2024.
Penyusunan kabinet tersebut pada dasarnya adalah sebagai upaya pemerintah dalam mewujudkan salah satu tujuan berdirinya negara Indonesia yakni kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Hal itu sesuai dengan Konsep Aristotelian yang menyatakan bahwa tujuan terbentuknya negara yaitu untuk mencapai bonum commune (kesejahteraan umum).
Selain itu, Konsep Aristotelian juga menggolongkan bentuk-bentuk negara sebagai bentuk konstitusi diantaranya konstitusi ideal dan konstitusi tidak ideal.
Sistem politik di Indonesia mengacu pada sistem demokrasi yang menurut Konsep Aristotelian termasuk bentuk konstitusi tidak ideal.
Hal ini terjadi karena banyak negara-negara menjalankan sistem politik demokrasi namun bukan demokrasi murni.
Seringkali terjadi penyalahgunaan demokrasi baik dilakukan oleh individu atau pribadi maupun golongan sehingga hal tersebut sangat merugikan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.
Disini kami membahas kemungkinan adanya penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah dalam menyususn Kabinet Indonesia Maju yang dapat dikategorikan sebagai penyalahgunaan demokrasi.
Dengan menggali informasi dari berita yang dimuat di salah satu media nasional, muncul dugaan bahwa penyusunan Kabinet Indonesia Maju mengacu pada politik balas budi jadi bukan semata-mata untuk kepentingan rakyat namun juga untuk kepentingan para elit politik.
Adanya penyimpangan tersebut menunjukkan adanya penyalahgunaan demokrasi yang berujung pada situasi politik bahkan keamanan serta perekonomian menjadi tidak kondusif sehingga menjadikan demokrasi sebagai sistem yang tidak ideal bagi suatu negara.
Hal tersebut sangat relevan dengan Konsep Aristokrasi yang mengkategorikan demokrasi sebagai bentuk konstitusi yang tidak ideal.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Konstruksi Kabinet Presidensial yang Profesional dan Bebas dari Monopoli Partai Politik: Peluang dan Tantangan Kabinet Merah Putih
Konstruksi Kabinet Presidensial yang Profesional dan Bebas dari Monopoli Partai Politik: Peluang dan Tantangan Kabinet Merah Putih
Kabinet Presidensial dicirikan sebagai kabinet yang lebih kuat dan stabil dibandingkan kabinet parlementer. Sifat unitary executive yang dimiliki presiden di negara yang menganut s...
Pembentukan Kabinet Koalisi dalam Sistem Presidensial Multi Partai di Indonesia
Pembentukan Kabinet Koalisi dalam Sistem Presidensial Multi Partai di Indonesia
Abstrak Pembentukan kabinet selalu menghadirkan persoalan yang rumit secara politik. Kerumitan itu ditengarai bersumber dari sistem multi partai yang digunakan di Indonesia d...
DESAIN KABINET MULTIFUNGSI DENGAN APLIKASI SMART HOME
DESAIN KABINET MULTIFUNGSI DENGAN APLIKASI SMART HOME
Kantor merupakan sebuah bangunan yang dikhususkan untuk melaksanakan program instansi perusahaan. Kenyamanan lingkungan kerja dapat berasal dari berbagai aspek, salah satunya adala...
Nusantara Berdendang: Seremoni Multikulturalisme oleh Kabinet Kerja
Nusantara Berdendang: Seremoni Multikulturalisme oleh Kabinet Kerja
ABSTRACT Following the 1945 Constitution, the state is obliged to preserve the arts and culture of Indonesia. Kabinet Kerja commemorating 88 Years of Sumpah Pemuda with Nusantara B...
STRATEGI PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI KABUPATEN SINJAI
STRATEGI PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI KABUPATEN SINJAI
Pengembangan kawasan pedesaan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan nasional. oleh karena itu, pengembangan diarahkan dalam pemanfaatan sumber daya yang ada. Diharapka...

Back to Top