Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Konservasi Musuh Alami Mendukung Budi Daya Tanaman Kapas Tanpa Penyemprotan Insektisida

View through CrossRef
<p>Pengendalian serangga hama pada pertanaman kapas pada umumnya masih menggunakan insektisida kimia sintesis, walaupun sistem PHT telah dikenal dan diterapkan. Pengelolaan hama yang berdasarkan pemaham-an agroekologi dengan memperhatikan musuh alami sebagai faktor mortalitas biotik serangga hama yang efektif menghasilkan pengendalian hama tanpa penyemprotan insektisida. Pengelolaan hama dalam sistem budi daya kapas tanpa penyemprotan insektisida tersebut meliputi penggunaan varietas kapas yang mempu-nyai ketahanan penuh atau moderat terhadap wereng kapas, konservasi musuh alami melalui perlakuan benih dengan imidakloprit sebelum tanam atau penyediaan pakan musuh alami dengan penyemprotan molases (te-tes) tebu, dan penerapan ambang kendali dengan mempertimbangkan keberadaan predator. Penerapan sis-tem budi daya kapas tanpa penyemprotan insektisida menyebabkan budi daya kapas lebih efisien dan ramah lingkungan, sehingga dapat berdampak pada minat petani untuk berusaha tani kapas.</p><p> </p><p>Although IPM concept has been recognized and applied in cotton fields, the use of synthetic chemical insec-ticides are still widespread in many places across the country. One of the reasons is because the role of na-tural enemies to control the pests is not yet well understood. Pest management based on understanding of natural enemies of pests as an effective biotic mortality factor is important and will result in cotton pest con-trol without insecticide sprays. The strategy for pest management without insecticide sprays consists of the use of resistant or moderately resistant cotton varieties, conservation of natural enemies through seed treat-ment or artificial food spray with molasses, and the application of action threshold that consider the preda-tor’s presence. Cotton cultivation system without insecticide spray will cause more efficient and environ-mentally friendly cultivation that provides a positive impact on the farmers eager to grow cotton.</p>
Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Title: Konservasi Musuh Alami Mendukung Budi Daya Tanaman Kapas Tanpa Penyemprotan Insektisida
Description:
<p>Pengendalian serangga hama pada pertanaman kapas pada umumnya masih menggunakan insektisida kimia sintesis, walaupun sistem PHT telah dikenal dan diterapkan.
Pengelolaan hama yang berdasarkan pemaham-an agroekologi dengan memperhatikan musuh alami sebagai faktor mortalitas biotik serangga hama yang efektif menghasilkan pengendalian hama tanpa penyemprotan insektisida.
Pengelolaan hama dalam sistem budi daya kapas tanpa penyemprotan insektisida tersebut meliputi penggunaan varietas kapas yang mempu-nyai ketahanan penuh atau moderat terhadap wereng kapas, konservasi musuh alami melalui perlakuan benih dengan imidakloprit sebelum tanam atau penyediaan pakan musuh alami dengan penyemprotan molases (te-tes) tebu, dan penerapan ambang kendali dengan mempertimbangkan keberadaan predator.
Penerapan sis-tem budi daya kapas tanpa penyemprotan insektisida menyebabkan budi daya kapas lebih efisien dan ramah lingkungan, sehingga dapat berdampak pada minat petani untuk berusaha tani kapas.
</p><p> </p><p>Although IPM concept has been recognized and applied in cotton fields, the use of synthetic chemical insec-ticides are still widespread in many places across the country.
One of the reasons is because the role of na-tural enemies to control the pests is not yet well understood.
Pest management based on understanding of natural enemies of pests as an effective biotic mortality factor is important and will result in cotton pest con-trol without insecticide sprays.
The strategy for pest management without insecticide sprays consists of the use of resistant or moderately resistant cotton varieties, conservation of natural enemies through seed treat-ment or artificial food spray with molasses, and the application of action threshold that consider the preda-tor’s presence.
Cotton cultivation system without insecticide spray will cause more efficient and environ-mentally friendly cultivation that provides a positive impact on the farmers eager to grow cotton.
</p>.

Related Results

Pemanfaatan Ekstrak Tanaman untuk Atraktan Predator dan Parasitoid Wereng Kapas
Pemanfaatan Ekstrak Tanaman untuk Atraktan Predator dan Parasitoid Wereng Kapas
<p>Salah satu kendala dalam peningkatan produksi kapas dalam negeri adalah serangan serangga hama. Hama utama tanaman kapas adalah wereng kapas, <em>Amrasca biguttulla&...
Dasar Budi Daya Tanaman
Dasar Budi Daya Tanaman
Keberadaan Buku Dasar Budi Daya Tanaman dimaksudkan agar mahasiswa Strata Satu (S1) Program Studi Agroekoteknologi dan Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Bra...
Pengembangan Kapas Rakyat di Sulawesi Selatan
Pengembangan Kapas Rakyat di Sulawesi Selatan
Program akselerasi pengembangan kapas sebagai upaya percepatan peningkatan luas areal dan produksi kapas dilakukan dalam rangka meningkatkan pemenuhan kebutuhan serat kapas sebaga...
Penerapan Model Biointensif untuk Mengendalikan Hama pada Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.)
Penerapan Model Biointensif untuk Mengendalikan Hama pada Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.)
Tanaman cabai besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili solanaceae yang banyak dibudidayakan secara komersial di Indonesia khususnya di Sulaw...
Pengenalan Sistem Refugia Dalam Pengendalian Hama Pada Tanaman Kentang di Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur
Pengenalan Sistem Refugia Dalam Pengendalian Hama Pada Tanaman Kentang di Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur
Perguruan Tinggi, termasuk Universitas Mataram diharapkan dapat berperan aktif membantu penyebarluasan teknologi ini kepada petani agar dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam ...

Back to Top