Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Teknik Enkapsulasi dalam Upaya Konservasi Tanaman Hias Krisan (Chrysanthemums morifolium ramat) (Encapsulation Techniques in Conservation of Chrysanthemum morifolium ramat)

View through CrossRef
<p>Konservasi tanaman krisan diperlukan agar sumber daya genetik krisan tetap terjaga kelestariannya. Salah satu upaya konservasi yang banyak diteliti akhir-akhir ini adalah konservasi dengan metode enkapsulasi. Tujuan penelitian untuk mendapatkan komposisi pembuatan kapsul untuk enkapsulasi pada tanaman krisan dan mendapatkan teknik konservasi tanaman krisan dengan menggunakan penggabungan metode enkapsulasi dan zat retardan. Penelitian dilaksanakan di laboratorium konservasi Balai Penelitian Tanaman Hias dari bulan Januari - Desember 2020. Penelitian menggunakan Krisan varietas Alisha dan Xavhia. Penelitian terdiri atas dua unit kegiatan. Kegiatan pertama bertujuan melihat pengaruh komposisi pembuatan kapsul dan sumber eksplan terhadap keberhasilan enkapsulasi pada tanaman krisan. Kegiatan kedua bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan retardan pada media enkapsulasi terhadap penyimpanan eksplan krisan. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Kegiatan pertama terdiri atas perlakuan kombinasi antara komposisi media dan bagian tanaman yang dijadikan sumber eksplan. Kegiatan kedua berupa penambahan retardan manitol dan paclobutrazol ke dalam matriks kapsul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa matriks kapsul dengan komposisi 3% Alginat dalam media ½ MS lebih baik secara nyata sebagai media penyimpanan materi eksplan dibandingkan 3% Alginat dalam aquadesh. Berdasarkan respon waktu pertumbuhan, sebagai sumber eksplan pada kegiatan konservasi materi yang berasal dari ruas batang lebih baik dibandingkan dari tunas pucuk. Penambahan retardan mannitol 1,5% dan paclobutarzol 2 ppm belum dapat menekan pertumbuhan eksplan dalam matriks kapsul. Pada varietas Alisha, penambahan retardan manitol 1,5% dapat mempertahankan kesegaran dan daya regenerasi eksplan hingga 7 bulan. Penelitian ini memberikan informasi awal untuk kegiatan konservasi krisan dengan teknik enkapsulasi krisan yang digabungkan dengan penambahan retardan mannitol dan paclobutrazol.</p><p><strong>Keywords</strong></p><p>Konservasi in vitro; Chrysanthemums; Enkapsulasi</p><p><strong>Abstract</strong></p><p>Chrysanthemum plant conservation is needed to maintain genetic resources preservation of chrysanthemum. One of the conservation efforts that has been widely researched recently is conservation using the encapsulation method. The aim of the study was to obtain the composition of capsules for encapsulation in chrysanthemum plants and to obtain chrysanthemum conservation techniques using a combination of encapsulation methods and retardant substances. The research was carried out in the Conservation Laboratory of the Ornamental Plants Research Institute from January to December 2020. The research material used Alisha and Xavhia chrysanthemum varieties. The research consisted of two activity units. The first activity aimed to see the effect of the composition of capsules and explant sources on the success of encapsulation in chrysanthemum plants. The second activity aimed to see the effect of retardant added to the encapsulation media on the preservation of chrysanthemum explants. The study used a Completely Randomized Design. The first activity consisted of a combination treatment between the composition of the media and the plant parts used as a source of explants. The second activity was the addition of retardant mannitol and paclobutrazol into the capsule matrix. The results showed that the capsule matrix with a composition of 3% Alginate in ½ MS media was significantly better as a storage medium for explants than 3% Alginate in aquadesh. Based on the response of growth time, as a source of explants in conservation activities, material derived from stem segments is better than shoots. The addition of retardant mannitol 1.5% and paclobutarzol 2 ppm could not suppress the growth of explants in the capsule matrix. In Alisha variety, the addition of 1.5% mannitol retardant was able to maintain the freshness and regeneration of explants for up to 7 months. This study provides preliminary information for chrysanthemum conservation activities with chrysanthemum encapsulation technique combined with the addition of the retardant mannitol and paclobutrazole.</p>
Title: Teknik Enkapsulasi dalam Upaya Konservasi Tanaman Hias Krisan (Chrysanthemums morifolium ramat) (Encapsulation Techniques in Conservation of Chrysanthemum morifolium ramat)
Description:
<p>Konservasi tanaman krisan diperlukan agar sumber daya genetik krisan tetap terjaga kelestariannya.
Salah satu upaya konservasi yang banyak diteliti akhir-akhir ini adalah konservasi dengan metode enkapsulasi.
Tujuan penelitian untuk mendapatkan komposisi pembuatan kapsul untuk enkapsulasi pada tanaman krisan dan mendapatkan teknik konservasi tanaman krisan dengan menggunakan penggabungan metode enkapsulasi dan zat retardan.
Penelitian dilaksanakan di laboratorium konservasi Balai Penelitian Tanaman Hias dari bulan Januari - Desember 2020.
Penelitian menggunakan Krisan varietas Alisha dan Xavhia.
Penelitian terdiri atas dua unit kegiatan.
Kegiatan pertama bertujuan melihat pengaruh komposisi pembuatan kapsul dan sumber eksplan terhadap keberhasilan enkapsulasi pada tanaman krisan.
Kegiatan kedua bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan retardan pada media enkapsulasi terhadap penyimpanan eksplan krisan.
Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap.
Kegiatan pertama terdiri atas perlakuan kombinasi antara komposisi media dan bagian tanaman yang dijadikan sumber eksplan.
Kegiatan kedua berupa penambahan retardan manitol dan paclobutrazol ke dalam matriks kapsul.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa matriks kapsul dengan komposisi 3% Alginat dalam media ½ MS lebih baik secara nyata sebagai media penyimpanan materi eksplan dibandingkan 3% Alginat dalam aquadesh.
Berdasarkan respon waktu pertumbuhan, sebagai sumber eksplan pada kegiatan konservasi materi yang berasal dari ruas batang lebih baik dibandingkan dari tunas pucuk.
Penambahan retardan mannitol 1,5% dan paclobutarzol 2 ppm belum dapat menekan pertumbuhan eksplan dalam matriks kapsul.
Pada varietas Alisha, penambahan retardan manitol 1,5% dapat mempertahankan kesegaran dan daya regenerasi eksplan hingga 7 bulan.
Penelitian ini memberikan informasi awal untuk kegiatan konservasi krisan dengan teknik enkapsulasi krisan yang digabungkan dengan penambahan retardan mannitol dan paclobutrazol.
</p><p><strong>Keywords</strong></p><p>Konservasi in vitro; Chrysanthemums; Enkapsulasi</p><p><strong>Abstract</strong></p><p>Chrysanthemum plant conservation is needed to maintain genetic resources preservation of chrysanthemum.
One of the conservation efforts that has been widely researched recently is conservation using the encapsulation method.
The aim of the study was to obtain the composition of capsules for encapsulation in chrysanthemum plants and to obtain chrysanthemum conservation techniques using a combination of encapsulation methods and retardant substances.
The research was carried out in the Conservation Laboratory of the Ornamental Plants Research Institute from January to December 2020.
The research material used Alisha and Xavhia chrysanthemum varieties.
The research consisted of two activity units.
The first activity aimed to see the effect of the composition of capsules and explant sources on the success of encapsulation in chrysanthemum plants.
The second activity aimed to see the effect of retardant added to the encapsulation media on the preservation of chrysanthemum explants.
The study used a Completely Randomized Design.
The first activity consisted of a combination treatment between the composition of the media and the plant parts used as a source of explants.
The second activity was the addition of retardant mannitol and paclobutrazol into the capsule matrix.
The results showed that the capsule matrix with a composition of 3% Alginate in ½ MS media was significantly better as a storage medium for explants than 3% Alginate in aquadesh.
Based on the response of growth time, as a source of explants in conservation activities, material derived from stem segments is better than shoots.
The addition of retardant mannitol 1.
5% and paclobutarzol 2 ppm could not suppress the growth of explants in the capsule matrix.
In Alisha variety, the addition of 1.
5% mannitol retardant was able to maintain the freshness and regeneration of explants for up to 7 months.
This study provides preliminary information for chrysanthemum conservation activities with chrysanthemum encapsulation technique combined with the addition of the retardant mannitol and paclobutrazole.
</p>.

Related Results

Respon Pemberian Pupuk Organik Cair Bio Sugih dan Eco Farming Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bunga Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat)
Respon Pemberian Pupuk Organik Cair Bio Sugih dan Eco Farming Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bunga Krisan (Chrysanthemum morifolium Ramat)
Chrysanthemum (Chrysanthemum morifolium) is one of the ornamental plants that are in great demand by the people of Indonesia. Unfortunately, chrysanthemum seeds are still imported ...
Pengaruh Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) Sebagai Zpt Alami Terhadap Pembentukan Akar Stek Pucuk Tanaman Krisan (Chrysanthemum sp)
Pengaruh Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) Sebagai Zpt Alami Terhadap Pembentukan Akar Stek Pucuk Tanaman Krisan (Chrysanthemum sp)
Chrysanthemum (Chrysanthemum sp.) is mainstay commodities in horticulture industry that have very bright market prospects. One aspect that needs to be done is to use good quality c...
ANATOMI MAKROSKOPIS ORGAN LIMFOID BROILER TERHADAP PENAMBAHAN ENKAPSULASI EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) DALAM AIR MINUM
ANATOMI MAKROSKOPIS ORGAN LIMFOID BROILER TERHADAP PENAMBAHAN ENKAPSULASI EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) DALAM AIR MINUM
Pemakaian antibiotik komersial yang digunakan secara terus menerus akan mengakibatkan adanya residu antibiotik pada daging broiler. Hal ini akan memberikan efek samping terhadap ko...
Menggali Potensi Bunga Krisan Bandungan, Semarang sebagai Teh dan Lulur untuk Kesehatan dan Kecantikan
Menggali Potensi Bunga Krisan Bandungan, Semarang sebagai Teh dan Lulur untuk Kesehatan dan Kecantikan
Desa Kenteng, merupakan salah satu Desa di Kecamatan Bandungan, Semarang Jawa Tengah yang terkenal dengan petani bunga potong krisan. Saat ini petani di Desa Kenteng menjual bunga ...
            Logam berat Cu adalah polutan yang umum terdapat dalam tanah pertanian dan dapat mencemari tanaman yang tumbuh pada tanah tersebut. Salah satu cara untuk mengurangi pol...
SIMBIOSIS MUTUALISME ANTARA VIRUS DAN TANAMAN
SIMBIOSIS MUTUALISME ANTARA VIRUS DAN TANAMAN
Interaksi antara virus dan tanaman seringkali dikaitkan dengan penyakit atau bersifat interaksi negatif. Akhir - akhir ini mulai dikaji interaksi positif antara virus dan tanaman, ...
TEKNOLOGI ENKAPSULASI: TEKNIK DAN APLIKASINYA
TEKNOLOGI ENKAPSULASI: TEKNIK DAN APLIKASINYA
Enkapsulasi adalah suatu proses yang mampu mempertahankan sifat fisik, kimia, dan biologis dari suatu senyawa  aktif atau bahan inti dengan cara melapisinya di dalam suatu bahan pe...
Analisa Media Komunikasi Pemasaran Pada Usaha Tanaman Hias Di Kawasan Florikulturakota Padang
Analisa Media Komunikasi Pemasaran Pada Usaha Tanaman Hias Di Kawasan Florikulturakota Padang
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media komunikasi pemasaran pada usaha tanaman hias dan menganalisis pemanfaatan media komunikasi pemasaran oleh konsumen ...

Back to Top