Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENDEKATAN DIAGNOSIS NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PETANI

View through CrossRef
Pendahuluan: Nyeri punggung bawah menjadi penyebab kecatatan nomor satu secara global. Petani berisiko terjadi nyeri muskuloskeletal terutama nyeri punggung bawah. Hal ini karena pekerjaan pertanian terdiri dari aktifitas fisik yang berat dan tingkat kerja manual yang tinggi seperti mengangkat dan membawa beban berat. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah literature review, yaitu literatur yang dikumpulkan dari beragam sumber yang terkait dengan pendekatan diagnosis nyeri punggung bawah pada petani. Hasil: Nyeri punggung bawah adalah gejala bukan penyakit dan dapat disebabkan oleh kondisi yang berbeda baik yang diketahui penyebabnya maupun tidak diketahui. Nyeri punggung bawah jarang terjadi pada dekade pertama kehidupan. Laki-laki lebih sering daripada perempuan. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Anamnesis dapat ditemukan keluhan utama berupa pegal-pegal atau nyeri lokal pada pinggang. Pada kasus cukup berat dapat menjalar ke tungkai atau muncul rasa baal pada punggung bawah. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan inspeksi, gerakan, dan palpasi. Kesimpulan: Petani berisiko untuk terjadi nyeri muskuloskeletal terutama nyeri punggung bawah. Hal ini disebabkan karena postur kerja yang tidak baik sehingga menghasilkan beban pada tulang belakang lumbar yang menyebabkan fraktur mikto pada tulang belakang. Penegakkan diagnosis nyeri punggung bawah pada petani perlu dilakukan dengan baik agar tidak menimbulkan morbiditas dan dapat meningkatkan produktifitas kerja petani.Kata Kunci: Nyeri Punggung Bawah, Petani
Title: PENDEKATAN DIAGNOSIS NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PETANI
Description:
Pendahuluan: Nyeri punggung bawah menjadi penyebab kecatatan nomor satu secara global.
Petani berisiko terjadi nyeri muskuloskeletal terutama nyeri punggung bawah.
Hal ini karena pekerjaan pertanian terdiri dari aktifitas fisik yang berat dan tingkat kerja manual yang tinggi seperti mengangkat dan membawa beban berat.
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah literature review, yaitu literatur yang dikumpulkan dari beragam sumber yang terkait dengan pendekatan diagnosis nyeri punggung bawah pada petani.
 Hasil: Nyeri punggung bawah adalah gejala bukan penyakit dan dapat disebabkan oleh kondisi yang berbeda baik yang diketahui penyebabnya maupun tidak diketahui.
Nyeri punggung bawah jarang terjadi pada dekade pertama kehidupan.
Laki-laki lebih sering daripada perempuan.
Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Anamnesis dapat ditemukan keluhan utama berupa pegal-pegal atau nyeri lokal pada pinggang.
Pada kasus cukup berat dapat menjalar ke tungkai atau muncul rasa baal pada punggung bawah.
Pemeriksaan fisik dilakukan dengan inspeksi, gerakan, dan palpasi.
Kesimpulan: Petani berisiko untuk terjadi nyeri muskuloskeletal terutama nyeri punggung bawah.
Hal ini disebabkan karena postur kerja yang tidak baik sehingga menghasilkan beban pada tulang belakang lumbar yang menyebabkan fraktur mikto pada tulang belakang.
Penegakkan diagnosis nyeri punggung bawah pada petani perlu dilakukan dengan baik agar tidak menimbulkan morbiditas dan dapat meningkatkan produktifitas kerja petani.
Kata Kunci: Nyeri Punggung Bawah, Petani.

Related Results

Determinan Keluhan Nyeri Punggung pada Petani Padi saat Masa Tanam di Desa Tegalasri, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar
Determinan Keluhan Nyeri Punggung pada Petani Padi saat Masa Tanam di Desa Tegalasri, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar
Keluhan nyeri punggung merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami oleh petani padi akibat aktivitas kerja yang dilakukan secara berulang dan dalam postur ker...
KORELASI DURASI DUDUK TERHADAP TERJADINYA NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
KORELASI DURASI DUDUK TERHADAP TERJADINYA NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Latar belakang: Pelajar menghabiskan waktu atau melakukan kegiatan dalam posisi duduk yang lama. Duduk di kursi selama 8 jam atau lebih dapat meningkatkan ketegangan pada otot pung...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK LOW BACK PAIN PADA PETANI DI DESA RASO KECAMATAN KOLANG KABUPATEN TAPANULI TENGAH
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK LOW BACK PAIN PADA PETANI DI DESA RASO KECAMATAN KOLANG KABUPATEN TAPANULI TENGAH
<em>Nyerii punggung bawah didefenisikan sebagai nyeri dan ketidaknyamanan di bawah batas costae dan di atas lipatan glutealis inferirior, dengan atau tanpa nyeri yang menjala...
Penyuluhan Posisi Kerja Duduk Dalam Mengurangi Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Pengrajin Batik Tulis
Penyuluhan Posisi Kerja Duduk Dalam Mengurangi Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Pengrajin Batik Tulis
PENYULUHAN SIKAP KERJA DUDUK DAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH (LOW BACK PAIN) PADA PENGRAJIN BATIK TULIS DI DESA TRUSMI KULON KECAMATAN PLERED KABUPATEN CIREBON   Heni ...
Pengaruh Senam Hamil Terhadap Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil TM II Dan III : Literatur review
Pengaruh Senam Hamil Terhadap Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil TM II Dan III : Literatur review
ABSTRAKNyeri punggung merupakan keluhan yang sering dialami wanita hamil trimester II dan III. Melakukan senam hamil dapat meringankan nyeri punggung. Nyeri yang timbul pada kehami...

Back to Top