Javascript must be enabled to continue!
Kondisi Padang Lamun di Pulau Panjang dan Pulau Lima, Banten
View through CrossRef
Ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem laut dangkal yang memiliki fungsi ekologis yang penting dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati. Ekosistem yang ada di perairan laut dangkal, padang lamun di Indonesia belum banyak diketahui dan bahkan hampir tidak diperhatikan, namun ekosistem ini mempunyai berbagai fungsi penting di perairan laut dangkal. Status kesehatan ekosistem padang lamun dapat ditentukan berdasarkan nilai penutupan (%). Ekosistem padang lamun memiliki beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi seperti suhu, salinitias, pH, kecepatan arus, kedalaman dan komposisi sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui penutupan lamun (%) dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Pulau Panjang dan Pulau Lima, Banten. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2019 dengan menggunakan metode deskriptif dan purposive sampling dalam penentuan lokasinya. Identifikasi dan pengambilan data lamun mengacu pada metode LIPI. Lamun yang ditemukan yaitu Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii dengan nilai penutupan (%) pada Pulau Panjang (11,55–12,5%) dan Pulau Lima (14,21-15,34%). Faktor lingkungan lainnya nilai optimum bagi pertumbuhan lamun yaitu nilai suhu dan kecepatan arus dan dengan ditemukannya jenis komposisi sedimen yaitu pasir dan pasir berlumpur.
Universitas Bangka Belitung
Title: Kondisi Padang Lamun di Pulau Panjang dan Pulau Lima, Banten
Description:
Ekosistem padang lamun merupakan salah satu ekosistem laut dangkal yang memiliki fungsi ekologis yang penting dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.
Ekosistem yang ada di perairan laut dangkal, padang lamun di Indonesia belum banyak diketahui dan bahkan hampir tidak diperhatikan, namun ekosistem ini mempunyai berbagai fungsi penting di perairan laut dangkal.
Status kesehatan ekosistem padang lamun dapat ditentukan berdasarkan nilai penutupan (%).
Ekosistem padang lamun memiliki beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi seperti suhu, salinitias, pH, kecepatan arus, kedalaman dan komposisi sedimen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui penutupan lamun (%) dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Pulau Panjang dan Pulau Lima, Banten.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2019 dengan menggunakan metode deskriptif dan purposive sampling dalam penentuan lokasinya.
Identifikasi dan pengambilan data lamun mengacu pada metode LIPI.
Lamun yang ditemukan yaitu Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii dengan nilai penutupan (%) pada Pulau Panjang (11,55–12,5%) dan Pulau Lima (14,21-15,34%).
Faktor lingkungan lainnya nilai optimum bagi pertumbuhan lamun yaitu nilai suhu dan kecepatan arus dan dengan ditemukannya jenis komposisi sedimen yaitu pasir dan pasir berlumpur.
Related Results
Mapping the Condition of Seagrasses Beds in Ternate -Tidore Waters, and Surrounding Areas
Mapping the Condition of Seagrasses Beds in Ternate -Tidore Waters, and Surrounding Areas
Seagrass beds is one of the most prolific shallow water ecosystems, having ecological function in the life of the various marine organisms and other coastal systems. Data and infor...
Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Abstract. Teluk Bakau Village is one of the largest conservation areas of seagrass ecosystem located in Bintan Island. This research aim to study the distribution of species, seagr...
Estimasi jumlah biomassa lamun di Pulau Pramuka, Karya dan Kotok Besar, Kepulauan Seribu, Jakarta
Estimasi jumlah biomassa lamun di Pulau Pramuka, Karya dan Kotok Besar, Kepulauan Seribu, Jakarta
Abstract. The research was conducted in Kotok Besar, Karya and Pramuka Islands, Seribu Islands, Jakarta Province from May to July 2013. The aims of the research were to examine the...
Community Group-Based Tourism Development Model: Banten Lama Tourism Area
Community Group-Based Tourism Development Model: Banten Lama Tourism Area
Tourism development in Banten Lama area has highly made significant progress after the Banten Provincial Government revitalized Banten Lama area with a budget of 80 billion in 2018...
KARAKTERISTIK LAMUN DI PERAIRAN TIMUR PULAU CEMPEDAK KALIMANTAN BARAT
KARAKTERISTIK LAMUN DI PERAIRAN TIMUR PULAU CEMPEDAK KALIMANTAN BARAT
Pulau Cempedak adalah salah satu pulau kecil di Kalimantan Barat yang memiliki keanekaragaman yang tinggi untuk jenis lamun. Lamun memiliki peran ekologi, yaitu penyediaan makanan,...
KARAKTERISASI RESPON SPEKTRAL SPESIES LAMUN Enhalus acoroides DAN Cymodocea rotundata DI PULAU KARIMUNJAWA
KARAKTERISASI RESPON SPEKTRAL SPESIES LAMUN Enhalus acoroides DAN Cymodocea rotundata DI PULAU KARIMUNJAWA
<p class="JudulABSInd"><strong> ABSTRAK</strong></p><p class="abstra...
Pengaruh Jenis Substrat Terhadap Pertumbuhan Semaian Biji Lamun (Enhalus acoroides)
Pengaruh Jenis Substrat Terhadap Pertumbuhan Semaian Biji Lamun (Enhalus acoroides)
: Degradasi padang lamun telah terjadi di seluruh perairan dunia. Degradasi padang lamun dipengaruhi oleh tekanan lingkungan seperti perubahan iklim, penyakit parasite, dan ganggua...

