Javascript must be enabled to continue!
Estimasi jumlah biomassa lamun di Pulau Pramuka, Karya dan Kotok Besar, Kepulauan Seribu, Jakarta
View through CrossRef
Abstract. The research was conducted in Kotok Besar, Karya and Pramuka Islands, Seribu Islands, Jakarta Province from May to July 2013. The aims of the research were to examine the percent cover, composition of vegetation and estimation of seagrass leaves biomass. The squares transect (0.25 m2) was utilized to calculate the seagrass percent cover data. Seagrass data were converted to total cover and biomass formula to estimate the seagrass leaves biomass. The result of our study showed there are 4 species of seagrass occurred in Kotok Besar Island, while 6 species were recorded in Karya and Pramuka Islands. Cymodocea rotundata had the higher value of seagrass cover percentage in Kotok Besar, Karya and Pramuka Islands, while the lower values were Halodule uninervis and Halophila ovalis. In addition, the highest value of seagrass leaves biomass from those islands is Enhalus acoroides and the lower value was Halophila ovalis inKotok Besar and Pramuka Islands, and Halodule uninervis in Karya Island.Keywords: Composition of vegetation, estimated of biomass, seagrass, Seribu Islands Abstrak. Penelitian ini dilakukan di Pulau Kotok Besar, Karya dan Pramuka Kepulauan Seribu-Provinsi Jakarta mulai Mei sampai Juli 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui komposisi vegetasi lamun dan estimasi jumlah biomassa daun lamun di pulau Kotok Besar, Karya dan Pramuka kepulauan Seribu-Provinsi Jakarta. Penelitian ini dilakukan dengan mengguakan transek kuadrat (0,25 m2) untuk mengetahui persentase penutupan lamun. Data lamun yang diperoleh dikonversikan pada persamaan total penutupan dan estimasi biomasa untuk mengestimasi biomassa daun lamun. Hasil dari penelitian, terdapat 4 jenis lamun yang diperoleh di pulau Kotok Besar dan 6 jenis di pulau Karya dan Pramuka. Persen penutupan tertinggi pada pulau Kotok Besar, Karya dan Pramuka adalah jenis lamun Cymodocea rotundata, sedangkan yang terendah dari masing-masing pulau adalah Halodule uninervis dan Halophila ovalis secara berurutan. Estimasi biomassa daun lamun dengan nilai tertinggi adalah Enhalus acoroides dari ketiga pulau dan terendah adalah Halophila ovalis untuk pulau Kotok Besar dan Pramuka, dan Halodule uninervis untuk pulau Karya.Kata kunci: Komposisi vegetasi, estimasi biomassa, lamun, Kepulauan Seribu
Institute of Postgraduate Studies, Syiah Kuala University
Title: Estimasi jumlah biomassa lamun di Pulau Pramuka, Karya dan Kotok Besar, Kepulauan Seribu, Jakarta
Description:
Abstract.
The research was conducted in Kotok Besar, Karya and Pramuka Islands, Seribu Islands, Jakarta Province from May to July 2013.
The aims of the research were to examine the percent cover, composition of vegetation and estimation of seagrass leaves biomass.
The squares transect (0.
25 m2) was utilized to calculate the seagrass percent cover data.
Seagrass data were converted to total cover and biomass formula to estimate the seagrass leaves biomass.
The result of our study showed there are 4 species of seagrass occurred in Kotok Besar Island, while 6 species were recorded in Karya and Pramuka Islands.
Cymodocea rotundata had the higher value of seagrass cover percentage in Kotok Besar, Karya and Pramuka Islands, while the lower values were Halodule uninervis and Halophila ovalis.
In addition, the highest value of seagrass leaves biomass from those islands is Enhalus acoroides and the lower value was Halophila ovalis inKotok Besar and Pramuka Islands, and Halodule uninervis in Karya Island.
Keywords: Composition of vegetation, estimated of biomass, seagrass, Seribu Islands Abstrak.
Penelitian ini dilakukan di Pulau Kotok Besar, Karya dan Pramuka Kepulauan Seribu-Provinsi Jakarta mulai Mei sampai Juli 2013.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui komposisi vegetasi lamun dan estimasi jumlah biomassa daun lamun di pulau Kotok Besar, Karya dan Pramuka kepulauan Seribu-Provinsi Jakarta.
Penelitian ini dilakukan dengan mengguakan transek kuadrat (0,25 m2) untuk mengetahui persentase penutupan lamun.
Data lamun yang diperoleh dikonversikan pada persamaan total penutupan dan estimasi biomasa untuk mengestimasi biomassa daun lamun.
Hasil dari penelitian, terdapat 4 jenis lamun yang diperoleh di pulau Kotok Besar dan 6 jenis di pulau Karya dan Pramuka.
Persen penutupan tertinggi pada pulau Kotok Besar, Karya dan Pramuka adalah jenis lamun Cymodocea rotundata, sedangkan yang terendah dari masing-masing pulau adalah Halodule uninervis dan Halophila ovalis secara berurutan.
Estimasi biomassa daun lamun dengan nilai tertinggi adalah Enhalus acoroides dari ketiga pulau dan terendah adalah Halophila ovalis untuk pulau Kotok Besar dan Pramuka, dan Halodule uninervis untuk pulau Karya.
Kata kunci: Komposisi vegetasi, estimasi biomassa, lamun, Kepulauan Seribu.
Related Results
Potensi Wisata Edukasi Keragaman Biodiversitas di Pulau Pramuka dan Pulau Kotok, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
Potensi Wisata Edukasi Keragaman Biodiversitas di Pulau Pramuka dan Pulau Kotok, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, salah satu wilayah administrasi di DKI Jakarta yang memiliki potensi keragaman biodiversitas yang dapat dijadikan potensi eko...
Mapping the Condition of Seagrasses Beds in Ternate -Tidore Waters, and Surrounding Areas
Mapping the Condition of Seagrasses Beds in Ternate -Tidore Waters, and Surrounding Areas
Seagrass beds is one of the most prolific shallow water ecosystems, having ecological function in the life of the various marine organisms and other coastal systems. Data and infor...
Karakterisasi Hidrogeokimia Airtanah untuk Analisis Genesis Airtanah Di Pulau Koral Sangat Kecil (Studi Kasus di Pulau Koral Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta)
Karakterisasi Hidrogeokimia Airtanah untuk Analisis Genesis Airtanah Di Pulau Koral Sangat Kecil (Studi Kasus di Pulau Koral Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta)
Pulau Koral Pramuka merupakan salah satu pulau dengan ukuran sangat kecil yang terletak pada gugusan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Meskipun memiliki luas yang sangat sempit (16,54...
Karakterisasi Hidrogeokimia Airtanah untuk Analisis Genesis Airtanah Di Pulau Koral Sangat Kecil (Studi Kasus di Pulau Koral Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta)
Karakterisasi Hidrogeokimia Airtanah untuk Analisis Genesis Airtanah Di Pulau Koral Sangat Kecil (Studi Kasus di Pulau Koral Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta)
Pulau Koral Pramuka merupakan salah satu pulau dengan ukuran sangat kecil yang terletak pada gugusan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Meskipun memiliki luas yang sangat sempit (16,54...
KARAKTERISTIK LAMUN DI PERAIRAN TIMUR PULAU CEMPEDAK KALIMANTAN BARAT
KARAKTERISTIK LAMUN DI PERAIRAN TIMUR PULAU CEMPEDAK KALIMANTAN BARAT
Pulau Cempedak adalah salah satu pulau kecil di Kalimantan Barat yang memiliki keanekaragaman yang tinggi untuk jenis lamun. Lamun memiliki peran ekologi, yaitu penyediaan makanan,...
Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Abstract. Teluk Bakau Village is one of the largest conservation areas of seagrass ecosystem located in Bintan Island. This research aim to study the distribution of species, seagr...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Struktur Komunitas Lamun di Pulau Sintok, Menjangan Besar dan Kemujan, Karimunjawa
Struktur Komunitas Lamun di Pulau Sintok, Menjangan Besar dan Kemujan, Karimunjawa
Taman Nasional Karimunjawa merupakan salah satu taman nasional yang memiliki kekayaan alam hayati yang sangat beranekaragam. Ekosistem padang lamun adalah salah satu ekosistem pent...

