Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

REPRESENTASI BUDAYA TIONGHOA DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KAWASAN SURYA KENCANA KOTA BOGOR

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya Tionghoa dalam pengembangan pariwisata di kawasan Surya Kencana, Kota Bogor, yang memiliki potensi signifikan sebagai destinasi wisata berbasis budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis SWOT. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan informan yang meliputi perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, tokoh budaya Tionghoa, masyarakat setempat, dan wisatawan, serta observasi lapangan. Teori representasi digunakan untuk mengkaji unsur-unsur budaya material, seni pertunjukan, dan festival budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Tionghoa direpresentasikan melalui elemen arsitektur, kuliner tradisional, seni pertunjukan seperti Barongsai dan Liong, serta festival budaya seperti Cap Go Meh. Analisis SWOT menghasilkan skor IFE sebesar 0,98 dan EFE sebesar 0,8, yang menegaskan pentingnya strategi adaptif dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya. Namun, pengembangan kawasan ini masih menghadapi tantangan berupa promosi yang terbatas dan rendahnya kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan teknologi digital, peningkatan promosi, serta kolaborasi dengan komunitas lokal sebagai strategi utama dalam pelestarian dan pengembangan budaya Tionghoa di kawasan Surya Kencana.
Title: REPRESENTASI BUDAYA TIONGHOA DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KAWASAN SURYA KENCANA KOTA BOGOR
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya Tionghoa dalam pengembangan pariwisata di kawasan Surya Kencana, Kota Bogor, yang memiliki potensi signifikan sebagai destinasi wisata berbasis budaya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis SWOT.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dengan informan yang meliputi perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, tokoh budaya Tionghoa, masyarakat setempat, dan wisatawan, serta observasi lapangan.
Teori representasi digunakan untuk mengkaji unsur-unsur budaya material, seni pertunjukan, dan festival budaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Tionghoa direpresentasikan melalui elemen arsitektur, kuliner tradisional, seni pertunjukan seperti Barongsai dan Liong, serta festival budaya seperti Cap Go Meh.
Analisis SWOT menghasilkan skor IFE sebesar 0,98 dan EFE sebesar 0,8, yang menegaskan pentingnya strategi adaptif dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya.
Namun, pengembangan kawasan ini masih menghadapi tantangan berupa promosi yang terbatas dan rendahnya kesadaran masyarakat.
Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan teknologi digital, peningkatan promosi, serta kolaborasi dengan komunitas lokal sebagai strategi utama dalam pelestarian dan pengembangan budaya Tionghoa di kawasan Surya Kencana.

Related Results

ARSITEKTUR TRADISIONAL TIONGHOA: TINJAUAN TERHADAP IDENTITAS, KARAKTER BUDAYA DAN EKSISTENSINYA
ARSITEKTUR TRADISIONAL TIONGHOA: TINJAUAN TERHADAP IDENTITAS, KARAKTER BUDAYA DAN EKSISTENSINYA
Budaya merupakan sebuah proses perkembangan pola pikir yang terjadi secara bertahap  dalam waktu yang lama. Proses ini terjadi selama manusia ada dan terus  berkembang  sesuai den...
PERKEMBANGAN KOTA-KOTA KECIL DI KABUPATEN BANYUMAS DAN POTENSI PENGUATAN PERANNYA DALAM KETERKAITAN DESA KOTA
PERKEMBANGAN KOTA-KOTA KECIL DI KABUPATEN BANYUMAS DAN POTENSI PENGUATAN PERANNYA DALAM KETERKAITAN DESA KOTA
Kabupaten Banyumas merupakan salah satu kabupaten yang mengalami urbanisasi wilayah yang ditandai oleh perkembangan kawasan perkotaan yang massif di wilayahnya. Pada tahun 2019 kab...
Budaya Sistem Organisasi Sosial dan Perannya dalam Pengembangan Pariwisata Budaya di Kampung Naga
Budaya Sistem Organisasi Sosial dan Perannya dalam Pengembangan Pariwisata Budaya di Kampung Naga
Pariwisata budaya kini menjadi salah satu tren pariwisata, yang juga merupakan bentuk perubahan dari mass tourism menjadi quality tourism. Dalam pariwisata warisan budaya, pengunju...
PARTISIPASI MASYARAKAT SEKITAR DALAM RITUAL DI KELENTENG BAN ENG BIO ADIWERNA
PARTISIPASI MASYARAKAT SEKITAR DALAM RITUAL DI KELENTENG BAN ENG BIO ADIWERNA
Keberadaan Kelenteng Ban Eng Bio yang terletak di tengah-tengah pemukiman penduduk Tionghoa dan non Tionghoa yang berbeda agama banyak membawa pengaruh. Salah satunya adalah dalam ...
ETNIS TIONGHOA LANGSA
ETNIS TIONGHOA LANGSA
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) merupakan salah satu organisasi masyarakat Tionghoa yang ada di Kota Langsa. Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) ini...
Tanggapan Terhadap Stereotip “Tionghoa Punya Toko”
Tanggapan Terhadap Stereotip “Tionghoa Punya Toko”
Eksistensi etnis Tionghoa di Indonesia sejak awal sudah dari berabad-abad yang lalu. Dalam menjalankan kehidupan di Indonesia, etnis Tionghoa khususnya di Indonesia bekerja dalam b...
Analisis Potensi Pengembangan Kawasan Perumahan dan Permukiman di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor
Analisis Potensi Pengembangan Kawasan Perumahan dan Permukiman di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor
ABSTRAK Pertumbuhan penduduk di perkotaan meningkatkan kebutuhan akan lahan. Kabupaten Bogor melalui RTRW 2016-2036 mengembangkan pusat-pusat kegiatan. Kecamatan Cigudeg mempunyai...
Transformasi Stadion Olah Raga KONI di Kawasan Perdagangan Kota Jambi
Transformasi Stadion Olah Raga KONI di Kawasan Perdagangan Kota Jambi
Kota berkembang dari suatu kawasan inti yang meluas ke sekitarnya. Kawasan awal mula ini yang kemudian menjelma menjadi pusat kota. Pada awalnya banyak kota direncanakan dalam skal...

Back to Top