Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Eksistensi Makna Verbal dan Non Verbal pada Tradisi Orom Sasadu

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi Orom Sasadu, dan makna verbal dan non-verbal pada tradisi Orom  Sasadu yang diselanggarakan oleh Masyarakat Sahudi Halmahera Barat, Maluku Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan adalah teknik Observasi, interview, dokumentasi, SLC, dan teknik Catat. Berdasarkan hasil dari peneliti dapat disimpulkan bahwa (1) Sasadu saratakan nilai sosial, religi dan kebudayaan yang dapat menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya tentang eksistensi, pandangan hidup dan sistem nilai budaya orang Sahu sebagai suatu masyarakat adat; (2) Tradisi orom sasadu biasanya di isi dengan acara makan bersama dan di hibur dengan nyanyian dan tarian adat masyarakat setempat yang dulunya berlangsung selama sambilan hari, namun kini acara ini hanya dilakukan satu hari saja; dan (3) Ada kemauan dari masyarakat setempat untuk tetap mempertahankan arsitektur rumah sasadu ini beserta tradisi Orom Sasadu. Usaha merenovasi dan melestarikan budaya agar dapat mengangkat kembali spirit atau konsepsi-konsepsi yang memiliki nilai positif dalam adat tersebut terutama terkait makna sosial, moral, kebersamaa, makna religious dan budaya.   Kata Kunci: Eksistensi, Makna Verbal dan Nonverbal, Orom Sasadu
Title: Eksistensi Makna Verbal dan Non Verbal pada Tradisi Orom Sasadu
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi Orom Sasadu, dan makna verbal dan non-verbal pada tradisi Orom  Sasadu yang diselanggarakan oleh Masyarakat Sahudi Halmahera Barat, Maluku Utara.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif.
Teknik yang digunakan adalah teknik Observasi, interview, dokumentasi, SLC, dan teknik Catat.
Berdasarkan hasil dari peneliti dapat disimpulkan bahwa (1) Sasadu saratakan nilai sosial, religi dan kebudayaan yang dapat menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya tentang eksistensi, pandangan hidup dan sistem nilai budaya orang Sahu sebagai suatu masyarakat adat; (2) Tradisi orom sasadu biasanya di isi dengan acara makan bersama dan di hibur dengan nyanyian dan tarian adat masyarakat setempat yang dulunya berlangsung selama sambilan hari, namun kini acara ini hanya dilakukan satu hari saja; dan (3) Ada kemauan dari masyarakat setempat untuk tetap mempertahankan arsitektur rumah sasadu ini beserta tradisi Orom Sasadu.
Usaha merenovasi dan melestarikan budaya agar dapat mengangkat kembali spirit atau konsepsi-konsepsi yang memiliki nilai positif dalam adat tersebut terutama terkait makna sosial, moral, kebersamaa, makna religious dan budaya.
  Kata Kunci: Eksistensi, Makna Verbal dan Nonverbal, Orom Sasadu.

Related Results

TRADISI OROM SASADU DALAM SUKU SAHU TALAI DI WORAT-WORAT
TRADISI OROM SASADU DALAM SUKU SAHU TALAI DI WORAT-WORAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang tradisi orom sasadu di Desa Worat-Worat, prosesi tradisi orom sasadu suku Sahu Talai di Desa Worat-worat, sert...
RITUAL OROM SASADU PADA MASYARAKAT DESA IDAMDEHE GAMSUNGI KECAMATAN JAILOLO KABUPATEN HALMAHERA BARAT
RITUAL OROM SASADU PADA MASYARAKAT DESA IDAMDEHE GAMSUNGI KECAMATAN JAILOLO KABUPATEN HALMAHERA BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan sosial budaya terhadap pelaksanaan ritual Orom Sasadu pada masyarakat suku bangsa Sahu di Desa Idamdehe Gamsungi, Kec...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
TRADISI NYADRAN PUNDEN DAN UMAT BUDDHA DI DUSUN LAMUK, KABUPATEN TEMANGGUNG
Tradisi Nyadran sebagai sebuah kearifan lokal yang turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya, kegiatan tradisi Nyadran Punden merupakan pembersihan makam leluhur dan mela...
SEJARAH KALENTUNO GHOLEO PADA MASYARAKAT MUNA DI DESA LABUNTI KECAMATAN LASALEPA KABUPATEN MUNA (1971-2022)1
SEJARAH KALENTUNO GHOLEO PADA MASYARAKAT MUNA DI DESA LABUNTI KECAMATAN LASALEPA KABUPATEN MUNA (1971-2022)1
ABSTRAK: Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk menguraikan latar belakang pelaksanaan tradisi kalentuno gholeo pada masyarakat di desa Labunti Kecamatan Lasalepa Kabupaten M...
TRADISI NGEDEBLAG DI DESA PAKRAMAN KEMENUH KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR (Kajian Teologi Hindu)
TRADISI NGEDEBLAG DI DESA PAKRAMAN KEMENUH KECAMATAN SUKAWATI KABUPATEN GIANYAR (Kajian Teologi Hindu)
<p>Umat Hindu selalu memegang teguh ajaran <em>Tri Hita Karana </em>yaitu tiga sumber</p><p>yang mendatangkan kebahagiaan, yakni hubungan manusia deng...
Tradisi Bulusan Hadipolo sebagai Wujud Kearifan Lokal dalam Mempertahankan Nilai Sosial-Religius dan Identitas Budaya Masyarakat Hadipolo
Tradisi Bulusan Hadipolo sebagai Wujud Kearifan Lokal dalam Mempertahankan Nilai Sosial-Religius dan Identitas Budaya Masyarakat Hadipolo
Tradisi Bulusan merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang masih dijaga dengan baik di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol...

Back to Top