Javascript must be enabled to continue!
Variasi Morfologi dan Virulensi Phytophthora capsici Asal Lada
View through CrossRef
<p>Phytophthora capsici is the most important plant parasitic fungus causes stem rot disease in black pepper cultivation in Indonesia. The objective of the present study was to observe morphological variation and virulence of Phytophthora isolated on black pepper from various areas in Indonesia. Fifty isolates of Phytophthora were observed under light microscope. The observed morphological characteristics of each isolate, i.e. sporangiophore branching type, colony type, mating type and shape of sporangium after they were grown in growth medium of V8 juice agar, while length and width of sporangium, length of sporangiophore, and papilla were measured by micrometer. The variation of their virulence was observed by inoculating the hypha of each isolate on detached leaves of black pepper that incubated in damped boxes in room conditions. The width of necrotics were measured with leaf area meter after incubated for four days. The results indicated, those morphological characteristics of the isolates were vary in size, shape, colony pattern, mating type and sporangiophore branching pattern, which those characteristics were belong to P. capsici. Those morphological characteristics were not related with the mating type, isolated plant parts and its geographic distribution. The virulence of the tested isolates were also vary from low to high, and their virulence were also not related with the mating type, isolated plant parts and its geographic distribution.</p><p> </p><p><strong>Abstrak</strong></p><p>Phytophthora capsici merupakan cendawan penyebab penyakit busuk pangkal batang yang paling banyak menimbulkan kerusakan pada tanaman lada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati variasi morfologi dan virulensi Phytophthora yang diperoleh dari berbagai lokasi pertanaman lada di Indonesia. Setelah ditumbuhkan pada media V8 jus agar, sebanyak 50 isolat Phytophthora diamati karakteristik morfologinya di bawah mikroskop cahaya, yang meliputi tipe percabangan tangkai sporangium, tipe koloni, tipe kawin, dan bentuk sporangium. Pengukuran panjang dan lebar sporangium, tangkai sporangium, dan papilla dilakukan menggunakan micrometer. Variasi virulensi yang ada diamati dengan cara menginokulasikan potongan hifa dari setiap isolat pada helaian daun lada, kemudian diinkubasi di dalam kotak yang lembab dan diletakkan di suhu ruang. Setelah diinkubasi selama empat hari, luas nekrose yang terjadi diukur menggunakan leaf area meter. Hasil pengamatan menunjukkan adanya variasi karakterisitik morfologi dari setiap isolat pada tipe koloni, tipe kawin, percabangan sporangium, ukuran, dan bentuk sporangium. Semua isolat menunjukkan karakteristik P. capsici. Variasi morfologi yang ada tidak berkaitan dengan tipe kawin, asal bagian tanaman yang diisolasi, dan geografi asal isolat. Lima puluh isolat P. capsici juga bervariasi virulensinya, dari rendah sampai tinggi. Variasi virulensi tersebut juga tidak berkaitan dengan tipe kawin, asal bagian tanaman yang diisolasi maupun geografi asal isolat.</p>
Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Title: Variasi Morfologi dan Virulensi Phytophthora capsici Asal Lada
Description:
<p>Phytophthora capsici is the most important plant parasitic fungus causes stem rot disease in black pepper cultivation in Indonesia.
The objective of the present study was to observe morphological variation and virulence of Phytophthora isolated on black pepper from various areas in Indonesia.
Fifty isolates of Phytophthora were observed under light microscope.
The observed morphological characteristics of each isolate, i.
e.
sporangiophore branching type, colony type, mating type and shape of sporangium after they were grown in growth medium of V8 juice agar, while length and width of sporangium, length of sporangiophore, and papilla were measured by micrometer.
The variation of their virulence was observed by inoculating the hypha of each isolate on detached leaves of black pepper that incubated in damped boxes in room conditions.
The width of necrotics were measured with leaf area meter after incubated for four days.
The results indicated, those morphological characteristics of the isolates were vary in size, shape, colony pattern, mating type and sporangiophore branching pattern, which those characteristics were belong to P.
capsici.
Those morphological characteristics were not related with the mating type, isolated plant parts and its geographic distribution.
The virulence of the tested isolates were also vary from low to high, and their virulence were also not related with the mating type, isolated plant parts and its geographic distribution.
</p><p> </p><p><strong>Abstrak</strong></p><p>Phytophthora capsici merupakan cendawan penyebab penyakit busuk pangkal batang yang paling banyak menimbulkan kerusakan pada tanaman lada di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengamati variasi morfologi dan virulensi Phytophthora yang diperoleh dari berbagai lokasi pertanaman lada di Indonesia.
Setelah ditumbuhkan pada media V8 jus agar, sebanyak 50 isolat Phytophthora diamati karakteristik morfologinya di bawah mikroskop cahaya, yang meliputi tipe percabangan tangkai sporangium, tipe koloni, tipe kawin, dan bentuk sporangium.
Pengukuran panjang dan lebar sporangium, tangkai sporangium, dan papilla dilakukan menggunakan micrometer.
Variasi virulensi yang ada diamati dengan cara menginokulasikan potongan hifa dari setiap isolat pada helaian daun lada, kemudian diinkubasi di dalam kotak yang lembab dan diletakkan di suhu ruang.
Setelah diinkubasi selama empat hari, luas nekrose yang terjadi diukur menggunakan leaf area meter.
Hasil pengamatan menunjukkan adanya variasi karakterisitik morfologi dari setiap isolat pada tipe koloni, tipe kawin, percabangan sporangium, ukuran, dan bentuk sporangium.
Semua isolat menunjukkan karakteristik P.
capsici.
Variasi morfologi yang ada tidak berkaitan dengan tipe kawin, asal bagian tanaman yang diisolasi, dan geografi asal isolat.
Lima puluh isolat P.
capsici juga bervariasi virulensinya, dari rendah sampai tinggi.
Variasi virulensi tersebut juga tidak berkaitan dengan tipe kawin, asal bagian tanaman yang diisolasi maupun geografi asal isolat.
</p>.
Related Results
Efisiensi Pemasaran Lada Putih dan Lada Hitam di Desa Atolanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur
Efisiensi Pemasaran Lada Putih dan Lada Hitam di Desa Atolanu Kecamatan Lambandia Kabupaten Kolaka Timur
Produksi Lada Kabupaten Kolaka Timur mengalami peningkatan sebesar 96 ribu ton tahun 2017 menjadi 280 ribu ton tahun 2022. Kondisi ini menggambarkan potensi usahatani lada sangat m...
Virulensi Phytophthora capsici Asal Lada terhadap Piper spp.
Virulensi Phytophthora capsici Asal Lada terhadap Piper spp.
<p>Black Pepper (Piper nigrum) is Widely Cultivated in Indonesia by Smallholder. Foot rot disease caused by Phytophthora capsici is the main constraint in pepper cultivation ...
KETAHANAN BEBERAPA LADA HASIL PERSILANGAN TERHADAP Phytophthora capsici ASAL LADA
KETAHANAN BEBERAPA LADA HASIL PERSILANGAN TERHADAP Phytophthora capsici ASAL LADA
<p>ABSTRAK</p><p>Busuk pangkal batang (BPB) lada yang disebabkan oleh cendawanPhytophthora capsici merupakan masalah utama pada budidaya lada diIndonesia. Penyaki...
CENDAWAN ENDOFIT AKAR LADA UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN MENEKAN BUSUK PANGKAL BATANG BENIH LADA
CENDAWAN ENDOFIT AKAR LADA UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN MENEKAN BUSUK PANGKAL BATANG BENIH LADA
<ins cite="mailto:ASUS" datetime="2015-09-10T08:07"></ins><p class="IsiabstrakIndonesia">Busuk pangkal batang (BPB) merupakan penyakit tular tanah yang disebabkan...
Rekayasa alat pengering lada sisten rotary dengan pengontrol suhu untuk perbaikan mutu bubuk lada
Rekayasa alat pengering lada sisten rotary dengan pengontrol suhu untuk perbaikan mutu bubuk lada
Rekayasa alat pengering lada sistem rotary (P, L dan T, 86, 59 dan 72 cm) dengan pengontrol suhu untuk perbaikan mutu bubuk Lada Borneo Samboja (LBS) bertujuan untuk meningkatkan p...
Virulensi Wereng Batang Cokelat (Nilaparvata lugens Stål) dan Strategi Pengelolaannya
Virulensi Wereng Batang Cokelat (Nilaparvata lugens Stål) dan Strategi Pengelolaannya
<p>Wereng batang cokelat (WBC) timbul menjadi hama utama padi di Asia sebagai dampak revolusi hijau. Ledakan populasi WBC didukung oleh perilaku WBC yang monofagus pada padi,...
Strategi Pengembangan Lada (Studi Kasus Kelompok Tani Indatu di Desa Blang Panyang Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe)
Strategi Pengembangan Lada (Studi Kasus Kelompok Tani Indatu di Desa Blang Panyang Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe)
Abstrak . Lada merupakan salah satu tanaman rempah-rempah yang berasal dari tanaman perkebunan yang sangat terkenal dahulu di Aceh. Khususnya Petani lada di Aceh saat ini sudah mu...
Adult-onset Autoimmune Diabetes: Comparative Analysis of Classical and Latent Presentation
Adult-onset Autoimmune Diabetes: Comparative Analysis of Classical and Latent Presentation
Abstract
Introduction: Adult-onset autoimmune diabetes (AID) has two different phenotypes: classic type 1 diabetes mellitus (T1DM), with insulin requirement just after diag...

