Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan Terhadap Kadar Air dan Kadar Vitamin C pada Bubuk Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.)

View through CrossRef
Tanaman cabai jenis cabai rawit (Capsicum Frustescens L) adalah komodidas sayuran yang banyak dibudidayakan. Salah satu kendala yang dihadapi oleh petani adalah harga yang fluktuatif dan tidak dapat bertahan lama karena memiliki karakteristik yang mudah rusak dan busuk sehingga dibutuhkan pengolahan pasca panen yang sesuai. Bubuk cabai adalah salah satu produk olahan yang berbentuk bubuk, praktis dan daya simpan yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap kadar air dan kadar vitamin C pada bubuk cabai. Metode yang digunakan adalah metode pengeringan dengan variabel suhu yang digunakan yaitu 50 ℃, 55 ℃, 60 ℃, 65 ℃, dan 70 ℃ dan untuk variabel waktu yang digunakan adalah 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam dan 60 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu dan lama pengeringan akan mempengaruhi hilangnya kadar air dan kandungan vitamin C pada cabai rawit.
Title: Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan Terhadap Kadar Air dan Kadar Vitamin C pada Bubuk Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.)
Description:
Tanaman cabai jenis cabai rawit (Capsicum Frustescens L) adalah komodidas sayuran yang banyak dibudidayakan.
Salah satu kendala yang dihadapi oleh petani adalah harga yang fluktuatif dan tidak dapat bertahan lama karena memiliki karakteristik yang mudah rusak dan busuk sehingga dibutuhkan pengolahan pasca panen yang sesuai.
Bubuk cabai adalah salah satu produk olahan yang berbentuk bubuk, praktis dan daya simpan yang lama.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap kadar air dan kadar vitamin C pada bubuk cabai.
Metode yang digunakan adalah metode pengeringan dengan variabel suhu yang digunakan yaitu 50 ℃, 55 ℃, 60 ℃, 65 ℃, dan 70 ℃ dan untuk variabel waktu yang digunakan adalah 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam dan 60 jam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu dan lama pengeringan akan mempengaruhi hilangnya kadar air dan kandungan vitamin C pada cabai rawit.

Related Results

Karakteristik Pengeringan Ikan Kembung (Mackerel Fish) Menggunakan Metoda Pengeringan Konveksi Dengan Suhu Bertingkat
Karakteristik Pengeringan Ikan Kembung (Mackerel Fish) Menggunakan Metoda Pengeringan Konveksi Dengan Suhu Bertingkat
Ikan kembung kering merupakan salah satu solusi untuk mengatasi berlimpahnya hasil tangkapan dan pembusukan pada ikan kembung. Namun, saat ini proses pengeringan yang dilakukan ole...
PENGARUH BERBAGAI METODE PENGERINGAN TERHADAP FISIKOKIMIA BUBUK CABAI  : STUDI PUSTAKA
PENGARUH BERBAGAI METODE PENGERINGAN TERHADAP FISIKOKIMIA BUBUK CABAI  : STUDI PUSTAKA
Bubuk cabai merupakan salah satu cara dalam mengawetkan cabai segar melalui berbagai tahapan seperti pengeringan dan penggilingan hingga menjadi serbuk. Review ini membahas pengaru...
Analisis Usahatani Cabai Rawit (Capsicum frutescens) di Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut
Analisis Usahatani Cabai Rawit (Capsicum frutescens) di Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut
Cabai merupakan salah satu komoditas holtikultura yang dibutuhkan dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Cabai rawit merupakan jenis cabai yang banyak digunakan dalam masakan se...
Pengaruh Pupuk Cair Cangkang Telur Ayam dan Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanam Cabai Rawit Merah (Capsicum frutescens L.)
Pengaruh Pupuk Cair Cangkang Telur Ayam dan Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanam Cabai Rawit Merah (Capsicum frutescens L.)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk cair dari cangkang telur ayam dan air kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit merah (C...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Penerapan Metode Simple Additive Weighting Dalam Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit Cabai
Penerapan Metode Simple Additive Weighting Dalam Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit Cabai
Abstract: Cayenne pepper cultivation is a very promising unit of activity because cayenne pepper is one of the most frequently used cooking spices. The era of digital transformatio...
Analisis Fluktuasi Harga Cabai Rawit di Desa kabupaten Polewali Mandar
Analisis Fluktuasi Harga Cabai Rawit di Desa kabupaten Polewali Mandar
Cabai rawit (Capsicum frustescens L.) adalah salah satu dari sekitar dua puluh hingga tiga puluh spesies tanaman dalam genus Capsicum yang telah banyak dibudidayakan. Cabai rawit, ...

Back to Top