Javascript must be enabled to continue!
Pemenuhan Istirahat – Tidur Pasien melalui Tehnik Relaksasi Progresif di Rumah Sakit Umum Daerah Bima
View through CrossRef
Relaksasi progresif sebagai salah satu teknik relaksasi otot telah terbukti mengatasi keluhan anxietas, insomnia, kelelahan, kram otot, nyeri leher dan pinggang, tekanan darah tinggi, phobia ringan dan gagap. Hubungan antara teknik relaksasi dan pemenuhan kebutuhan istirahat-tidur sangat erat, karena istirahat dan tidur tergantung dari relaksasi otot. Jenis penelitian ini adalah Pra Eksperimen dengan menggunakan pendekatan One Group Pra Test–Post Test Design. Dengan populasi seluruh pasien yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat-tidur di ruangan VIP-B RSUD Bima. Pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman teknik relaksasi progresif, kuesioner dan pedoman observasi. Data yang terkumpul ditabulasi dalam tabel distribusi frekuensi sesuai dengan subvariabel yang diteliti dan dianalisa dengan menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukan tingkat pemenuhan kebutuhan istirahat-tidur pasien sebelum dilakukan teknik relaksasi progresif berada pada kategori tidur kurang (100%) dan setelah dilakukan teknik relaksasi progresif berada pada kategori tidur cukup (60%) dan tidur baik (40%). Hasil uji statistik didapatkan nilai t-hitung sebesar 11,481 dengan p-value 0,001, yang berarti ada pengaruh teknik relaksasi progresif terhadap pemenuhan kebutuhan istirahat-tidur pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Bima.
Title: Pemenuhan Istirahat – Tidur Pasien melalui Tehnik Relaksasi Progresif di Rumah Sakit Umum Daerah Bima
Description:
Relaksasi progresif sebagai salah satu teknik relaksasi otot telah terbukti mengatasi keluhan anxietas, insomnia, kelelahan, kram otot, nyeri leher dan pinggang, tekanan darah tinggi, phobia ringan dan gagap.
Hubungan antara teknik relaksasi dan pemenuhan kebutuhan istirahat-tidur sangat erat, karena istirahat dan tidur tergantung dari relaksasi otot.
Jenis penelitian ini adalah Pra Eksperimen dengan menggunakan pendekatan One Group Pra Test–Post Test Design.
Dengan populasi seluruh pasien yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat-tidur di ruangan VIP-B RSUD Bima.
Pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden.
Instrumen yang digunakan yaitu pedoman teknik relaksasi progresif, kuesioner dan pedoman observasi.
Data yang terkumpul ditabulasi dalam tabel distribusi frekuensi sesuai dengan subvariabel yang diteliti dan dianalisa dengan menggunakan uji t-test.
Hasil penelitian menunjukan tingkat pemenuhan kebutuhan istirahat-tidur pasien sebelum dilakukan teknik relaksasi progresif berada pada kategori tidur kurang (100%) dan setelah dilakukan teknik relaksasi progresif berada pada kategori tidur cukup (60%) dan tidur baik (40%).
Hasil uji statistik didapatkan nilai t-hitung sebesar 11,481 dengan p-value 0,001, yang berarti ada pengaruh teknik relaksasi progresif terhadap pemenuhan kebutuhan istirahat-tidur pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Bima.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pengaruh Latihan Relaksasi Otot Progresif terhadap Kualitas Tidur Lansia
Pengaruh Latihan Relaksasi Otot Progresif terhadap Kualitas Tidur Lansia
Lansia merupakan kelompok orang yang paling sering mengalami penurunan kualitas tidur. Beberapa penelitian menunjukkan manfaat latihan relaksasi otot progresif untuk menghadirkan r...
Efektivitas Teknik Relaksasi Progresif Dalam Mengurangi Kesulitan Tidur Pada Remaja
Efektivitas Teknik Relaksasi Progresif Dalam Mengurangi Kesulitan Tidur Pada Remaja
<p><em>Sleep deprivation Sleep can cause mood disorders, lack of concentration, emotions and lazy interests. There are several ways to classify sleep, one with a relaxa...
Analisis Marketing Mix (Bauran Pemasaran) Dalam Meningkatkan Penggunaan Tempat Tidur Di Rumah Sakit Tandun Tahun 2019
Analisis Marketing Mix (Bauran Pemasaran) Dalam Meningkatkan Penggunaan Tempat Tidur Di Rumah Sakit Tandun Tahun 2019
Bauran pemasaran merupakan strategi mencampur kegiatan-kegiatan marketing yang meliputi product, price, place, dan promotion, agar dicari kombinasi maksimal sehingga mendatangkan h...
Relaksasi Otot Progresif Meningkatkan Kualitas Tidur Mahasiswa Keperawatan yang Mengerjakan Tugas Akhir
Relaksasi Otot Progresif Meningkatkan Kualitas Tidur Mahasiswa Keperawatan yang Mengerjakan Tugas Akhir
Mahasiswa rentang mengalami stress sehingga mengakibatkan gangguan tidur ketika menyelesaikan tugas akhir. Hal ini mengakibatkan kebutuhan istirahat tidak terpenuhi dengan baik seh...
Pengaruh Waktu Tunggu Terhadap Kepuasanpasien Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Doloksanggul Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2024
Pengaruh Waktu Tunggu Terhadap Kepuasanpasien Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Doloksanggul Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2024
Latar Belakang: Rumah Sakit Umum Daerah Doloksanggul adalah salah satu rumah sakit tipe C di Doloksanggul. Rumah Sakit Umum Daerah Doloksanggul diketahui bahwa dari 10 responden ya...
HUBUNGAN INTENSITAS NYERI DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR PADA PASIEN POSTOPERASI EKSTREMITAS BAWAH DI RUMAH SAKIT
HUBUNGAN INTENSITAS NYERI DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR PADA PASIEN POSTOPERASI EKSTREMITAS BAWAH DI RUMAH SAKIT
Background Nyeri merupakan rasa sakit yang dialami oleh tubuh yang disebabkan karena adanya kerusakan jaringan atau rangsangan lainnya yang mengganggu keseimbangan tubuh dan juga ...
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
<p>Rumah Sakit mcmiliki kewajiban untuk memberikan pertolongan (emergency)tanpa mengharuskan pembayaran uang muka terlebih dahulu, hal ini tertuang dalam Pasal 32 ayat (1) da...

