Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN INTENSITAS NYERI DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR PADA PASIEN POSTOPERASI EKSTREMITAS BAWAH DI RUMAH SAKIT
View through CrossRef
Background Nyeri merupakan rasa sakit yang dialami oleh tubuh yang disebabkan karena adanya kerusakan jaringan atau rangsangan lainnya yang mengganggu keseimbangan tubuh dan juga merupakan permasalahan yang sering terjadi pada pasien postoperasi fraktur dan selalu memberi dampak pada tubuh, diantaranya adalah gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur. Kebutuhan istirahat dan tidur yang terpenuhi dapat mengakibatkan gangguan mental, emosional dan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan intensitas nyeri dengan pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur pada pasien postoperasi fraktur ekstremitas bawah di Rumah Sakit. Method Penelitian ini merupakan quantitative research dengan menggunakan desain cross sectional study. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 81 orang pasien posoperasi fraktur ekstremitas bawah. Instrumen penelitian menggunakan skala nyeri Numerical Rating Scale (NRS), Fatigue Assesment Scale (FAS) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data dianalisis menggunakan program SPSS versi 23 dengan uji Chi-square. Result Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara intensitas nyeri dengan pemenuhan kebutuhan istirahat dengan (p=0,044 ; OR=3,630) dan ada hubungan antara intensitas nyeri dengan pemenuhan kebutuhan tidur dengan (p=0,031 ; OR=3,938). Conclusions Diharapkan kepada perawat untuk dapat membantu pasien postoperasi fraktur ekstremitas bawah sehingga dapat menemukan cara untuk mengatasi intensitas nyeri, agar pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur pada pasien postoperasi fraktur ekstremitas bawah dapat terpenuhi.
STKIP Bina Bangsa Getsempena
Title: HUBUNGAN INTENSITAS NYERI DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR PADA PASIEN POSTOPERASI EKSTREMITAS BAWAH DI RUMAH SAKIT
Description:
Background Nyeri merupakan rasa sakit yang dialami oleh tubuh yang disebabkan karena adanya kerusakan jaringan atau rangsangan lainnya yang mengganggu keseimbangan tubuh dan juga merupakan permasalahan yang sering terjadi pada pasien postoperasi fraktur dan selalu memberi dampak pada tubuh, diantaranya adalah gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur.
Kebutuhan istirahat dan tidur yang terpenuhi dapat mengakibatkan gangguan mental, emosional dan kesehatan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan intensitas nyeri dengan pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur pada pasien postoperasi fraktur ekstremitas bawah di Rumah Sakit.
Method Penelitian ini merupakan quantitative research dengan menggunakan desain cross sectional study.
Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 81 orang pasien posoperasi fraktur ekstremitas bawah.
Instrumen penelitian menggunakan skala nyeri Numerical Rating Scale (NRS), Fatigue Assesment Scale (FAS) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI).
Data dianalisis menggunakan program SPSS versi 23 dengan uji Chi-square.
Result Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara intensitas nyeri dengan pemenuhan kebutuhan istirahat dengan (p=0,044 ; OR=3,630) dan ada hubungan antara intensitas nyeri dengan pemenuhan kebutuhan tidur dengan (p=0,031 ; OR=3,938).
Conclusions Diharapkan kepada perawat untuk dapat membantu pasien postoperasi fraktur ekstremitas bawah sehingga dapat menemukan cara untuk mengatasi intensitas nyeri, agar pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur pada pasien postoperasi fraktur ekstremitas bawah dapat terpenuhi.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pemenuhan Istirahat – Tidur Pasien melalui Tehnik Relaksasi Progresif di Rumah Sakit Umum Daerah Bima
Pemenuhan Istirahat – Tidur Pasien melalui Tehnik Relaksasi Progresif di Rumah Sakit Umum Daerah Bima
Relaksasi progresif sebagai salah satu teknik relaksasi otot telah terbukti mengatasi keluhan anxietas, insomnia, kelelahan, kram otot, nyeri leher dan pinggang, tekanan darah ting...
Analisis Marketing Mix (Bauran Pemasaran) Dalam Meningkatkan Penggunaan Tempat Tidur Di Rumah Sakit Tandun Tahun 2019
Analisis Marketing Mix (Bauran Pemasaran) Dalam Meningkatkan Penggunaan Tempat Tidur Di Rumah Sakit Tandun Tahun 2019
Bauran pemasaran merupakan strategi mencampur kegiatan-kegiatan marketing yang meliputi product, price, place, dan promotion, agar dicari kombinasi maksimal sehingga mendatangkan h...
Gangguan Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia)
Gangguan Tidur Pada Lanjut Usia (Lansia)
Gangguan tidur pada umumnya sering kita temukan pada masyarakat awam, terutama pada orang dengan lanjut usia (lansia). Prevalensinya sekitar 76%. Kelompok lansia lebih sering menga...
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
TANGGUNG JAWAB HUKUM RUMAH SAKIT TERHADAP PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT
<p>Rumah Sakit mcmiliki kewajiban untuk memberikan pertolongan (emergency)tanpa mengharuskan pembayaran uang muka terlebih dahulu, hal ini tertuang dalam Pasal 32 ayat (1) da...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...
Tingkat Kualitas Tidur Pada Pasien Gagal Jantung Kongestif (CHF) Dengan Posisi Tidur Semi Fowler, Semi Fowler Miring Kanan, Dan Semi Fowler Miring Kiri di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong
Tingkat Kualitas Tidur Pada Pasien Gagal Jantung Kongestif (CHF) Dengan Posisi Tidur Semi Fowler, Semi Fowler Miring Kanan, Dan Semi Fowler Miring Kiri di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong
Latar Belakang: Gangguan kualitas tidur seseorang sangat salah satunya dipengaruhi oleh posisi tidur. Posisi tidur yang baik menurut Rosulullah SAW adalah posisi tidur miring kanan...

