Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kebebasan Beragama Perspektif Al-Khatib Asy-Syirbini dalam Tafsir As-Siraj Al-Munir

View through CrossRef
Penelitian ini mengkaji pandangan Al-Khatîb asy-Syirbînî mengenai kebebasan beragama dan sanksi terhadap murtad dalam tafsir as-Sirâj al-Munîr. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tantangan kompleks yang dihadapi dalam menerapkan kebebasan beragama di negara-negara dengan sistem Islam, di mana sering terjadi ketegangan antara nilai-nilai agama dan hak asasi manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana pandangan Al-Khatîb asy-Syirbînî dapat berkontribusi terhadap wacana kebebasan beragama, serta meneliti keterkaitannya dengan konteks sosial di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan metode deskriptif-analitis. Data utama yang dianalisis mencakup enam ayat Al-Qur'an yang relevan, ditelaah menggunakan pendekatan Maqâshid asy-Syarî’ah untuk menggali dimensi maslahat, kebebasan, dan keadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Khatîb asy-Syirbînî menekankan pentingnya kebebasan memilih keyakinan sebagai bagian dari kehendak ilahi, meskipun interpretasinya kurang mempertimbangkan aspek sosial-historis. Dalam konteks Indonesia, penerapan nilai-nilai kebebasan beragama sesuai Maqâshid asy-Syarî’ah dapat memperkuat harmoni sosial dan melindungi hak asasi manusia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemahaman yang lebih inklusif terhadap kebebasan beragama, seperti yang diusung oleh Al-Khatîb asy-Syirbînî, dapat menawarkan solusi untuk tantangan kontemporer dalam isu kebebasan beragama, serta memberikan landasan teologis yang relevan dengan dinamika masyarakat saat ini.
Title: Kebebasan Beragama Perspektif Al-Khatib Asy-Syirbini dalam Tafsir As-Siraj Al-Munir
Description:
Penelitian ini mengkaji pandangan Al-Khatîb asy-Syirbînî mengenai kebebasan beragama dan sanksi terhadap murtad dalam tafsir as-Sirâj al-Munîr.
Latar belakang penelitian ini berangkat dari tantangan kompleks yang dihadapi dalam menerapkan kebebasan beragama di negara-negara dengan sistem Islam, di mana sering terjadi ketegangan antara nilai-nilai agama dan hak asasi manusia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana pandangan Al-Khatîb asy-Syirbînî dapat berkontribusi terhadap wacana kebebasan beragama, serta meneliti keterkaitannya dengan konteks sosial di Indonesia.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan metode deskriptif-analitis.
Data utama yang dianalisis mencakup enam ayat Al-Qur'an yang relevan, ditelaah menggunakan pendekatan Maqâshid asy-Syarî’ah untuk menggali dimensi maslahat, kebebasan, dan keadilan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Khatîb asy-Syirbînî menekankan pentingnya kebebasan memilih keyakinan sebagai bagian dari kehendak ilahi, meskipun interpretasinya kurang mempertimbangkan aspek sosial-historis.
Dalam konteks Indonesia, penerapan nilai-nilai kebebasan beragama sesuai Maqâshid asy-Syarî’ah dapat memperkuat harmoni sosial dan melindungi hak asasi manusia.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemahaman yang lebih inklusif terhadap kebebasan beragama, seperti yang diusung oleh Al-Khatîb asy-Syirbînî, dapat menawarkan solusi untuk tantangan kontemporer dalam isu kebebasan beragama, serta memberikan landasan teologis yang relevan dengan dinamika masyarakat saat ini.

Related Results

Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
In the study of ushûl al-tafsir, among the most important things in discussing the basics of interpretation is establishing the concept of mufassir. This is because without underst...
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Pembelajaran Tafsir Di Dayah Ummul Ayman Samalanga
Dayah Ummul Ayman is one of the largest dayah in Aceh. The teaching of tafsir in this dayah is carried out through dayah curriculum and adapted to the abilities of students. Standa...
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
SEJARAH PERKEMBANGAN TAFSIR
AbstrakKegiatan tafsir Al-Qu’ran telah dimulai sejak masa Nabi Muhammad Saw dan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa, yaitu periode Nabi Muhammad Saw dan sahabatnya, peri...
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA
Al-Qur’an, dalam tradisi pemikiran Islam, telah melahirkan sederetan teks turunan yang demikian luas dan mengagumkan yang disebut Tafsir. Tafsir al-Qur’an adalah penjelasan tentang...
Information Management from the Interpretation of Al-Quran: Study on Tafsir Nur Al-Ihsan
Information Management from the Interpretation of Al-Quran: Study on Tafsir Nur Al-Ihsan
The development of works in the field of Quranic interpretation has grown rapidly in this age. The work in this field has been written in various major languages of the world such ...

Back to Top