Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

FAKTOR RESIKO KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MALLIMONGAN BARU KOTA MAKASSAR

View through CrossRef
Latar Belakang : Tuberkulosis Paru merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia. Tubekulosis (TB) salah satu penyakit infeksius yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang dapat menyebar melalui udara dari satu orang ke orang lain. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor risiko kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Malimongan Baru Kota Makassar. Metoede : Desain penelitian adalah observasional analitik  dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas Malimongan Baru. Sampel dalam penelitian ini adalah semua kasus dan control dengan perbandigan 1:1 yang terdiri dari sampel kasus 42 dan sampel kontrol 42 dengan jumlah keseluruhan 84 responden. Hasil  : Penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan OR= 4.439 (CI95%= 1.708-11.537), jenis lantai OR= 3.077 (CI95%= 1.106-8.558), status ekonomi OR= 1.734 (CI95% = 0.686-4.389), merupakan faktor risiko kejadian TB Paru sedangkan, kebiasaan merokok OR= 0.333 (CI95%= 0.114-0.978),  kepadatan hunian OR= 0.378 (CI95%= 0.149-0.963), suhu OR= 0.346 (CI95%= 0.129-0.928), kelembaban OR= 0.364 (CI95%= 0.140-0.947), serta ventilasi OR= 0.401 (CI95%= 0.153-1.048) merupakan faktor protektif terhadap kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Malimongan Baru Kota Makassar. Adapun faktor risiko paling dominan terhadap kejadian TB Paru di wilayah Kerja Puskesmas Malimongan Baru Kota Makassar adalah pengetahun dengan nilai regresi logistik sebesar 6.446.Kesimpulan : Penelitian ini adalah faktor risiko yang bermakna terhadap kejadian TB Paru adalah pengetahuan, jenis lantai, status ekonomi. Sedangkan kebiasaan meroko, kepadatan hunian, suhu, kelembaban, serta ventilasi merupakan faktor protektif. Diharapkan kepada masyarakat agar dapat meningkatkan pengetahuannya tentang penyakit menular khususnya TB Paru sehingga bagi yang memiliki keluarga sakit TB Paru saat penderita bersin atau batuk dapat menghindar dari kerumunan.
Title: FAKTOR RESIKO KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MALLIMONGAN BARU KOTA MAKASSAR
Description:
Latar Belakang : Tuberkulosis Paru merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia.
Tubekulosis (TB) salah satu penyakit infeksius yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang dapat menyebar melalui udara dari satu orang ke orang lain.
Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor risiko kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Malimongan Baru Kota Makassar.
Metoede : Desain penelitian adalah observasional analitik  dengan pendekatan case control.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas Malimongan Baru.
Sampel dalam penelitian ini adalah semua kasus dan control dengan perbandigan 1:1 yang terdiri dari sampel kasus 42 dan sampel kontrol 42 dengan jumlah keseluruhan 84 responden.
Hasil  : Penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan OR= 4.
439 (CI95%= 1.
708-11.
537), jenis lantai OR= 3.
077 (CI95%= 1.
106-8.
558), status ekonomi OR= 1.
734 (CI95% = 0.
686-4.
389), merupakan faktor risiko kejadian TB Paru sedangkan, kebiasaan merokok OR= 0.
333 (CI95%= 0.
114-0.
978),  kepadatan hunian OR= 0.
378 (CI95%= 0.
149-0.
963), suhu OR= 0.
346 (CI95%= 0.
129-0.
928), kelembaban OR= 0.
364 (CI95%= 0.
140-0.
947), serta ventilasi OR= 0.
401 (CI95%= 0.
153-1.
048) merupakan faktor protektif terhadap kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Malimongan Baru Kota Makassar.
Adapun faktor risiko paling dominan terhadap kejadian TB Paru di wilayah Kerja Puskesmas Malimongan Baru Kota Makassar adalah pengetahun dengan nilai regresi logistik sebesar 6.
446.
Kesimpulan : Penelitian ini adalah faktor risiko yang bermakna terhadap kejadian TB Paru adalah pengetahuan, jenis lantai, status ekonomi.
Sedangkan kebiasaan meroko, kepadatan hunian, suhu, kelembaban, serta ventilasi merupakan faktor protektif.
Diharapkan kepada masyarakat agar dapat meningkatkan pengetahuannya tentang penyakit menular khususnya TB Paru sehingga bagi yang memiliki keluarga sakit TB Paru saat penderita bersin atau batuk dapat menghindar dari kerumunan.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016
Jumlah kasus TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kalibagor tahun 2013 sebanyak 38 kasus dan pada tahun2014 menurun menjadi 31 kasus. Kasus TB Paru baru masih terjadi, tidak terlepas...
Analisis Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Kota Palembang Tahun 2024
Analisis Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Kota Palembang Tahun 2024
Tuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Peningkatan kejadian TB paru terutama terjadi pada individu de...
Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang
Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang
Latar belakang: Stunting merupakan status kurang gizi yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat karena malnutrisi jangka panjang. Stunting disebut ...
PENYULUHAN FAKTOR RISIKO TB PARU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017
PENYULUHAN FAKTOR RISIKO TB PARU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017
Tuberkulosis Paru (TB) paru merupakan penyakit kronis dengan agent Mycobacterium tuberculosis yang terus mengalami peningkatan kasus karena penularannya dari droplet penderita mela...
KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PAIEN TB PARU
KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PAIEN TB PARU
AbstactDrug Compliance Drugs in Pulmonary TB Patients in the Work Area of Kunti Puskesmas and Puskesmas Kauman Kabupaten PonorogoBy: Malik Fajar RozaqiThe level of adherence in tre...

Back to Top