Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENYULUHAN FAKTOR RISIKO TB PARU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017

View through CrossRef
Tuberkulosis Paru (TB) paru merupakan penyakit kronis dengan agent Mycobacterium tuberculosis yang terus mengalami peningkatan kasus karena penularannya dari droplet penderita melalui udara. World Health Organization (WHO) merumuskan TB sebagai kegawatdaruratan dunia (Global Emergency). Hal ini disebabkan oleh adanya epidemi Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). Selain itu juga adanya resisten berbagai obat (Depkes, 2009). Menurut WHO tahun 2011 menyatakan bahwa prevalensi TB paru diperkirakan dengan total penderita adalah 660.000 penderita per tahun, sedangkan insidensi TB paru diestimasikan sebesar 430.000 kasus baru per tahun. Estimasi kematian akibat TB paru di dunia adalah 61.000 kematian per tahunnya. Berdasarkan laporan tahunan World Health Organization (WHO) disimpulkan bahwa ada 22 negara dengan kategori beban tinggi terhadap TB (high Burden of TBC Number). Sebanyak 8,9 juta penderita TB dengan proporsi 80% pada 22 negara berkembang dengan kematian 3 juta orang per tahun dan 1 orang dapat terinfeksi TB setiap detik. Indonesia sekarang berada pada ranking kelima negara dengan beban TB tertinggi di dunia (WHO, 2010). Menurut WHO tahun 2014 menyatakan bahwa terdapat 9,6 juta penduduk dunia terinfeksi TB paru. Berdasarkan laporan Depkes RI tahun 2008 menyatakan bahwa prevalensi TB paru yang paling terbanyak adalah Indonesia bagian timur sebesar 44%, pada peringkat kedua adalah Indonesia bagian barat yaitu di wilayah Sumatera sebesar 33%, di wilayah Jawa dan Bali sebesar 23%. Di provinsi Jawa Barat prevalensi TB paru sebesar  0,7%. Prevalensi TB paru di Provinsi Jawa Barat terus mengalami kenaikan kasus. Menurut Profil Kesehatan Jawa Barat tahun 2012 menyatakan bahwa Kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah kasus TB paru dan diobati sebanyak 1.088 penderita, angka kesembuhan TB paru pada penduduk laki-laki dan perempuan sebanyak 995 penduduk atau sebesar 91,45%. Angka pengobatan lengkap TB paru pada laki-laki dan perempuan sebanyak 29 orang atau sebesar 2,67 %, dengan angka kesuksesan (Success Rate/SR) sebesar 94,12 %. Apabila dilihat dari angka pengobatan lengkap TB paru  menunjukkan masih rendahnya kesadaran penderita TB paru dalam melakukan pengobatan lengkap. Berdasarkan data di bagian Surveilens Epidemiologi Puskesmas Singaparna tercatat ada 71 penderita TB paru pada tahun 2017. Berdasarkan permasalahan tersebut penulis tertarik untuk melakukan pengabdian masyarakat melalui kegiatan penyuluhan Faktor Risiko TB paru.  
Title: PENYULUHAN FAKTOR RISIKO TB PARU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017
Description:
Tuberkulosis Paru (TB) paru merupakan penyakit kronis dengan agent Mycobacterium tuberculosis yang terus mengalami peningkatan kasus karena penularannya dari droplet penderita melalui udara.
World Health Organization (WHO) merumuskan TB sebagai kegawatdaruratan dunia (Global Emergency).
Hal ini disebabkan oleh adanya epidemi Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).
Selain itu juga adanya resisten berbagai obat (Depkes, 2009).
Menurut WHO tahun 2011 menyatakan bahwa prevalensi TB paru diperkirakan dengan total penderita adalah 660.
000 penderita per tahun, sedangkan insidensi TB paru diestimasikan sebesar 430.
000 kasus baru per tahun.
Estimasi kematian akibat TB paru di dunia adalah 61.
000 kematian per tahunnya.
Berdasarkan laporan tahunan World Health Organization (WHO) disimpulkan bahwa ada 22 negara dengan kategori beban tinggi terhadap TB (high Burden of TBC Number).
Sebanyak 8,9 juta penderita TB dengan proporsi 80% pada 22 negara berkembang dengan kematian 3 juta orang per tahun dan 1 orang dapat terinfeksi TB setiap detik.
Indonesia sekarang berada pada ranking kelima negara dengan beban TB tertinggi di dunia (WHO, 2010).
Menurut WHO tahun 2014 menyatakan bahwa terdapat 9,6 juta penduduk dunia terinfeksi TB paru.
Berdasarkan laporan Depkes RI tahun 2008 menyatakan bahwa prevalensi TB paru yang paling terbanyak adalah Indonesia bagian timur sebesar 44%, pada peringkat kedua adalah Indonesia bagian barat yaitu di wilayah Sumatera sebesar 33%, di wilayah Jawa dan Bali sebesar 23%.
Di provinsi Jawa Barat prevalensi TB paru sebesar  0,7%.
Prevalensi TB paru di Provinsi Jawa Barat terus mengalami kenaikan kasus.
Menurut Profil Kesehatan Jawa Barat tahun 2012 menyatakan bahwa Kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah kasus TB paru dan diobati sebanyak 1.
088 penderita, angka kesembuhan TB paru pada penduduk laki-laki dan perempuan sebanyak 995 penduduk atau sebesar 91,45%.
Angka pengobatan lengkap TB paru pada laki-laki dan perempuan sebanyak 29 orang atau sebesar 2,67 %, dengan angka kesuksesan (Success Rate/SR) sebesar 94,12 %.
Apabila dilihat dari angka pengobatan lengkap TB paru  menunjukkan masih rendahnya kesadaran penderita TB paru dalam melakukan pengobatan lengkap.
Berdasarkan data di bagian Surveilens Epidemiologi Puskesmas Singaparna tercatat ada 71 penderita TB paru pada tahun 2017.
Berdasarkan permasalahan tersebut penulis tertarik untuk melakukan pengabdian masyarakat melalui kegiatan penyuluhan Faktor Risiko TB paru.
 .

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
ANALISIS PEMASARAN DODOL SIRSAK (Annona muricata)
ANALISIS PEMASARAN DODOL SIRSAK (Annona muricata)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Saluran pemasaran dodol sirsak di Desa Singaparna Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. (2) Besarnya marjin pemasaran pada mas...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
GAMBARAN KARAKTERISTIK KADER POSYANDU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012
GAMBARAN KARAKTERISTIK KADER POSYANDU DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2012
Cakupan D/S sebesar 39,20 %, cakupan K/S 100 %, dan  cakupan N/S 26,47 % . Pencapaian indikator Posyandu di Desa Singaparna tidak terlepas dari peran kader posyandu yang ada di des...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Analisis Manajemen Risiko Konstruksi Pada Proyek Konstruksi Bendungan Berdasarkan Konsep ISO 31000:2018
Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak ke empat di dunia dan hal ini menjadi tantangan pemerintah dalam membangun infrastruktur yang memadai. Salah satu program pemer...
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN DODOL SIRSAK (Annona muricata)
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN DODOL SIRSAK (Annona muricata)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kelayakan finansial usaha pengolahan dodol sirsak di Desa Singaparna Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. (2) Jangka waktu yan...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...

Back to Top