Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA

View through CrossRef
Laporan Puskesmas Meureudu tahun 2021 bahwa sebesar 19,46% balita mengalami stunting. Balita yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, menjadikan anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan di masa depan dapat berisiko pada menurunnya tingkat produktivitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia >6-59 bulan di Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya tahun 2022.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat analitik observasional dengan menggunakan pendekatan Desain Case Control untuk mengetahui apakah terdapat hubungan asupan karbohidrat, kolostrum, pengetahuan ibu, dan kesehatan lingkungan terhadap kejadian stunting pada balita usia >6-59 bulan di wilayah kerja puskesmas Meureudu Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Sampel terdiri dari sampel kasus berjumlah 100 responden dan sampel kontrol berjumlah 100 responden. Pengumpulan data dilakukan 13 Juli s/d 28 juli 2022 dengan menggunakan kuesioner melalui wawancara. Analisis data  menggunakan uji Chi-Square. aplikasi nutrisuervey dan aplikasi PSG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan asupan karbohidrat terhadap kejadian stunting dengan P-Value sebesar 0,000. Kemudian untuk variabel kolostrum, pengetahuan ibu, dan kesehatan lingkungan diperoleh hasil tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kejadian stunting di Puskesmas Meureudu. Hasil P-Value untuk kolostrum, pengetahuan ibu, dan kesehatan lingkungan masing-masing adalah 0,774, 0,471, dan 0,570. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa variabel asupan karbohidrat memiliki hubungan dengan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Meureudu tahun 2022.
Title: DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA
Description:
Laporan Puskesmas Meureudu tahun 2021 bahwa sebesar 19,46% balita mengalami stunting.
Balita yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, menjadikan anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan di masa depan dapat berisiko pada menurunnya tingkat produktivitas.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia >6-59 bulan di Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya tahun 2022.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat analitik observasional dengan menggunakan pendekatan Desain Case Control untuk mengetahui apakah terdapat hubungan asupan karbohidrat, kolostrum, pengetahuan ibu, dan kesehatan lingkungan terhadap kejadian stunting pada balita usia >6-59 bulan di wilayah kerja puskesmas Meureudu Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya.
Sampel terdiri dari sampel kasus berjumlah 100 responden dan sampel kontrol berjumlah 100 responden.
Pengumpulan data dilakukan 13 Juli s/d 28 juli 2022 dengan menggunakan kuesioner melalui wawancara.
Analisis data  menggunakan uji Chi-Square.
aplikasi nutrisuervey dan aplikasi PSG.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan asupan karbohidrat terhadap kejadian stunting dengan P-Value sebesar 0,000.
Kemudian untuk variabel kolostrum, pengetahuan ibu, dan kesehatan lingkungan diperoleh hasil tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kejadian stunting di Puskesmas Meureudu.
Hasil P-Value untuk kolostrum, pengetahuan ibu, dan kesehatan lingkungan masing-masing adalah 0,774, 0,471, dan 0,570.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa variabel asupan karbohidrat memiliki hubungan dengan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Meureudu tahun 2022.

Related Results

Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Latar Belakang: Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2020, ...
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Stunting, Perjalanan sejak Bayi Lahir Rendah dengan Pola Pemberian Makan
Abstract. Low Birth Weight (LBW) has a stunting risk factor of 4.24 times compared to normal birth weight. Inadequate nutritional factors such as improper feeding patterns, can aff...
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
Abstrak : Tuberkulosis (TB) dan stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan stunting dengan kejadian TB pada anak usia 1-59 ...
Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang
Berat Lahir Bayi, Kepemilikan JKN dan Kebiasaan Merokok dengan Balita Stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang
Latar belakang: Stunting merupakan status kurang gizi yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat karena malnutrisi jangka panjang. Stunting disebut ...
Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Titi Papan
Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 6-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Titi Papan
Salah satu masalah gizi signifikan yang mempengaruhi balita dan belum terselasaikan hingga kini adalah stunting. Selain menjadi masalah di Indonesia, stunting kini menjadi isu glob...
Determinan Kejadian Stunting di Kabupaten Maros
Determinan Kejadian Stunting di Kabupaten Maros
Zain G, Kurniasari R. Literature Review: Pengaruh Bentuk Media Edukasi Gizi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu dalam Upaya Pencegahan Stunting pada Anak: Literature Review: The I...

Back to Top