Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS ALAT PELONTAR PESAWAT TARGET DRONE UNTUK MENDUKUNG LATIHAN MENEMBAK SASARAN UDARA
View through CrossRef
Target Drone adalah pesawat yang digunakan untuk menguji keakuratan penembakan rudal ke sasaran udara dengan tujuan menghancurkan sasarannya. Sistem peluncuran pesawat latih meriam masih menggunakan cara manual yaitu meluncurkan pesawat dengan menggunakan energi peluncuran tangan manusia. Penulis bermaksud mengambil mata kuliah yang diperoleh dengan mengerjakan tugas akhir perancangan alat mekanis peluncuran drone sasaran untuk menunjang latihan menembak sasaran udara. Saat perencanaan, alat tersebut menggunakan komponen pegas dan motor listrik sebagai tenaga penggeraknya. Sistem ini memungkinkan penggantian ketapel dari sumber manual menjadi mekanik dan elektrik. Daya dorong minimum yang diperlukan untuk menerbangkan pesawat memerlukan gaya sebesar 307,86 N. Diameter pegas 5,008 mm dan diameter pegas koil 60,10 mm. dengan jumlah kumparan sebanyak 174,59 buah mampu membawa pesawat terbang karena mampu menghasilkan gaya pegas sebesar 307,86 N sehingga pegas tersebut memenuhi syarat. Gaya kemiringan yang digunakan untuk menarik kunci memerlukan gaya sebesar 32,12 N. Pemilihan material S30C memenuhi syarat karena material tersebut lebih besar tegangan ijin bahan ?g > ?g dari tegangan yang terjadi. Daya motor perencanaan memenuhi syarat karena daya yang dibutuhkan untuk menarik pegas ke titik kunci memerlukan daya sebesar 123,14 Watt
Title: ANALISIS ALAT PELONTAR PESAWAT TARGET DRONE UNTUK MENDUKUNG LATIHAN MENEMBAK SASARAN UDARA
Description:
Target Drone adalah pesawat yang digunakan untuk menguji keakuratan penembakan rudal ke sasaran udara dengan tujuan menghancurkan sasarannya.
Sistem peluncuran pesawat latih meriam masih menggunakan cara manual yaitu meluncurkan pesawat dengan menggunakan energi peluncuran tangan manusia.
Penulis bermaksud mengambil mata kuliah yang diperoleh dengan mengerjakan tugas akhir perancangan alat mekanis peluncuran drone sasaran untuk menunjang latihan menembak sasaran udara.
Saat perencanaan, alat tersebut menggunakan komponen pegas dan motor listrik sebagai tenaga penggeraknya.
Sistem ini memungkinkan penggantian ketapel dari sumber manual menjadi mekanik dan elektrik.
Daya dorong minimum yang diperlukan untuk menerbangkan pesawat memerlukan gaya sebesar 307,86 N.
Diameter pegas 5,008 mm dan diameter pegas koil 60,10 mm.
dengan jumlah kumparan sebanyak 174,59 buah mampu membawa pesawat terbang karena mampu menghasilkan gaya pegas sebesar 307,86 N sehingga pegas tersebut memenuhi syarat.
Gaya kemiringan yang digunakan untuk menarik kunci memerlukan gaya sebesar 32,12 N.
Pemilihan material S30C memenuhi syarat karena material tersebut lebih besar tegangan ijin bahan ?g > ?g dari tegangan yang terjadi.
Daya motor perencanaan memenuhi syarat karena daya yang dibutuhkan untuk menarik pegas ke titik kunci memerlukan daya sebesar 123,14 Watt.
Related Results
PENGEMBANGAN ALAT PELONTAR BOLA TAKRAW UNTUK LATIHAN SMASH
PENGEMBANGAN ALAT PELONTAR BOLA TAKRAW UNTUK LATIHAN SMASH
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui bagaimanakah kelayakan alat pelontar bola takraw untuk latihan smash, Spesifikasi Produk yang dikembangkan dalam penelit...
Kajian Penerapan Peraturan Batas Usia Pesawat Udara terhadap Operasional Lapan Surveillance Aircraft–01
Kajian Penerapan Peraturan Batas Usia Pesawat Udara terhadap Operasional Lapan Surveillance Aircraft–01
Banyak penyebab terjadinya kecelakaan pesawat yaitu salah satunya adalah kegagalan pesawat dalam beroperasi dengan normal yang dikarenakan usia pesawat yang sudah tua. Penetapan pe...
Telaahan Literatur Tentang Program Perawatan Pesawat Udara
Telaahan Literatur Tentang Program Perawatan Pesawat Udara
Maintenance is one of the most important thing in aviation. Maintenance is the process where a systems designed-in level of failure resistance is restored to or as close as economi...
Tanggung Jawab Negara terhadap Pelanggaran Ruang Udara yang Dilakukan Balon Udara Menurut Konversi Chicago 1944
Tanggung Jawab Negara terhadap Pelanggaran Ruang Udara yang Dilakukan Balon Udara Menurut Konversi Chicago 1944
Abstract. This research is motivated by a violation of sovereignty in airspace by hot air balloons. Each country has full and exclusive sovereignty over the air space above its ter...
EVALUASI KAPASITAS PARKING STAND BANDAR UDARA ABDULRACHMAN SALEH KABUPATEN MALANG PROVINSI JAWA TIMUR
EVALUASI KAPASITAS PARKING STAND BANDAR UDARA ABDULRACHMAN SALEH KABUPATEN MALANG PROVINSI JAWA TIMUR
Bandar udara Abdulrachman Saleh merupakan bandar udara enclave sipil yang hanya melayani penerbangan domestik. Setiap tahun pergerakan pesawat udara di bandar udara Abdulrachman Sa...
Kedudukan Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Badar Udara Wilayah VI Padang Dalam Melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Angkutan Udara
Kedudukan Inspektur Angkutan Udara Kantor Otoritas Badar Udara Wilayah VI Padang Dalam Melakukan Pengawasan Penyelenggaraan Angkutan Udara
Penerbangan merupakan sektor strategis yang dikuasai oleh negara dan pembinaannya dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang N...
TEKNOLOGI BALL ROLLING UNTUK MELATIH FIRST BALL PADA ATLET SEPAK TAKRAW NASIONAL
TEKNOLOGI BALL ROLLING UNTUK MELATIH FIRST BALL PADA ATLET SEPAK TAKRAW NASIONAL
Sepak takraw adalah salah satu olaharaga prestasi yang menggunakan sistem pelontar. Alat pelontar dirancang dengan beragam variasi gerakan yang mempunyai dasar bongkar muat bola se...
TINGKAT KEBISINGAN DI KAWASAN BANDAR UDARA TERHADAP LINGKUNGAN
TINGKAT KEBISINGAN DI KAWASAN BANDAR UDARA TERHADAP LINGKUNGAN
Bandar udara ialah suatu tempat yang memiliki fasilitas untuk menampung kedatangan dan keberangkatan juga pergerakan pesawat terbang, penumpang dan barang yang diangkutnya. Kebutuh...

