Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penggunaan Jasa Freight Forwarder Internasional Untuk Ekspor Benih Lobster Dari Perspektif Hukum Persaingan Usaha

View through CrossRef
Permasalahan adalah bagaimana  Penggunaan Jasa Internasional Freight Forwarder untuk Ekspor  Benih Lobster  Dalam Perpektif  Hukuim Persaingan Usaha bagaimana Akibat Hukum dan Penggunaan Jasa Internaional Freight Forwarder ini. Metode penelitian bersifat yuridis normatif, yang menganalisis dugaan pelanggaran undang-undang anti monopoli dengan cara bersekongkol dan memonopoli pengiriman benih lobster, dengan sumber datanya Bahan Hukum Primer, Bahan Hukum Sekunder dan Bahan Hukum Tertier. Teknik Pengumpulkan Data adalah  Studi Kepustakaan, dan analisis data dengan diskriptif analisis. Hasil  penelitian  adalah bahwa PT ACK, selaku freght forwarder telah melakukan dugaan  pelanggaran terhadap Pasal 17 tentang monopoli dan Pasal 24 persekongkolan dengan dua perusahan lainnya yakni KKP, dan  Ketua Asosiasi Pengusaha Lobster Indonesia. Akibat hukumnya dengan adanya tindakan tersebut mengakibatkan terhalangnya para pelaku usaha pesaing PT ACK untuk menawarkan jasa kargo angkutan ekspor benih lobster ke luar negeri,  tindakan dugaan pelanggaran yang dilakukan tiga pihak tersebut dapat dikenakan  denda bagi pelaku monopoli dan persekongkolan ini berdasarkan Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja yakni  minimal Rp1 miliar.
Title: Penggunaan Jasa Freight Forwarder Internasional Untuk Ekspor Benih Lobster Dari Perspektif Hukum Persaingan Usaha
Description:
Permasalahan adalah bagaimana  Penggunaan Jasa Internasional Freight Forwarder untuk Ekspor  Benih Lobster  Dalam Perpektif  Hukuim Persaingan Usaha bagaimana Akibat Hukum dan Penggunaan Jasa Internaional Freight Forwarder ini.
Metode penelitian bersifat yuridis normatif, yang menganalisis dugaan pelanggaran undang-undang anti monopoli dengan cara bersekongkol dan memonopoli pengiriman benih lobster, dengan sumber datanya Bahan Hukum Primer, Bahan Hukum Sekunder dan Bahan Hukum Tertier.
Teknik Pengumpulkan Data adalah  Studi Kepustakaan, dan analisis data dengan diskriptif analisis.
Hasil  penelitian  adalah bahwa PT ACK, selaku freght forwarder telah melakukan dugaan  pelanggaran terhadap Pasal 17 tentang monopoli dan Pasal 24 persekongkolan dengan dua perusahan lainnya yakni KKP, dan  Ketua Asosiasi Pengusaha Lobster Indonesia.
Akibat hukumnya dengan adanya tindakan tersebut mengakibatkan terhalangnya para pelaku usaha pesaing PT ACK untuk menawarkan jasa kargo angkutan ekspor benih lobster ke luar negeri,  tindakan dugaan pelanggaran yang dilakukan tiga pihak tersebut dapat dikenakan  denda bagi pelaku monopoli dan persekongkolan ini berdasarkan Undang-Undang No.
11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja yakni  minimal Rp1 miliar.

Related Results

PKM INOVASI PEMBUATAN KARAMBA JARING DASAR UNTUK BUDIDAYA LOBSTER DI PERAIRAN DESA TAMANGAPA KEC. MA’RANG KABUPATEN PANGKEP
PKM INOVASI PEMBUATAN KARAMBA JARING DASAR UNTUK BUDIDAYA LOBSTER DI PERAIRAN DESA TAMANGAPA KEC. MA’RANG KABUPATEN PANGKEP
PKM Inovasi Pembuatan Karamba Jaring Dasar Untuk Budidaya Lobster di Perairan Desa Tamangapa Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep. Setiap hari nelayan menangkap lobster, tetapi terk...
REDESAIN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BENIH TANAMAN PANGAN DAN SAYURAN BERBASIS PERMINTAAN PASAR
REDESAIN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI BENIH TANAMAN PANGAN DAN SAYURAN BERBASIS PERMINTAAN PASAR
Pembebasan kembali investasi asing melalui UU No. 11/2021 (UU No. 2/2022, UU No. 6/2023) tentang Cipta Kerja mendorong industri benih tanaman pangan dan sayuran lebih kompetitif. S...
SISTEM PEMANTAUAN KESEHATAN LOBSTER (LHMS) MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING
SISTEM PEMANTAUAN KESEHATAN LOBSTER (LHMS) MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING
Lobster merupakan hewan yang hidup di perairan dangkal. Hewan ini memiliki nilai jual yang sangat tinggi, oleh karena itu perlu ditingkatkan produksinya untuk proses peningkatan ek...
Biologi reproduksi lobster pasir (Panulirus Homarus Linnaeus, 1758) di Teluk Palabuhanratu
Biologi reproduksi lobster pasir (Panulirus Homarus Linnaeus, 1758) di Teluk Palabuhanratu
Lobster pasir (Panulirus homarus) adalah salah satu jenis lobster yang banyak dijumpai di Teluk Palabuhanratu. Pengelolaan dengan dasar aspek biologi reproduksi lobster diperlukan ...
Praktik Monopoli Jasa Pengurusan Transportasi Pengiriman Benih Bening Lobster
Praktik Monopoli Jasa Pengurusan Transportasi Pengiriman Benih Bening Lobster
Perubahan regulasi terkait pengelolaan benih bening lobster di Indonesia memberikan dampak pada pasar produksi dan pemasaran serta jasa-jasa terkait termasuk jasa pengurusan transp...
Kendala Adopsi Benih Bersertifikat untuk Usahatani Kentang
Kendala Adopsi Benih Bersertifikat untuk Usahatani Kentang
<p><strong>English</strong><br />Most potato farmers in Indonesia do not adopt certified potato seed. Relatively expensive price of certified seed is the ma...
Efektivitas Kebijakan Perbenihan Kentang
Efektivitas Kebijakan Perbenihan Kentang
Kebijakan sistem perbenihan kentang bertujuan untuk mendorong produksi dan peredaran benih kentang bermutu, serta mendorong petani lebih banyak mengadopsi penggunaan benih kentang ...

Back to Top