Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Tentang Pendapatan Penyadap Getah Pinus

View through CrossRef
Pine sap is a non-timber forest product produced from tapping pine trees which can provide many benefits, especially economically to tappers. This study aims to determine the income and socio-economic characteristics of pine resin tapping households. Determination of the sample in this study was taken 20% of the number of each population of pine resin tappers, namely as many as 111 tappers so that a sample of 22 pine resin tappers was obtained. Data collection techniques used are observation and interviews. The analytical method used is income analysis and qualitative descriptive. The results of this study indicate that the average total revenue is Rp. 14,504,901.82 with an average cost of Rp. 1,715,454.55 so that an average income of Rp. 12,789,447.27/year is obtained and the socio-economic characteristics of household tappers include age, level of education, type of work , and income. This proves that the income derived from tapping pine resin is not inferior to other businesses and can certainly improve people's welfare. Getah pinus merupakan produk hasil hutan bukan kayu yang dihasilkan dari penyadapan pohon pinus yang mana dapat memberikan banyak manfaat khususnya secara ekonomi kepada penyadap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan serta karakteristik sosial ekonomi rumah tangga penyadap getah pinus. Penentuan sampel dalam penelitian ini diambil 20% dari jumlah tiap populasi penyadap getah pinus yaitu sebanyak 111 penyadap sehingga diperoleh sampel sebanyak 22 penyadap getah pinus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Metode analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total penerimaan rata-rata sebesar Rp. 14.504.901,82 dengan biaya rata-rata sebesar Rp.1.715.454,55 sehingga diperoleh pendapatan rata-rata sebesar Rp.12.789.447,27/tahun serta karakteristik sosial ekonomi rumah tangga penyadap meliputi umur, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan pendapatan. Hal ini membuktikan bahwa pendapatan yang diperoleh dari kegiatan menyadap getah pinus tidak kalah dengan usaha-usaha lainnya dan tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Title: Kajian Tentang Pendapatan Penyadap Getah Pinus
Description:
Pine sap is a non-timber forest product produced from tapping pine trees which can provide many benefits, especially economically to tappers.
This study aims to determine the income and socio-economic characteristics of pine resin tapping households.
Determination of the sample in this study was taken 20% of the number of each population of pine resin tappers, namely as many as 111 tappers so that a sample of 22 pine resin tappers was obtained.
Data collection techniques used are observation and interviews.
The analytical method used is income analysis and qualitative descriptive.
The results of this study indicate that the average total revenue is Rp.
14,504,901.
82 with an average cost of Rp.
1,715,454.
55 so that an average income of Rp.
12,789,447.
27/year is obtained and the socio-economic characteristics of household tappers include age, level of education, type of work , and income.
This proves that the income derived from tapping pine resin is not inferior to other businesses and can certainly improve people's welfare.
Getah pinus merupakan produk hasil hutan bukan kayu yang dihasilkan dari penyadapan pohon pinus yang mana dapat memberikan banyak manfaat khususnya secara ekonomi kepada penyadap.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan serta karakteristik sosial ekonomi rumah tangga penyadap getah pinus.
Penentuan sampel dalam penelitian ini diambil 20% dari jumlah tiap populasi penyadap getah pinus yaitu sebanyak 111 penyadap sehingga diperoleh sampel sebanyak 22 penyadap getah pinus.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara.
Metode analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan dan deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total penerimaan rata-rata sebesar Rp.
14.
504.
901,82 dengan biaya rata-rata sebesar Rp.
1.
715.
454,55 sehingga diperoleh pendapatan rata-rata sebesar Rp.
12.
789.
447,27/tahun serta karakteristik sosial ekonomi rumah tangga penyadap meliputi umur, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan pendapatan.
Hal ini membuktikan bahwa pendapatan yang diperoleh dari kegiatan menyadap getah pinus tidak kalah dengan usaha-usaha lainnya dan tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Related Results

Produktivitas Penyadapan Getah Pinus di Desa Parhottingan Aek Nauli KPH III Kabupaten Simalungun
Produktivitas Penyadapan Getah Pinus di Desa Parhottingan Aek Nauli KPH III Kabupaten Simalungun
Abstrak                                                      Masalah penyadapan getah pinus yang selama ini dilakukan di daerah Simalungun belum banyak dikaji apakah p...
VARIAÇÃO LONGITUDINAL DA DENSIDADE BÁSICA DA MADEIRA DE ESPÉCIES DE PINUS TROPICAIS
VARIAÇÃO LONGITUDINAL DA DENSIDADE BÁSICA DA MADEIRA DE ESPÉCIES DE PINUS TROPICAIS
O conhecimento das propriedades da madeira é de fundamental importância, pois está associado às diversas formas de transformação e utilização. Nesse contexto, este trabalho busca a...
Vegetation of highly disturbed conifer forests around Murree, Pakistan
Vegetation of highly disturbed conifer forests around Murree, Pakistan
This phytosociological investigation is conducted in various disturbed forests around Murree hills. The main purpose of study is to explore community types, associated ground flora...
PENGARUH KONSENTRASI ASAM ASKORBAT PADA PROSES PEMBUATAN GUM ROSIN
PENGARUH KONSENTRASI ASAM ASKORBAT PADA PROSES PEMBUATAN GUM ROSIN
Gum rosin adalah produk industri dari getah pinus hasil hutan non kayu. Dengan berkembangnya teknologi, pengolahan getah pinus dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku adhesive. Di sa...
Praktik Penimbangan dalam Transaksi Jual Beli Getah Karet Perspektif Fikih Muamalah
Praktik Penimbangan dalam Transaksi Jual Beli Getah Karet Perspektif Fikih Muamalah
Abstract. Weighing Practice in rubber latex trading transactions is an activity of the community in Gading Sari Village where they have been buying and selling rubber latex for yea...
Kontribusi pendapatan usaha Ikan Bandeng di Desa Ulu Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe
Kontribusi pendapatan usaha Ikan Bandeng di Desa Ulu Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe
Desa Ulu Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggaradikenal sebagai penghasil ikan bandeng, di mana komoditas ikan salah satu sumber pendapatan tamba...
UJI LISIS TELUR Ascaris lumbricoides SETELAH PEMBERIAN GETAH PEPAYA (Carica papaya)
UJI LISIS TELUR Ascaris lumbricoides SETELAH PEMBERIAN GETAH PEPAYA (Carica papaya)
Penyakit kecacingan tergolong penyakit neglected disease yaitu infeksi yang kurang diperhatikan dan penyakitnya bersifat kronis tanpa menimbulkan gejala klinis yang jelas dan dampa...

Back to Top