Javascript must be enabled to continue!
Produktivitas Penyadapan Getah Pinus di Desa Parhottingan Aek Nauli KPH III Kabupaten Simalungun
View through CrossRef
Abstrak
Masalah penyadapan getah pinus yang selama ini dilakukan di daerah Simalungun belum banyak dikaji apakah produktivitanya sudah memenuhi harapan atau bahkan melanggar aturan yang berlaku.Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui produktivitas penyadapan getah pinus dan kaitannya dengan kelestarian hutan dan hasil hutan khususnya di desa Parhottingan, Aek Nauli Wiayah KPH II Kabuapten Simalungun.Penelitian ini dilaksanakan dengan mengukur 30 batang pohon pinus yang akan disadap dan diukur produksi per pohon dan perkoakan sadapan dan dibuat plot seluas 1 ha untuk mengukur kesesuaian jumlah koakan nyata yang dilaksanakan oleh petani penyadap secara nyata dan dikaitkan dengan implementasi peraturan yang berlaku untu penyadapan getah pinus.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa produktivitas penyadapan getah pinus per koakan adalah 277,8 g dari pohon pinus yang berdiameter rata-rata 57,7 cm dan jumlah koakan rata-rata 5,8 (6 koakan) per batang. Dari 170 pohon sampel pewakil, hanya 42 pohon (24,71 %) yang disadap dengan jumlah koakan yang sesuai dengan aturan yang berlaku dan 128 pohon (75,29 %) lagi disadap dengan tidak memuhi aturan yang berlaku sehingga dapat dipastikan ada ancaman kelestarian hutan dan hasil hutan yang sedang dilakukan penyadapan getah pinus di desa Parhottingan, Kabupaten Simalungun.
Kata Kunci: Produksi getah pinus, Desa Parhotingan, KPH II Simalungun
Title: Produktivitas Penyadapan Getah Pinus di Desa Parhottingan Aek Nauli KPH III Kabupaten Simalungun
Description:
Abstrak
Masalah penyadapan getah pinus yang selama ini dilakukan di daerah Simalungun belum banyak dikaji apakah produktivitanya sudah memenuhi harapan atau bahkan melanggar aturan yang berlaku.
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui produktivitas penyadapan getah pinus dan kaitannya dengan kelestarian hutan dan hasil hutan khususnya di desa Parhottingan, Aek Nauli Wiayah KPH II Kabuapten Simalungun.
Penelitian ini dilaksanakan dengan mengukur 30 batang pohon pinus yang akan disadap dan diukur produksi per pohon dan perkoakan sadapan dan dibuat plot seluas 1 ha untuk mengukur kesesuaian jumlah koakan nyata yang dilaksanakan oleh petani penyadap secara nyata dan dikaitkan dengan implementasi peraturan yang berlaku untu penyadapan getah pinus.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa produktivitas penyadapan getah pinus per koakan adalah 277,8 g dari pohon pinus yang berdiameter rata-rata 57,7 cm dan jumlah koakan rata-rata 5,8 (6 koakan) per batang.
Dari 170 pohon sampel pewakil, hanya 42 pohon (24,71 %) yang disadap dengan jumlah koakan yang sesuai dengan aturan yang berlaku dan 128 pohon (75,29 %) lagi disadap dengan tidak memuhi aturan yang berlaku sehingga dapat dipastikan ada ancaman kelestarian hutan dan hasil hutan yang sedang dilakukan penyadapan getah pinus di desa Parhottingan, Kabupaten Simalungun.
Kata Kunci: Produksi getah pinus, Desa Parhotingan, KPH II Simalungun.
Related Results
TINGKAT KEMANDIRIAN KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI SUMATERA BARAT
TINGKAT KEMANDIRIAN KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN (KPH) DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI SUMATERA BARAT
Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Sumatera Barat merupakan salah satu KPH Model yang dibentuk oleh pemerintah. KPH dibentuk untuk memastikan pengelolaan hutan tetap lestari dan b...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Perbandingan Efek Getah Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas L) dengan Lendir Bekicot (Achantina Fulica) terhadap Lama Penyembuhan Luka pada Mencit Jantan Galur Swiss Webster
Perbandingan Efek Getah Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas L) dengan Lendir Bekicot (Achantina Fulica) terhadap Lama Penyembuhan Luka pada Mencit Jantan Galur Swiss Webster
Abstract. A wound is a break in body tissue from the epithelial layer of the skin to the inner layer, such as subcutaneous tissue, fat, muscle, and bone. Jatropha sap and snail sli...
Dekonstruksi Hukum Penyadapan Sebagai Alat Bukti Dalam Sistem Peradilan Pidana
Dekonstruksi Hukum Penyadapan Sebagai Alat Bukti Dalam Sistem Peradilan Pidana
Bahwa dekonstruksi hukum penyadapan sebagai alat bukti dalam sistem peradilan pidana yaitu sistem penyadapan telah di dekonstruksi dalam dua rancangan peraturan perundang-undangan ...
Dekonstruksi Hukum Penyadapan Sebagai Alat Bukti Dalam Sistem Peradilan Pidana
Dekonstruksi Hukum Penyadapan Sebagai Alat Bukti Dalam Sistem Peradilan Pidana
Bahwa dekonstruksi hukum penyadapan sebagai alat bukti dalam sistem peradilan pidana yaitu sistem penyadapan telah di dekonstruksi dalam dua rancangan peraturan perundang-undangan ...
VARIAÇÃO LONGITUDINAL DA DENSIDADE BÁSICA DA MADEIRA DE ESPÉCIES DE PINUS TROPICAIS
VARIAÇÃO LONGITUDINAL DA DENSIDADE BÁSICA DA MADEIRA DE ESPÉCIES DE PINUS TROPICAIS
O conhecimento das propriedades da madeira é de fundamental importância, pois está associado às diversas formas de transformação e utilização. Nesse contexto, este trabalho busca a...
Kajian Tentang Pendapatan Penyadap Getah Pinus
Kajian Tentang Pendapatan Penyadap Getah Pinus
Pine sap is a non-timber forest product produced from tapping pine trees which can provide many benefits, especially economically to tappers. This study aims to determine the incom...
Vegetation of highly disturbed conifer forests around Murree, Pakistan
Vegetation of highly disturbed conifer forests around Murree, Pakistan
This phytosociological investigation is conducted in various disturbed forests around Murree hills. The main purpose of study is to explore community types, associated ground flora...

