Javascript must be enabled to continue!
PERBANDINGAN MORFOLOGI TELUR Taenia saginata YANG DISIMPAN DENGAN VARIASI SUHU DAN WAKTU PENYIMPANAN
View through CrossRef
Infeksi Taenia saginata (cacing pita sapi), merupakan masalah kesehatan masyarakat. Telur cacing pita dapat menulari manusia melalui berbagai media, diantaranya melalui penggunaan pupuk organik dari kotoran hewan dan konsumsi daging setengah matang. Telur Taenia saginata memiliki morfologi khas yang mempengaruhi daya ketahanan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan morfologi telur Taenia saginata yang disimpan dengan variasi suhu dan waktu penyimpanan. Sampel telur Taenia saginata diperoleh dari kotoran sapi yang disimpan dengan suhu dan waktu penyimpanan. Suhu yang digunakan yaitu 25°C, 50°C, 75°C, dan 100°C dengan waktu penyimpanan 5 menit, 10 menit, 15 menit, 30 menit, dan 60 menit. Perubahan morfologi telur Taenia saginata diamati secara mikroskopis meliputi bentuk, integritas dinding, dan viabilitas embrio. Hasil penelitian menunjukkan perubahan morfologi telur Taenia saginata Pada suhu 50°C dengan waktu penyimpanan 15 menit mengalami kerusakan morfologi telur yang disebabkan oleh meningkatnya suhu dan lamanya waktu penyimpanan. Penelitian dapat menjadi informasi mengenai suhu dan waktu yang tepat terhadap pengolahan sayuran dan daging.
Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung
Title: PERBANDINGAN MORFOLOGI TELUR Taenia saginata YANG DISIMPAN DENGAN VARIASI SUHU DAN WAKTU PENYIMPANAN
Description:
Infeksi Taenia saginata (cacing pita sapi), merupakan masalah kesehatan masyarakat.
Telur cacing pita dapat menulari manusia melalui berbagai media, diantaranya melalui penggunaan pupuk organik dari kotoran hewan dan konsumsi daging setengah matang.
Telur Taenia saginata memiliki morfologi khas yang mempengaruhi daya ketahanan hidupnya.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan morfologi telur Taenia saginata yang disimpan dengan variasi suhu dan waktu penyimpanan.
Sampel telur Taenia saginata diperoleh dari kotoran sapi yang disimpan dengan suhu dan waktu penyimpanan.
Suhu yang digunakan yaitu 25°C, 50°C, 75°C, dan 100°C dengan waktu penyimpanan 5 menit, 10 menit, 15 menit, 30 menit, dan 60 menit.
Perubahan morfologi telur Taenia saginata diamati secara mikroskopis meliputi bentuk, integritas dinding, dan viabilitas embrio.
Hasil penelitian menunjukkan perubahan morfologi telur Taenia saginata Pada suhu 50°C dengan waktu penyimpanan 15 menit mengalami kerusakan morfologi telur yang disebabkan oleh meningkatnya suhu dan lamanya waktu penyimpanan.
Penelitian dapat menjadi informasi mengenai suhu dan waktu yang tepat terhadap pengolahan sayuran dan daging.
Related Results
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Tingkat Penerimaan Konsumen terhadap Ukuran Telur Ayam Ketarras yang dianggap sebagai Telur Ayam Kampng serta Uji Rasa dan Bau
Tingkat Penerimaan Konsumen terhadap Ukuran Telur Ayam Ketarras yang dianggap sebagai Telur Ayam Kampng serta Uji Rasa dan Bau
Ayam Ketarras merupakan ayam dengan komposisi genetik 75% ayam Arab dan 25% ayam Ras petelur. Warna kerabang telur ayam Ketarras mirip dengan warna kerabang telur ayam Kampung. Nam...
Inovasi Mesin Pencuci Telur Bertenaga Motor LIstrik Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Produktifitas UKM Telur Asin
Inovasi Mesin Pencuci Telur Bertenaga Motor LIstrik Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Produktifitas UKM Telur Asin
Telur asin adalah hasil olahan dari telur itik mentah dengan menggunakan campuran adonan batu bata merah, garam dan abu gosok yang diperam selama beberapa hari, kemudian menghasilk...
PERBANDINGAN SIFAT FUNGSIONAL PUTIH TELUR CAIR PADA PENYIMPANAN SELAMA 7 (TUJUH) HARI DENGAN DAN TANPA PENAMBAHAN ASAM BENZOAT
PERBANDINGAN SIFAT FUNGSIONAL PUTIH TELUR CAIR PADA PENYIMPANAN SELAMA 7 (TUJUH) HARI DENGAN DAN TANPA PENAMBAHAN ASAM BENZOAT
<p>Telur merupakan produk unggas yang memberi sumbangan cukup besar dalam upaya pemenuhan gizi masyarakat. Telur merupakan bahan pangan yang sempurna, karena kandunga...
Sistem Penghitung Dan Penyeleksi Telur Ayam Berbasis Internet Of Things
Sistem Penghitung Dan Penyeleksi Telur Ayam Berbasis Internet Of Things
Banyak metode yang dapat digunakan untuk mengetahui kesegaran telur ayam, misalnya memanfaatkan senter untuk menyinari telur atau meneropong telur di tempat gelap untuk melihat isi...
Hubungan Antara Ukuran Indung Telur dengan Jumlah dan Mutu Sel Telur Sapi Brahman Cross
Hubungan Antara Ukuran Indung Telur dengan Jumlah dan Mutu Sel Telur Sapi Brahman Cross
<p>Perkembangan teknologi reproduksi seperti alih janin merupakan salah satu alat bantu manusia dalam meningkatkan mutu dan jumlah ternak dalam waktu yang relative singkat. ...

