Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN BANGKALAN SETELAH ADANYA PEMBANGUNAN JEMBATAN SURAMADU (ANALISIS TEORI HARROD-DOMAR)

View through CrossRef
Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses menuju perubahan yang diupayakan secara terus menerus untuk meningatkan kesejahteraan masyarakat.Pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah dilihat dari besarnya sumbangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga yang berlaku ataupun atas harga konstan. Sedangkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah seluruh total output dan ukuran prestasi dari seluruh sektor ekonomi serta indikator pertumbuhan suatu wilayah. Pembangunan Jembatan Suramadu sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bangkalan diharapkan dapat mendongkrak atau menunjang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bangkalan.Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari instansi-instansi seperti: Badan Pusat Statisti dan berbagai literature yang menunjang dan tehnik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kualitatif dengan pendekatan teori harrod – domar.Dari hasil analisis dapat diketahui sektor-sektor yang pertumbuhannya relatif cepat setelah adanya pembangunan jembatan Suramadu menurut harga konstan pada Tahun 2013. Yang pertama adalah sektor pertanian sebesar Rp.1,310,393.89 Milyar, yang kedua yaitu perdagangan hotel dan restoran sebesar Rp. 1,104,510.11 Milyar dan yang terakhir sektor jasa jasa yaitu sebesar Rp. 545,609.00 Milyar. Selain itu juga dapat diketahui pertumbuhan rata-rata dalam persen selama 5 tahun sebelum dan sesudah adanya Jembatan Suramadu. Sebelumadanya Jembatan Suramadu pertumbuhan aktual (Gn) sebesar 15,7% dan pertumbuhan terjamin (Gw) sebesar 4,9%. Selanjutnya sesudah adanya pembangunan jembatan Suramadu, pertumbuhan aktual (Gn) sebesar 12,02% dan pertumbuhan terjamin (Gw) yaitu sebesar 5,9%.Sebelum adanya Jembatan Suramadu Gn > Gw, Namun sesudah adanya Jembatan Suramadu Gn masi tetap lebih besar dari pada Gw (Gn > Gw) atau pertumbuhan aktual lebih besar dari pada pertumbuhan terjamin. Maka pembangunan JembatanSuramadu belum berdampak pada pertumbuhnan ekonomi di Kabupaten Bangkalan.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bahkaan dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintahKata kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Pembangunan Ekonomi, Harga Berlaku(Gn), Harga Konstan (Gw)
Title: PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN BANGKALAN SETELAH ADANYA PEMBANGUNAN JEMBATAN SURAMADU (ANALISIS TEORI HARROD-DOMAR)
Description:
Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses menuju perubahan yang diupayakan secara terus menerus untuk meningatkan kesejahteraan masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah dilihat dari besarnya sumbangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga yang berlaku ataupun atas harga konstan.
Sedangkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah seluruh total output dan ukuran prestasi dari seluruh sektor ekonomi serta indikator pertumbuhan suatu wilayah.
Pembangunan Jembatan Suramadu sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bangkalan diharapkan dapat mendongkrak atau menunjang pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bangkalan.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari instansi-instansi seperti: Badan Pusat Statisti dan berbagai literature yang menunjang dan tehnik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kualitatif dengan pendekatan teori harrod – domar.
Dari hasil analisis dapat diketahui sektor-sektor yang pertumbuhannya relatif cepat setelah adanya pembangunan jembatan Suramadu menurut harga konstan pada Tahun 2013.
Yang pertama adalah sektor pertanian sebesar Rp.
1,310,393.
89 Milyar, yang kedua yaitu perdagangan hotel dan restoran sebesar Rp.
1,104,510.
11 Milyar dan yang terakhir sektor jasa jasa yaitu sebesar Rp.
545,609.
00 Milyar.
Selain itu juga dapat diketahui pertumbuhan rata-rata dalam persen selama 5 tahun sebelum dan sesudah adanya Jembatan Suramadu.
Sebelumadanya Jembatan Suramadu pertumbuhan aktual (Gn) sebesar 15,7% dan pertumbuhan terjamin (Gw) sebesar 4,9%.
Selanjutnya sesudah adanya pembangunan jembatan Suramadu, pertumbuhan aktual (Gn) sebesar 12,02% dan pertumbuhan terjamin (Gw) yaitu sebesar 5,9%.
Sebelum adanya Jembatan Suramadu Gn > Gw, Namun sesudah adanya Jembatan Suramadu Gn masi tetap lebih besar dari pada Gw (Gn > Gw) atau pertumbuhan aktual lebih besar dari pada pertumbuhan terjamin.
Maka pembangunan JembatanSuramadu belum berdampak pada pertumbuhnan ekonomi di Kabupaten Bangkalan.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bahkaan dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintahKata kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Pembangunan Ekonomi, Harga Berlaku(Gn), Harga Konstan (Gw).

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PEMBANGUNAN JEMBATAN BENTANG PANJANG DI INDONESIA (Studi Kasus: Jembatan Bentang Panjang Pulau Balang)
PEMBANGUNAN JEMBATAN BENTANG PANJANG DI INDONESIA (Studi Kasus: Jembatan Bentang Panjang Pulau Balang)
Abstract   A long-span bridge is a bridge with a very wide distance between pillars. This type of bridge is very much needed in Indonesia, because it plays a vital role in connec...
ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR JEMBATAN BAILEY JALAN PROVINSI RUAS MATUTING – RANGGA-RANGGA
ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR JEMBATAN BAILEY JALAN PROVINSI RUAS MATUTING – RANGGA-RANGGA
Jembatan merupakan sarana transportasi yang penting bagi kehidupan karena dapat menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya yang dipisah oleh sungai, jurang, laut atau halangan...
ANALISIS STRUKTUR JEMBATAN GANTUNG SELF-ANCHORED
ANALISIS STRUKTUR JEMBATAN GANTUNG SELF-ANCHORED
Jembatan merupakan struktur yang dibuat untuk menyeberangi jurang atau rintangan seperti sungai, rel kereta api, ataupun jalan raya. Jembatan sering menjadi komponen kritis dari su...
Studi Alternatif Perencanaan Struktur Jembatan: Studi Kasus Jembatan Biru Ruas Jalan Bandongan Salamkanci
Studi Alternatif Perencanaan Struktur Jembatan: Studi Kasus Jembatan Biru Ruas Jalan Bandongan Salamkanci
Jembatan Biru menghubungkan Ruas Jalan Bandongan – Salamkanci. Lokasi Jembatan Biru berada pada tikungan tajam sehingga membahayakan pengguna jalan. Apabila terdapat kendaraan berm...
EVALUASI BIAYA PEMELIHARAAN JEMBATAN BAJA WAI BOYAN NEGERI SEITH DENGAN PEDOMAN BINAMARGA
EVALUASI BIAYA PEMELIHARAAN JEMBATAN BAJA WAI BOYAN NEGERI SEITH DENGAN PEDOMAN BINAMARGA
Jembatan baja adalah struktur penting dalam infrastruktur transportasi dan harus dipelihara dan diperiksa secara teratur untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lint...
Pengaruh belanja daerah, investasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran terbuka di Provinsi Jambi
Pengaruh belanja daerah, investasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap pengangguran terbuka di Provinsi Jambi
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis perkembangan pengangguran terbuka kabupaten/kota di Provinsi Jambi; (2) menganalisis pengaruh belanja daerah, investasi, dan pertum...

Back to Top