Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pola Koordinasi Pembangunan Kawasan Strategis Jembatan Suramadu dalam Konsep Pembangunan Berkelanjutan (Studi di Pemerintah Kabupaten Bangkalan)

View through CrossRef
Penelitian ini dilakukan dengan melihat Keberadaan Kawasan Strategis Nasional (KSN) di Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu potensi yang dapat digunakan sebagai senjata dalam pengembangan daerah. Keberadaan KSN di Kabupaten Bangkalan tersebut ternyata masih belum mampu mendongkrak kondisi pembangunan sesuai yang diharapkan dan berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan untuk melihat pola koordinasi dalam pengembangan kawasan jembatan suramadu serta pelaksanaan pembangunan berkelanjutannya. Penelitian ini menggunakan Pendekatan kualitatif yang berguna untuk menguraikan masalah secara komprehensif. Hasil dari penelitian adalah 1. Pola koordinasi pengembangan kawasan jembatan suramadu terdiri dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan, pemerintah provinsi Jawa Timur, dan Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS). Sedangkan koordinasi antar aktor masih belum terlaksana dengan baik. 2. Pembangunan berkelanjutan jembatan suramadu pada aspek ekonomi masih belum dirasakan oleh masyarakat, sisi sosial, masih belum menunjukkan dampak yang signifikan, dan sektor lingkungan, masih belum ditunjukkan dengan nyata.
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Title: Pola Koordinasi Pembangunan Kawasan Strategis Jembatan Suramadu dalam Konsep Pembangunan Berkelanjutan (Studi di Pemerintah Kabupaten Bangkalan)
Description:
Penelitian ini dilakukan dengan melihat Keberadaan Kawasan Strategis Nasional (KSN) di Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu potensi yang dapat digunakan sebagai senjata dalam pengembangan daerah.
Keberadaan KSN di Kabupaten Bangkalan tersebut ternyata masih belum mampu mendongkrak kondisi pembangunan sesuai yang diharapkan dan berkelanjutan.
Penelitian ini dilaksanakan untuk melihat pola koordinasi dalam pengembangan kawasan jembatan suramadu serta pelaksanaan pembangunan berkelanjutannya.
Penelitian ini menggunakan Pendekatan kualitatif yang berguna untuk menguraikan masalah secara komprehensif.
Hasil dari penelitian adalah 1.
Pola koordinasi pengembangan kawasan jembatan suramadu terdiri dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan, pemerintah provinsi Jawa Timur, dan Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS).
Sedangkan koordinasi antar aktor masih belum terlaksana dengan baik.
2.
Pembangunan berkelanjutan jembatan suramadu pada aspek ekonomi masih belum dirasakan oleh masyarakat, sisi sosial, masih belum menunjukkan dampak yang signifikan, dan sektor lingkungan, masih belum ditunjukkan dengan nyata.

Related Results

PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN BANGKALAN SETELAH ADANYA PEMBANGUNAN JEMBATAN SURAMADU (ANALISIS TEORI HARROD-DOMAR)
PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN BANGKALAN SETELAH ADANYA PEMBANGUNAN JEMBATAN SURAMADU (ANALISIS TEORI HARROD-DOMAR)
Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses menuju perubahan yang diupayakan secara terus menerus untuk meningatkan kesejahteraan masyarakat.Pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah dil...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PEMBANGUNAN HUKUM YANG BERKELANJUTAN: USAHA MENCAPAI PEMBANGUNAN NASIONAL YANG BERKELANJUTAN
PEMBANGUNAN HUKUM YANG BERKELANJUTAN: USAHA MENCAPAI PEMBANGUNAN NASIONAL YANG BERKELANJUTAN
Pembangunan merupakan usaha sadar dari masyarakat untuk mencapai kesejahteraannya adalah hal yang wajar dilakukan oleh masyarakat untuk mencapai kesejahteraannya sendiri. Sayangnya...
PEMBANGUNAN JEMBATAN BENTANG PANJANG DI INDONESIA (Studi Kasus: Jembatan Bentang Panjang Pulau Balang)
PEMBANGUNAN JEMBATAN BENTANG PANJANG DI INDONESIA (Studi Kasus: Jembatan Bentang Panjang Pulau Balang)
Abstract   A long-span bridge is a bridge with a very wide distance between pillars. This type of bridge is very much needed in Indonesia, because it plays a vital role in connec...
Studi Alternatif Perencanaan Struktur Jembatan: Studi Kasus Jembatan Biru Ruas Jalan Bandongan Salamkanci
Studi Alternatif Perencanaan Struktur Jembatan: Studi Kasus Jembatan Biru Ruas Jalan Bandongan Salamkanci
Jembatan Biru menghubungkan Ruas Jalan Bandongan – Salamkanci. Lokasi Jembatan Biru berada pada tikungan tajam sehingga membahayakan pengguna jalan. Apabila terdapat kendaraan berm...
EVALUASI BIAYA PEMELIHARAAN JEMBATAN BAJA WAI BOYAN NEGERI SEITH DENGAN PEDOMAN BINAMARGA
EVALUASI BIAYA PEMELIHARAAN JEMBATAN BAJA WAI BOYAN NEGERI SEITH DENGAN PEDOMAN BINAMARGA
Jembatan baja adalah struktur penting dalam infrastruktur transportasi dan harus dipelihara dan diperiksa secara teratur untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lint...
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Pemetaan Kawasan Kumuh Menggunakan Metode AHP dan GIS di Kota Tanjungbalai
Kawasan kumuh yang terjadi di Kota Tanjungbalai dikarenakan salah satunya kurangnya kesadaran masyarakat di Kota Tanjungbalai sehingga sampai saat ini masih banyak lingkungan yang ...

Back to Top