Javascript must be enabled to continue!
Mitos Kepercayaan Dalam Film Menjelang Maghrib Karya Helfi Kardit (Analisis Semiotika Roland Barthes)
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap mitos kepercayaan yang terkandung dalam film "Menjelang Maghrib" karya Helfi Kardit melalui analisis semiotika Roland Barthes. Pendekatan semiotika Barthes digunakan untuk mengkaji tanda-tanda yang terdapat dalam film ini, terutama dalam kaitannya dengan narasi, karakter, dan simbol-simbol visual yang digunakan untuk merepresentasikan kepercayaan dan mitos dalam budaya masyarakat. Metode pengumpulan data meliputi observasi terhadap film dan analisis dokumen terkait, termasuk skenario, ulasan kritis, dan wawancara dengan sutradara dan beberapa aktor. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis konten yang memfokuskan pada identifikasi dan interpretasi mitos dalam tanda-tanda filmik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "Menjelang Maghrib" mengandung berbagai mitos kepercayaan yang merefleksikan pandangan dan nilai-nilai masyarakat tentang waktu maghrib sebagai waktu yang penuh dengan makna mistis dan spiritual. Analisis ini mengungkap bagaimana film ini menggunakan elemen-elemen sinematik untuk memperkuat narasi mitos dan membentuk persepsi penonton tentang realitas yang digambarkan. Kesimpulannya, melalui pendekatan semiotika Roland Barthes, penelitian ini berhasil mengidentifikasi dan menganalisis mitos kepercayaan dalam film "Menjelang Maghrib", serta memberikan wawasan baru tentang cara film mempengaruhi dan memperkuat mitos dalam budaya populer.
CV Information Technology and Training Center Indonesia
Title: Mitos Kepercayaan Dalam Film Menjelang Maghrib Karya Helfi Kardit (Analisis Semiotika Roland Barthes)
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap mitos kepercayaan yang terkandung dalam film "Menjelang Maghrib" karya Helfi Kardit melalui analisis semiotika Roland Barthes.
Pendekatan semiotika Barthes digunakan untuk mengkaji tanda-tanda yang terdapat dalam film ini, terutama dalam kaitannya dengan narasi, karakter, dan simbol-simbol visual yang digunakan untuk merepresentasikan kepercayaan dan mitos dalam budaya masyarakat.
Metode pengumpulan data meliputi observasi terhadap film dan analisis dokumen terkait, termasuk skenario, ulasan kritis, dan wawancara dengan sutradara dan beberapa aktor.
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis konten yang memfokuskan pada identifikasi dan interpretasi mitos dalam tanda-tanda filmik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa "Menjelang Maghrib" mengandung berbagai mitos kepercayaan yang merefleksikan pandangan dan nilai-nilai masyarakat tentang waktu maghrib sebagai waktu yang penuh dengan makna mistis dan spiritual.
Analisis ini mengungkap bagaimana film ini menggunakan elemen-elemen sinematik untuk memperkuat narasi mitos dan membentuk persepsi penonton tentang realitas yang digambarkan.
Kesimpulannya, melalui pendekatan semiotika Roland Barthes, penelitian ini berhasil mengidentifikasi dan menganalisis mitos kepercayaan dalam film "Menjelang Maghrib", serta memberikan wawasan baru tentang cara film mempengaruhi dan memperkuat mitos dalam budaya populer.
Related Results
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
ANALISIS FILM ANIMASI THE WIND RISES
ANALISIS FILM ANIMASI THE WIND RISES
Film animasi "The Wind Rises" (judul asli: Kaze Tachinu) karya Studio Ghibli dan disutradarai oleh Hayao Miyazaki, telah menjadi sorotan internasional sejak dirilis pada tahun 2013...
Mitos Militerisme pada Busana Kampanye (Analisis Semiotika Roland Barthes Busana Kampanye Agus Harimurti Yudhoyono–Sylviana Murni)
Mitos Militerisme pada Busana Kampanye (Analisis Semiotika Roland Barthes Busana Kampanye Agus Harimurti Yudhoyono–Sylviana Murni)
ABSTRACTThe importance of fashion campaigns in the process of political communication in Indonesia has gained its own spotlight over the years. Clothing is seen to have an artifact...
The Analisis Pesan Dakwah dalam Film Waktu Maghrib (Kajian Semiotika)
The Analisis Pesan Dakwah dalam Film Waktu Maghrib (Kajian Semiotika)
Abstract. This study aims to reveal the Islamic preaching messages contained in the film Waktu Maghrib using Roland Barthes’ semiotic approach. As a popular medium, film has strate...
Makna Komunikasi Antarpersona dalam Membina Hubungan Persahabatan
Makna Komunikasi Antarpersona dalam Membina Hubungan Persahabatan
Abstract. This research is entitled Interpersonal Communication Meaning in Building Friendship (Roland Barthes' Semiotics Analysis in The Bad Guys Film). The purpose of this resear...
Semiotika Roland Barthes: Gerak tari pada pertunjukan Bedug Kerok di kampung seni Yudha Asri
Semiotika Roland Barthes: Gerak tari pada pertunjukan Bedug Kerok di kampung seni Yudha Asri
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan mengkategorikan tanda-tanda dalam pertunjukan gendang kerok dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Pertunjukan b...
ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA CINTA PADA LIRIK LAGU “TAK SEKEDAR CINTA” KARYA DNANDA
ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA CINTA PADA LIRIK LAGU “TAK SEKEDAR CINTA” KARYA DNANDA
This study examines the meaning of love in the lyrics of Dnanda's song "Tak Sekedar Cinta" by using Roland Barthes' semiotic theory. In this semiotic analysis, Roland Barthes exami...
Analisis Semiotika Nilai Kolektivitas Remaja dalam Anime Wind Breaker (Perspektif Roland Barthes)
Analisis Semiotika Nilai Kolektivitas Remaja dalam Anime Wind Breaker (Perspektif Roland Barthes)
Film is an effective medium to introduce a country's culture to other countries as well as acting as a form of literary work. This research aims to analyze the representation of Sh...

