Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

The Analisis Pesan Dakwah dalam Film Waktu Maghrib (Kajian Semiotika)

View through CrossRef
Abstract. This study aims to reveal the Islamic preaching messages contained in the film Waktu Maghrib using Roland Barthes’ semiotic approach. As a popular medium, film has strategic potential in conveying Islamic values even through the horror genre, which is often perceived merely as entertainment. Using a descriptive qualitative method, the analysis focuses on the visual and narrative signs in the film, based on Barthes' concepts of denotation, connotation, and myth. The main focus is on how Islamic moral values are represented, such as the importance of prayer, respect for parents and teachers, and the dangers of injustice. The results show that the film symbolically delivers religious messages in a subtle yet profound manner. These messages are conveyed through atmosphere, character development, and conflict, creating a contextual and relevant narrative for young audiences. In conclusion, Waktu Maghrib is not merely a horror film, but also an effective medium for contemporary da'wah through symbolic and emotional storytelling. Abstract. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pesan dakwah dalam film Waktu Maghrib melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Film sebagai media populer memiliki potensi strategis dalam menyampaikan nilai-nilai Islam, bahkan melalui genre horor yang umumnya dipandang hanya sebagai hiburan. Dengan metode kualitatif deskriptif, analisis dilakukan terhadap tanda-tanda visual dan naratif dalam film, menggunakan konsep Barthes yang mencakup makna denotatif, konotatif, dan mitos. Fokus utama adalah pada representasi pesan moral keislaman seperti pentingnya salat, adab terhadap orang tua dan guru, serta bahaya perilaku zalim. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini secara simbolik menyampaikan dakwah secara halus namun mendalam. Pesan-pesan tersebut tersampaikan melalui suasana, karakter, dan konflik yang diangkat, membentuk narasi dakwah yang kontekstual dan relevan bagi penonton muda. Kesimpulannya, Waktu Maghrib bukan sekadar film horor, melainkan juga media dakwah kontemporer yang efektif melalui pendekatan simbolik dan emosional
Title: The Analisis Pesan Dakwah dalam Film Waktu Maghrib (Kajian Semiotika)
Description:
Abstract.
This study aims to reveal the Islamic preaching messages contained in the film Waktu Maghrib using Roland Barthes’ semiotic approach.
As a popular medium, film has strategic potential in conveying Islamic values even through the horror genre, which is often perceived merely as entertainment.
Using a descriptive qualitative method, the analysis focuses on the visual and narrative signs in the film, based on Barthes' concepts of denotation, connotation, and myth.
The main focus is on how Islamic moral values are represented, such as the importance of prayer, respect for parents and teachers, and the dangers of injustice.
The results show that the film symbolically delivers religious messages in a subtle yet profound manner.
These messages are conveyed through atmosphere, character development, and conflict, creating a contextual and relevant narrative for young audiences.
In conclusion, Waktu Maghrib is not merely a horror film, but also an effective medium for contemporary da'wah through symbolic and emotional storytelling.
Abstract.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pesan dakwah dalam film Waktu Maghrib melalui pendekatan semiotika Roland Barthes.
Film sebagai media populer memiliki potensi strategis dalam menyampaikan nilai-nilai Islam, bahkan melalui genre horor yang umumnya dipandang hanya sebagai hiburan.
Dengan metode kualitatif deskriptif, analisis dilakukan terhadap tanda-tanda visual dan naratif dalam film, menggunakan konsep Barthes yang mencakup makna denotatif, konotatif, dan mitos.
Fokus utama adalah pada representasi pesan moral keislaman seperti pentingnya salat, adab terhadap orang tua dan guru, serta bahaya perilaku zalim.
Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini secara simbolik menyampaikan dakwah secara halus namun mendalam.
Pesan-pesan tersebut tersampaikan melalui suasana, karakter, dan konflik yang diangkat, membentuk narasi dakwah yang kontekstual dan relevan bagi penonton muda.
Kesimpulannya, Waktu Maghrib bukan sekadar film horor, melainkan juga media dakwah kontemporer yang efektif melalui pendekatan simbolik dan emosional.

Related Results

MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Pesan Dakwah dalam Film Animasi Hafiz & Hafizah Pendekatan Struktur Narasi Todorov
Pesan Dakwah dalam Film Animasi Hafiz & Hafizah Pendekatan Struktur Narasi Todorov
Pada era digital saat ini, berdakwah dapat menggunakan cerita/narasi. Pesan dakwah disampaikan secara implisit melalui struktur narasi yang dibangun. Dakwah melalui narasi yang men...
Strategi Dakwah Ustadz Ramdan Fawzi di Masa Pandemi
Strategi Dakwah Ustadz Ramdan Fawzi di Masa Pandemi
Abstrak.Da’i banyak yang mengamalkan dakwah menggunakan media sosial alternatif, salah satunya di platform YouTube. Kegiatan ini juga dilakukan oleh Ustadz Ramdan Fawzi dalam berda...
ANALISIS ISI PESAN DAKWAH DALAM NOVEL CAHAYA CINTA DARI ‘ARSY KARYA YANNAH AKHRAS
ANALISIS ISI PESAN DAKWAH DALAM NOVEL CAHAYA CINTA DARI ‘ARSY KARYA YANNAH AKHRAS
Pada kemajuan zaman saat ini, cara berdakwah pun ikut berkembang sesuai dengan berkembangnya pengetahuan, teknologi, informasi, dan komunikasi. Dengan berkembangnya teknologi saat ...
ANTROPOLOGI DAKWAH: Menimbang Sebuah Pendekatan Baru Studi Ilmu Dakwah
ANTROPOLOGI DAKWAH: Menimbang Sebuah Pendekatan Baru Studi Ilmu Dakwah
Abstrak: Antropologi dakwah adalah terminologi yang terdiri dari dua kata, yaitu antropologi dan dakwah. Seperti juga antropologi, dakwah merupakan salah satu disiplin ilmu. Bedany...
Strategi Dakwah Komunitas “Bikers Dakwah Bandung” dalam Membentuk Akhlak Anggota Komunitasnya
Strategi Dakwah Komunitas “Bikers Dakwah Bandung” dalam Membentuk Akhlak Anggota Komunitasnya
Abstract. The motorcycle community is often considered to be doing harassment on the streets such as bullying, bribes, and other negative actions, but the “Bikers Dakwah Bandung” c...
Pesan Dakwah Pada Rubrik Oase Depok Pos
Pesan Dakwah Pada Rubrik Oase Depok Pos
<p>Oase rubric is a rubric that contains writings about the wisdom of the story of the prophet Muhammad SAW (Sirah Nabawiyah), Companions of the Prophet, and the like. In add...

Back to Top