Javascript must be enabled to continue!
Analisis Semiotika Nilai Kolektivitas Remaja dalam Anime Wind Breaker (Perspektif Roland Barthes)
View through CrossRef
Film is an effective medium to introduce a country's culture to other countries as well as acting as a form of literary work. This research aims to analyze the representation of Shuudan Shugi Moral Value (collectivism) in youth groups in the Wind Breaker anime using Roland Barthes semiotics. The theoretical concepts used in this research are mass communication theory, film as a mass communication product, and cultural communication (Shuudan Shugi). Researchers used a qualitative approach with Roland Barthes semiotic data analysis techniques and data collection methods in the form of documentation and interviews with expert sources, namely Meta Sekar Puji Astuti, S.S., M.A., Ph.D. The results showed that Anime Wind Breaker represented the concept of Shuudan Shugi through symbols that show social hierarchy, group loyalty, visual symbols, and interactions between members. Analysis using Roland Barthes' semiotic approach shows that the values of collectivism are displayed through denotation, connotation, and myth elements. The hierarchical structure of the Furin group, along with identity symbols such as uniforms and graffiti, reflect Shuudan Shugi's moral values of cooperation, responsibility, and the role of individuals in supporting group stability.
Film merupakan media yang efektif untuk memperkenalkan budaya suatu negara kepada negara lain sekaligus berperan sebagai bentuk karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi Nilai Moral Shuudan Shugi (kolektivisme) dalam kelompok remaja pada anime Wind Breaker menggunakan semiotika Roland Barthes. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi massa, film sebagai produk komunikasi massa, dan komunikasi budaya (Shuudan Shugi). Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis data semiotika Roland Barthes serta metode pengumpulan data berupa dokumentasi dan wawancara dengan narasumber ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anime Wind Breaker merepresentasikan konsep Shuudan Shugi melalui simbol tanda yang menunjukan hierarki sosial, loyalitas kelompok, simbol-simbol visual, dan interaksi antaranggota. Analisis menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes menunjukkan bahwa nilai-nilai kolektivisme ditampilkan melalui elemen denotasi, konotasi, dan mitos. Struktur hierarki kelompok Furin, beserta simbol-simbol identitas seperti seragam dan grafiti, mencerminkan nilai moral Shuudan Shugi yang mementingkan kerja sama, tanggung jawab, dan peran individu dalam mendukung stabilitas kelompok.
Title: Analisis Semiotika Nilai Kolektivitas Remaja dalam Anime Wind Breaker (Perspektif Roland Barthes)
Description:
Film is an effective medium to introduce a country's culture to other countries as well as acting as a form of literary work.
This research aims to analyze the representation of Shuudan Shugi Moral Value (collectivism) in youth groups in the Wind Breaker anime using Roland Barthes semiotics.
The theoretical concepts used in this research are mass communication theory, film as a mass communication product, and cultural communication (Shuudan Shugi).
Researchers used a qualitative approach with Roland Barthes semiotic data analysis techniques and data collection methods in the form of documentation and interviews with expert sources, namely Meta Sekar Puji Astuti, S.
S.
, M.
A.
, Ph.
D.
The results showed that Anime Wind Breaker represented the concept of Shuudan Shugi through symbols that show social hierarchy, group loyalty, visual symbols, and interactions between members.
Analysis using Roland Barthes' semiotic approach shows that the values of collectivism are displayed through denotation, connotation, and myth elements.
The hierarchical structure of the Furin group, along with identity symbols such as uniforms and graffiti, reflect Shuudan Shugi's moral values of cooperation, responsibility, and the role of individuals in supporting group stability.
Film merupakan media yang efektif untuk memperkenalkan budaya suatu negara kepada negara lain sekaligus berperan sebagai bentuk karya sastra.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi Nilai Moral Shuudan Shugi (kolektivisme) dalam kelompok remaja pada anime Wind Breaker menggunakan semiotika Roland Barthes.
Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi massa, film sebagai produk komunikasi massa, dan komunikasi budaya (Shuudan Shugi).
Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis data semiotika Roland Barthes serta metode pengumpulan data berupa dokumentasi dan wawancara dengan narasumber ahli.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anime Wind Breaker merepresentasikan konsep Shuudan Shugi melalui simbol tanda yang menunjukan hierarki sosial, loyalitas kelompok, simbol-simbol visual, dan interaksi antaranggota.
Analisis menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes menunjukkan bahwa nilai-nilai kolektivisme ditampilkan melalui elemen denotasi, konotasi, dan mitos.
Struktur hierarki kelompok Furin, beserta simbol-simbol identitas seperti seragam dan grafiti, mencerminkan nilai moral Shuudan Shugi yang mementingkan kerja sama, tanggung jawab, dan peran individu dalam mendukung stabilitas kelompok.
Related Results
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Shallow Gas Development: Stimulation Fluids
Shallow Gas Development: Stimulation Fluids
Abstract
The stimulation treatments for a 40-well Medicine Hat Shallow Gas Project developed by Husky Oil Operations Ltd. are discussed. Field application of the ...
Semiotika Roland Barthes: Gerak tari pada pertunjukan Bedug Kerok di kampung seni Yudha Asri
Semiotika Roland Barthes: Gerak tari pada pertunjukan Bedug Kerok di kampung seni Yudha Asri
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan mengkategorikan tanda-tanda dalam pertunjukan gendang kerok dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Pertunjukan b...
Mitos Militerisme pada Busana Kampanye (Analisis Semiotika Roland Barthes Busana Kampanye Agus Harimurti Yudhoyono–Sylviana Murni)
Mitos Militerisme pada Busana Kampanye (Analisis Semiotika Roland Barthes Busana Kampanye Agus Harimurti Yudhoyono–Sylviana Murni)
ABSTRACTThe importance of fashion campaigns in the process of political communication in Indonesia has gained its own spotlight over the years. Clothing is seen to have an artifact...
Membedah Anime sebagai Media Edukasi Kesehatan
Membedah Anime sebagai Media Edukasi Kesehatan
Abstrak. Anime adalah media hiburan berbentuk animasi dari Jepang yang populer dikalangan anak muda. Selain hiburan, anime merupakan media edukasi berdasarkan pesan yang disampaika...
ANALISIS FILM ANIMASI THE WIND RISES
ANALISIS FILM ANIMASI THE WIND RISES
Film animasi "The Wind Rises" (judul asli: Kaze Tachinu) karya Studio Ghibli dan disutradarai oleh Hayao Miyazaki, telah menjadi sorotan internasional sejak dirilis pada tahun 2013...
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
ABSTRAKAnemia merupakan penyebab kecacatan tertinggi di seluruh negara-negara dunia. Hal ini menjadikan anemia sebagai masalah yang serius di seluruh dunia pada kesehatan masyaraka...
Peran Nilai Pribadi, Nilai Budaya dan Nilai Religius terhadap Sikap Remaja Perempuan tentang Seks Pranikah (Suatu Kajian pada Remaja Perempuan di Maumere dan Larantuka, NTT)
Peran Nilai Pribadi, Nilai Budaya dan Nilai Religius terhadap Sikap Remaja Perempuan tentang Seks Pranikah (Suatu Kajian pada Remaja Perempuan di Maumere dan Larantuka, NTT)
Latar Belakang : Pesatnya perkembangan teknologi informasi, memudahkan remaja mengakses semua hal yang berhubungan dengan informasi seputar seks. Dengan kemudahan yang dimiliki unt...

