Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Eksplorasi Komunikasi Budaya Jawa Dan Mandailing Dalam Pernikahan Desa Bantan

View through CrossRef
Desa Bantan, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai merupakan desa yang memiliki keberagaman suku, terdiri dari 9 dusun, 85,5% Masyarakat sebagai petani dan memiliki ikatan pernikahan 80% antarsuku terutama Jawa dan Mandailing. Perbedaan etnis memunculkan norma masyarakat yang berbeda dalam berbagai hal, terutama hubungan perkawinan adat, jika keduanya memiliki latar belakang etnis dan pengalaman yang berbeda, keharmonisan diperlukan adanya penyesuaian bentuk komunikasi untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pasangan etnis yang berbeda. Tujuan kegiatan ini adalah mengeksplor proses, poladan hambatan komunikasi pada keluarga pernikahan berbeda Suku Jawa dan Mandailing di Desa Bantan Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai. Metode yang digunakan adalah dengan tahapan (a) pendekatan persuasive dengan mitra (b) wawancara langsung dengan mitra (c) observasi dan (d) dokumentasi. Tempat penelitian adalah, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara narasumber baik secara online ataupun offline dan didokumentasikan. Teknik analisis data dengan menggunakan cara reduksi data, representasi dan penarikan kesimpulan verifikasi. Temuan yang diperoleh dari kegiatan ini diantaranya adalah (a) Proses komunikasi keluarga pada pasangan pernikahan berbeda suku yang terjadi menggunakan media eloktronik sebagai perantara dan dan secara langsung; (b) Pola komunikasi keluaraga pada pasangan pernikahan berbeda suku yang terjadi adalah keterbuakaan terhadap pasangan masing-masing, merasa empati atas apa yang dialami pasangan masing-masing dan (c) hambatan komunikasi keluarga pada pasangan pernikahan berbeda suku perbedaan budaya dalam segi adat yang digunakan pada saat keluarga besar berkumpul. Saran sebaiknya memberikan pendampingan lanjut ke Bhinneka Tunggal Ika dan mempertahankan keberagaman antarbudaya.
Title: Eksplorasi Komunikasi Budaya Jawa Dan Mandailing Dalam Pernikahan Desa Bantan
Description:
Desa Bantan, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai merupakan desa yang memiliki keberagaman suku, terdiri dari 9 dusun, 85,5% Masyarakat sebagai petani dan memiliki ikatan pernikahan 80% antarsuku terutama Jawa dan Mandailing.
Perbedaan etnis memunculkan norma masyarakat yang berbeda dalam berbagai hal, terutama hubungan perkawinan adat, jika keduanya memiliki latar belakang etnis dan pengalaman yang berbeda, keharmonisan diperlukan adanya penyesuaian bentuk komunikasi untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pasangan etnis yang berbeda.
Tujuan kegiatan ini adalah mengeksplor proses, poladan hambatan komunikasi pada keluarga pernikahan berbeda Suku Jawa dan Mandailing di Desa Bantan Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai.
Metode yang digunakan adalah dengan tahapan (a) pendekatan persuasive dengan mitra (b) wawancara langsung dengan mitra (c) observasi dan (d) dokumentasi.
Tempat penelitian adalah, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara narasumber baik secara online ataupun offline dan didokumentasikan.
Teknik analisis data dengan menggunakan cara reduksi data, representasi dan penarikan kesimpulan verifikasi.
Temuan yang diperoleh dari kegiatan ini diantaranya adalah (a) Proses komunikasi keluarga pada pasangan pernikahan berbeda suku yang terjadi menggunakan media eloktronik sebagai perantara dan dan secara langsung; (b) Pola komunikasi keluaraga pada pasangan pernikahan berbeda suku yang terjadi adalah keterbuakaan terhadap pasangan masing-masing, merasa empati atas apa yang dialami pasangan masing-masing dan (c) hambatan komunikasi keluarga pada pasangan pernikahan berbeda suku perbedaan budaya dalam segi adat yang digunakan pada saat keluarga besar berkumpul.
Saran sebaiknya memberikan pendampingan lanjut ke Bhinneka Tunggal Ika dan mempertahankan keberagaman antarbudaya.

Related Results

Skripsi Nurhamidah Lubis
Skripsi Nurhamidah Lubis
Tuor merupakan tradisi turun-temurun dalam kehidupan masyarakat Mandailing. Disamping itu tuor menjadi hukum yang tidak tertulis namun memiliki nilai historis dan soiologis. Pemb...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KAWUNGLARANG, KECAMATAN RANCAH, KABUPATEN CIAMIS
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraan Pemerintah...
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Efektivitas Peruntukkan Dana Desa
Dalam rangka meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, pemerintahan Presiden Joko Widodo membuat terobosan melalui program menyalurkan Dana Desa. “Tahun 2015  Alok...
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN PERATURAN DESA DI DESA KALIMATI, KECAMATAN ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH
Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan disepakati bersama BadanPermusyawaratan Desa merupakan kerangka hukum dan kebijakan dalam penyelenggaraanPemerintahan...
Komunikasi Kelompok Adat Behantat Pernikahan di Desa Kuang Dalam Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir
Komunikasi Kelompok Adat Behantat Pernikahan di Desa Kuang Dalam Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses komunikasi kelompok adat Behantat pernikahan di Desa Kuang Dalam Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir dan faktor-faktor yang...
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra
Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari targ...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...

Back to Top