Javascript must be enabled to continue!
Kombinasi Repetitive Transcranial Magnetic Stimulation pada Dorsolateral Prefrontal Cortex kiri dengan Repetitive Peripheral Magnetic Stimulation Menurunkan Skala Nyeri pada Pasien Nyeri Punggung Bawah Kronik
View through CrossRef
Prevalensi nyeri punggung bawah kronik (NPBK) masih tinggi, saat ini belum ada pengobatan farmakologis yang efektif dengan efek samping yang minimal apabila dikonsumsi dalam jangka panjang sedangkan pengobatan NPBK pada umumnya membutuhkan pengobatan nyeri jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh intervensi kombinasi repetitive Transcranial Magnetic Stimulation ( rTMS) dan repetitive Peripheral Magnetic Stimualtion (rPMS) terhadap perubahan skala nyeri pada pasien nyeri punggung bawah kronik. Jenis penelitian adalah studi eksperimental menggunakan consecutive sampling yang dibagi secara acak menjadi dua kelompok. Kelompok perlakuan mendapat pengobatan farmakologis dan terapi intervensi rTMS dan rPMS selama dua minggu, kelompok kontrol hanya diberikan pengobatan farmakologis. Pengukuran skala nyeri dilakukan pada kedua kelompok pada hari pertama, ke-enam, dan hari ke-tiga belas. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan penurunan nyeri yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Penurunan skala nyeri pada kelompok perlakuan jauh lebih besar dengan nilai mean -6.07 dibanding kelompok kontrol nilai -3.00, signifikan dengan nilai p 0.001. Setelah 10 kali sesi intervensi kombinasi rTMS dan rPMS terdapat pengaruh terhadap penurunan skala nyeri pada pasien nyeri punggung bawah kronik.
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Title: Kombinasi Repetitive Transcranial Magnetic Stimulation pada Dorsolateral Prefrontal Cortex kiri dengan Repetitive Peripheral Magnetic Stimulation Menurunkan Skala Nyeri pada Pasien Nyeri Punggung Bawah Kronik
Description:
Prevalensi nyeri punggung bawah kronik (NPBK) masih tinggi, saat ini belum ada pengobatan farmakologis yang efektif dengan efek samping yang minimal apabila dikonsumsi dalam jangka panjang sedangkan pengobatan NPBK pada umumnya membutuhkan pengobatan nyeri jangka panjang.
Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh intervensi kombinasi repetitive Transcranial Magnetic Stimulation ( rTMS) dan repetitive Peripheral Magnetic Stimualtion (rPMS) terhadap perubahan skala nyeri pada pasien nyeri punggung bawah kronik.
Jenis penelitian adalah studi eksperimental menggunakan consecutive sampling yang dibagi secara acak menjadi dua kelompok.
Kelompok perlakuan mendapat pengobatan farmakologis dan terapi intervensi rTMS dan rPMS selama dua minggu, kelompok kontrol hanya diberikan pengobatan farmakologis.
Pengukuran skala nyeri dilakukan pada kedua kelompok pada hari pertama, ke-enam, dan hari ke-tiga belas.
Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan penurunan nyeri yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.
Penurunan skala nyeri pada kelompok perlakuan jauh lebih besar dengan nilai mean -6.
07 dibanding kelompok kontrol nilai -3.
00, signifikan dengan nilai p 0.
001.
Setelah 10 kali sesi intervensi kombinasi rTMS dan rPMS terdapat pengaruh terhadap penurunan skala nyeri pada pasien nyeri punggung bawah kronik.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pengaruh Nyeri Kronik dalam Penurunan Fungsi kognitif
Pengaruh Nyeri Kronik dalam Penurunan Fungsi kognitif
Nyeri merupakan gejala yang sering dikeluhkan masyarakat, Di Indonesia sendiri nyeri kronik adalah alasan paling umum pasien untuk berkunjung ke klinik rawat jalan. Nyeri kronik me...
Pengaruh Nyeri Kronik dalam Penurunan Fungsi kognitif
Pengaruh Nyeri Kronik dalam Penurunan Fungsi kognitif
Nyeri merupakan gejala yang sering dikeluhkan masyarakat, Di Indonesia sendiri nyeri kronik adalah alasan paling umum pasien untuk berkunjung ke klinik rawat jalan. Nyeri kronik me...
PENDEKATAN DIAGNOSIS NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PETANI
PENDEKATAN DIAGNOSIS NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PETANI
Pendahuluan: Nyeri punggung bawah menjadi penyebab kecatatan nomor satu secara global. Petani berisiko terjadi nyeri muskuloskeletal terutama nyeri punggung bawah. Hal ini karena p...
Penyuluhan Posisi Kerja Duduk Dalam Mengurangi Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Pengrajin Batik Tulis
Penyuluhan Posisi Kerja Duduk Dalam Mengurangi Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Pengrajin Batik Tulis
PENYULUHAN SIKAP KERJA DUDUK DAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH (LOW BACK PAIN) PADA PENGRAJIN BATIK TULIS DI DESA TRUSMI KULON KECAMATAN PLERED KABUPATEN CIREBON
Heni ...
HUBUNGAN LAMA DAN POSISI DUDUK DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PENJAHIT BAJU DI PASAR SENTRAL POLEWALI DAN PASAR WONOMULYO KAB. POLEWALI MANDAR
HUBUNGAN LAMA DAN POSISI DUDUK DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PENJAHIT BAJU DI PASAR SENTRAL POLEWALI DAN PASAR WONOMULYO KAB. POLEWALI MANDAR
Nyeri punggung merupakan gangguan muskuloskeletal yang paling sering didalam aktivitas kerja. Nyeri punggung adalah rasa nyeri yang terjadi di daerah punggung bagian bawah dan dapa...
Pengaruh Penerapan Pre Natal Yoga Terhadap Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III
Pengaruh Penerapan Pre Natal Yoga Terhadap Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III
Nyeri punggung adalah keluhan nyeri dan rasa tegang atau kaku pada otot yang terlokalisasi di area costae dan di atas lipatan gluteus inferior dengan atau tanpa nyeri menjalar ket...
Efektivitas Pelvic Tilt dan Esensial Minyak Mawar Terhadap Nyeri Punggung Bawah Ibu Hamil Trimester III
Efektivitas Pelvic Tilt dan Esensial Minyak Mawar Terhadap Nyeri Punggung Bawah Ibu Hamil Trimester III
Nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan umum yang dialami oleh ibu hamil trimester III. Teknik pelvic tilt dan pemberian minyak esensial mawar dinilai sebagai intervensi ...

