Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Arahan Satuan Ruang Geografis Kawasan Cagar Budaya Kota Lama Tegal

View through CrossRef
Abstract. Tegal City is a historic urban area that has developed since the pre-colonial era as a strategic port on the northern coast of Java. Although 44 buildings have been identified as Cultural Heritage (CH) and Presumed Cultural Heritage Objects (PCHO), only six have been officially designated as municipal-level Cultural Heritage sites. According UU No. 11 of 2010 on Cultural Heritage, areas with significant historical value such as Tegal City must have a delineated geographic spatial unit to ensure protection of their heritage assets from unregulated development. This study aims to formulate spatial unit guidelines for the cultural heritage area of Old Town Tegal to support heritage preservation and integration into sustainable spatial planning. A mixed-methods approach was applied, utilizing a hermeneutic method combined with spatial analysis through overlay techniques based on colonial maps from 1915, 1926, and 1940, as well as current planning documents. The analysis identified a cultural heritage area of 1,369.16 hectares. These guidelines provide a technical and policy framework for heritage-based spatial management, fostering synergy between cultural conservation and urban development planning. The findings also offer practical contributions for local governments in formulating integrated and conservation-oriented spatial policies. Abstrak. Kota Tegal merupakan kota bersejarah yang berkembang sejak masa praskolonial sebagai pelabuhan strategis di pesisir utara Jawa. Meskipun terdapat 44 bangunan yang telah diidentifikasi sebagai Cagar Budaya (CB) dan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), hingga kini hanya enam di antaranya yang resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya tingkat kota. Berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, kawasan dengan nilai sejarah seperti ini perlu memiliki delineasi satuan ruang geografis untuk memastikan perlindungan terhadap warisan budaya dari ancaman pembangunan yang tidak terkontrol. Penelitian ini bertujuan menyusun arahan satuan ruang geografis kawasan cagar budaya di Kota Lama Tegal guna mendukung upaya pelestarian dan integrasi dalam rencana tata ruang yang berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods dengan metode hermeneutik dan analisis spasial melalui teknik overlay, mengacu pada peta kolonial tahun 1915, 1926, dan 1940 serta dokumen perencanaan terkini. Hasilnya, kawasan cagar budaya seluas 1.369,16 hektar berhasil diidentifikasi. Arahan ini menjadi acuan teknis dan kebijakan dalam pengelolaan ruang berbasis pelestarian, serta memperkuat sinergi antara konservasi budaya dan perencanaan pembangunan kota. Temuan ini juga memberikan kontribusi praktis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan tata ruang yang terintegrasi dan berorientasi konservasi.
Title: Arahan Satuan Ruang Geografis Kawasan Cagar Budaya Kota Lama Tegal
Description:
Abstract.
Tegal City is a historic urban area that has developed since the pre-colonial era as a strategic port on the northern coast of Java.
Although 44 buildings have been identified as Cultural Heritage (CH) and Presumed Cultural Heritage Objects (PCHO), only six have been officially designated as municipal-level Cultural Heritage sites.
According UU No.
11 of 2010 on Cultural Heritage, areas with significant historical value such as Tegal City must have a delineated geographic spatial unit to ensure protection of their heritage assets from unregulated development.
This study aims to formulate spatial unit guidelines for the cultural heritage area of Old Town Tegal to support heritage preservation and integration into sustainable spatial planning.
A mixed-methods approach was applied, utilizing a hermeneutic method combined with spatial analysis through overlay techniques based on colonial maps from 1915, 1926, and 1940, as well as current planning documents.
The analysis identified a cultural heritage area of 1,369.
16 hectares.
These guidelines provide a technical and policy framework for heritage-based spatial management, fostering synergy between cultural conservation and urban development planning.
The findings also offer practical contributions for local governments in formulating integrated and conservation-oriented spatial policies.
Abstrak.
Kota Tegal merupakan kota bersejarah yang berkembang sejak masa praskolonial sebagai pelabuhan strategis di pesisir utara Jawa.
Meskipun terdapat 44 bangunan yang telah diidentifikasi sebagai Cagar Budaya (CB) dan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), hingga kini hanya enam di antaranya yang resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya tingkat kota.
Berdasarkan Undang-Undang No.
11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, kawasan dengan nilai sejarah seperti ini perlu memiliki delineasi satuan ruang geografis untuk memastikan perlindungan terhadap warisan budaya dari ancaman pembangunan yang tidak terkontrol.
Penelitian ini bertujuan menyusun arahan satuan ruang geografis kawasan cagar budaya di Kota Lama Tegal guna mendukung upaya pelestarian dan integrasi dalam rencana tata ruang yang berkelanjutan.
Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods dengan metode hermeneutik dan analisis spasial melalui teknik overlay, mengacu pada peta kolonial tahun 1915, 1926, dan 1940 serta dokumen perencanaan terkini.
Hasilnya, kawasan cagar budaya seluas 1.
369,16 hektar berhasil diidentifikasi.
Arahan ini menjadi acuan teknis dan kebijakan dalam pengelolaan ruang berbasis pelestarian, serta memperkuat sinergi antara konservasi budaya dan perencanaan pembangunan kota.
Temuan ini juga memberikan kontribusi praktis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan tata ruang yang terintegrasi dan berorientasi konservasi.

Related Results

Analisis Potensi Kawasan Wisata Kuliner Dalam Mendukung Pariwisata Di Kota Tegal Jawa Tengah
Analisis Potensi Kawasan Wisata Kuliner Dalam Mendukung Pariwisata Di Kota Tegal Jawa Tengah
Abstract - Culinary diversity in the city of Central Java is storing great potential to be developed as a support service in developing the potential of culinary tourism. Culinary ...
Pemeringkatan Cagar Budaya Tidak Bergerak
Pemeringkatan Cagar Budaya Tidak Bergerak
Keanekaragaman cagar budaya Indonesia dapat mencerminkan kekayaan sekaligus identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, cagar budaya Indonesia jumlahnya belum diketahui secara past...
STRATEGI PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA MELALUI DIGITALISASI
STRATEGI PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA MELALUI DIGITALISASI
Perkembangan teknologi digital dewasa ini dapat dimanfaatkan dalam upaya pelestarian cagar budaya dengan melalui digitalisasi. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep digital...
Persepsi Pemilik Bangunan dalam Melestarikan Bangunan Cagar Budaya di Kawasan Braga Kota Bandung
Persepsi Pemilik Bangunan dalam Melestarikan Bangunan Cagar Budaya di Kawasan Braga Kota Bandung
Abstract. Cultural heritage buildings are valuable assets and must be preserved. Because cultural heritage buildings are one of the remnants of the past and also a form of identity...
PEMANFAATAN GOOGLE MAPS SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PELESTARIAN BENDA PENINGGALAN SEJARAH DI KOTA SEMARANG
PEMANFAATAN GOOGLE MAPS SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PELESTARIAN BENDA PENINGGALAN SEJARAH DI KOTA SEMARANG
Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah belum adanya model konservasi cagar budaya yang terjadi dengan cepat dan mudah bagi masyarakat sebagai prasyarat konservasi peninggal...
Konsep Pemanfaatan Ruang Terbuka Di Kawasan Kota Lama Semarang
Konsep Pemanfaatan Ruang Terbuka Di Kawasan Kota Lama Semarang
ABSTRACTMorphologically, the Semarang Old Town area has a very important role in the development of Semarang City and also has an important value for the development of urban area ...
PROBLEMATIKA DALAM PENULISAN NAMA GEOGRAFIS BAHASA INDONESIA DAN RUSIA
PROBLEMATIKA DALAM PENULISAN NAMA GEOGRAFIS BAHASA INDONESIA DAN RUSIA
Perseteruan antara Rusia dan Ukraina dalam beberapa tahun terakhir yang memuncak pada awal tahun 2022 cukup menyita perhatian masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Masyarakat Indon...
Pengaruh Kompetensi Strategis dan Kompetensi Etika terhadap Pertumbuhan Bisnis Dimediasi Kompetensi Jaringan
Pengaruh Kompetensi Strategis dan Kompetensi Etika terhadap Pertumbuhan Bisnis Dimediasi Kompetensi Jaringan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompetensi strategis, kompetensi etika, kompetensi jaringan terhadap pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bidan...

Back to Top