Javascript must be enabled to continue!
PEMANFAATAN GOOGLE MAPS SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PELESTARIAN BENDA PENINGGALAN SEJARAH DI KOTA SEMARANG
View through CrossRef
Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah belum adanya model konservasi cagar budaya yang terjadi dengan cepat dan mudah bagi masyarakat sebagai prasyarat konservasi peninggalan sejarah di Kota Semarang. Secara lebih spesifik dan operasional, permasalahan penelitian dirumuskan sebagai berikut. 1) Bagaimana pengembangan prototype menjadi model system informasi untuk cagar budaya yang ada di Kota Semarang?. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Penelitian Pengembangan (Research and Development).Saat ini, Kota Semarang memiliki 14 kawasan cagar budaya. Ke empat belas kawasan tersebut meliputi, (1) Kawasan Kota Lama; (2) Kawasan Petudungan; (3) Kawasan Kampung Kulitan; (4) Kawasan Kampung Batik; (5) Kawasan Pecinan; (6) Kawasan Johar; (7) Kawasan Kampung Melayu; (8) Kawasan Kampung Kauman; (9) Kawasan Tugu Muda; (10) Kawasan Kampung Senjoyo; (11) Kawasan Sam Po Kong, (12) Kawasan Perumahan PJKA di Kedungjati; (13) Kawasan Makam Sunan Terboyo; dan (14) Kawasan Kampung Sekayu. 2. Upaya pengembangan model konservasi cagar budaya dilakukan dengan menguatkan aspek pengetahuan masyarakat. Dengan demikian, penguatan konservasi diterapkan dengan berbasis literasi informasi. Penguatan ini dilakukan dengan mengintegrasikan informasi kesejarahan di aplikasi Google Maps. Penggunaan Google Maps dilakukan agar masyarakat dengan mudah mengakses informasi kesejarahan dan arti penting cagar budaya di Kota Semarang.
Title: PEMANFAATAN GOOGLE MAPS SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PELESTARIAN BENDA PENINGGALAN SEJARAH DI KOTA SEMARANG
Description:
Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah belum adanya model konservasi cagar budaya yang terjadi dengan cepat dan mudah bagi masyarakat sebagai prasyarat konservasi peninggalan sejarah di Kota Semarang.
Secara lebih spesifik dan operasional, permasalahan penelitian dirumuskan sebagai berikut.
1) Bagaimana pengembangan prototype menjadi model system informasi untuk cagar budaya yang ada di Kota Semarang?.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Penelitian Pengembangan (Research and Development).
Saat ini, Kota Semarang memiliki 14 kawasan cagar budaya.
Ke empat belas kawasan tersebut meliputi, (1) Kawasan Kota Lama; (2) Kawasan Petudungan; (3) Kawasan Kampung Kulitan; (4) Kawasan Kampung Batik; (5) Kawasan Pecinan; (6) Kawasan Johar; (7) Kawasan Kampung Melayu; (8) Kawasan Kampung Kauman; (9) Kawasan Tugu Muda; (10) Kawasan Kampung Senjoyo; (11) Kawasan Sam Po Kong, (12) Kawasan Perumahan PJKA di Kedungjati; (13) Kawasan Makam Sunan Terboyo; dan (14) Kawasan Kampung Sekayu.
2.
Upaya pengembangan model konservasi cagar budaya dilakukan dengan menguatkan aspek pengetahuan masyarakat.
Dengan demikian, penguatan konservasi diterapkan dengan berbasis literasi informasi.
Penguatan ini dilakukan dengan mengintegrasikan informasi kesejarahan di aplikasi Google Maps.
Penggunaan Google Maps dilakukan agar masyarakat dengan mudah mengakses informasi kesejarahan dan arti penting cagar budaya di Kota Semarang.
Related Results
Kedudukan dan Kewenangan Balai Harta Peninggalan dalam Pengelolaan Harta Peninggalan Tak Terurus
Kedudukan dan Kewenangan Balai Harta Peninggalan dalam Pengelolaan Harta Peninggalan Tak Terurus
Berdasarkan Pasal 1127 KUHPerdata Balai Harta Peninggalan ditugaskan menjalankan pengurusan atas setiap warisan yang tak terurus selama 30 tahun/ lebih, setelah melakukan pengelola...
Analisa Perbandingan GPS Google Maps Dan GPS Google Earth Dalam Penentuan Titik Koordinat Breeding Place
Analisa Perbandingan GPS Google Maps Dan GPS Google Earth Dalam Penentuan Titik Koordinat Breeding Place
INTISARINyamuk Aedes Aegypti menularkan penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) ke manusia dengan gigitannya. Breeding Place merupakan berkembangbiaknya jentik nyamuk di tempat pe...
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh
The Dutch colonial presence in the eastern coastal region of Aceh had a significant influence on infrastructure development and cultural changes in the area. The buildings left ove...
Perlindungan Taman Kota Sebagai Jejak Sejarah Perkotaan : Upaya Pengelolaan Taman Kota Sebagai Aset Kota
Perlindungan Taman Kota Sebagai Jejak Sejarah Perkotaan : Upaya Pengelolaan Taman Kota Sebagai Aset Kota
Taman kota yang memiliki nilai sejarah merupakan warisan kekayaan budaya bangsa yang selain dapat dinikmati sebagai sarana kota, juga memiliki arti penting dari sisi sejarah perkem...
Pemanfaatan Situs Sejarah di Ternate Sebagai Sumber Pembelajaran
Pemanfaatan Situs Sejarah di Ternate Sebagai Sumber Pembelajaran
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan situs sejarah di Ternate sebagai sumber pembelajaran. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dalam penelitian ini digunakan...
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
SEJARAH LISAN DALAM DISIPLIN ILMU SEJARAH: ANTARA REALITI DAN REPRESENTASI
Perkembangan disiplin ilmu sejarah buat sekian lama memusatkan perbahasannya kepada falsafah “tiada dokumen, tiada sejarah” sebagai wadah merealisasikan matlamat sejarawan untuk me...
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Ensiklopedia Sejarah Lokal Peninggalan Sejarah Dan Candi Di Blitar
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Ensiklopedia Sejarah Lokal Peninggalan Sejarah Dan Candi Di Blitar
Kurang bervariasinya bahan ajar yang digunakan akan menjadikan proses pembelajaran tidak maksimal dan rendahnya pengetahuan siswa mengenai materi IPS yang berkaitan dengan sejarah ...

