Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HUBUNGAN KUAT TEKAN BETON ANTARA HASIL UJI TEKAN KUBUS DAN UJI TEKAN SILINDER PADA BETON DENGAN AGREGAT PULAU TIMOR

View through CrossRef
Benda uji silinder atau kubus diperlukan untuk menentukan kuat tekan beton. Benda uji kubus berdimensi 15cmx15cmx15cm sedangkan bentuk silinder berdimensi 15cmx30cm. Ketersediaan cetakan benda uji silinder di lapangan sering tidak terpenuhi karena persediaan yang terbatas dan memaksa seorang tenaga supervisi mengijinkan menggunakan cetakan benda uji kubus untuk menguji mutu beton yang sedang dikerjakan. Sesuai PBI 1971 untuk melakukan konversi kuat tekan beton berdasarkan benda uji kubus sehingga setara dengan kuat tekan beton dengan benda uji silinder dikalikan faktor 0.83 atau menggunakan formula f’c=(0,76+ 0,2log(f’ck/15)).f’ck (Nugraha, et al, 2007 dan Mulyono, 2003). Agregat alam berupa pasir dan krikil di Pulau Timor alam merupakan batuan endapan bukan merupakan material hasil erupsi gunung api sehingga karakteristiknya berbeda. Kajian dilakukan untuk mengevaluasi faktor konversi 0,83 dan formula f’c=(0,76+0,2log(f’ck/15)).f’ck pada beton dengan agregat Pulau Timor. Penelitian dilakukan dengan benda uji beton dengan agregat Quarry Takari di Pulau Timor, berjumlah 30 buah terdiri dari 15 buah berbentuk silinder dan 15 buah berbentuk kubus. Masing-masing mutu beton disiapkan 3 benda uji yaitu untuk mutu K-175, K-200, K-225, K-250 dan K-300. Setelah benda uji dirwat selama 28 hari di laboratorium kemudian dilakukan uji kuat tekan. Hasil ratio rata-rata hubungan kuat tekan benda uji kubus dan silinder beton dengan agregat Pulau Timor sebesar 0.83 dan dalam fungsi regresi linear dengan persamaan f’c = 0,822 f’ck + 0,312, dimana f’c dan f’ck dalam MPa dengan nilai slump 30-60 mm dengan Koefisien korelasi (r) = 0.905 dan koefisien determinasi (r2) = 0.819, menunjukkan 81,90% nilai kuat tekan beton f’c dapat ditentukan berdasarkan hasil pengujian benda uji kubus dan 18,10% ditentukan faktor lain. Rata-rata faktor konversi hasil penelitian sebesar 0,83 sama dengan yang dicantumkan dalam PBI 1971 dan formula konversi hasil penelitian : f’c = 0,822f’ck+0,312 menunjukkan rerata perbedaan absolut sebesar 0,82 MPa atau 3,17% dengan formula f’c=(0,76+0,2log(f’ck/15)).f’ck
Center for Open Science
Title: HUBUNGAN KUAT TEKAN BETON ANTARA HASIL UJI TEKAN KUBUS DAN UJI TEKAN SILINDER PADA BETON DENGAN AGREGAT PULAU TIMOR
Description:
Benda uji silinder atau kubus diperlukan untuk menentukan kuat tekan beton.
Benda uji kubus berdimensi 15cmx15cmx15cm sedangkan bentuk silinder berdimensi 15cmx30cm.
Ketersediaan cetakan benda uji silinder di lapangan sering tidak terpenuhi karena persediaan yang terbatas dan memaksa seorang tenaga supervisi mengijinkan menggunakan cetakan benda uji kubus untuk menguji mutu beton yang sedang dikerjakan.
Sesuai PBI 1971 untuk melakukan konversi kuat tekan beton berdasarkan benda uji kubus sehingga setara dengan kuat tekan beton dengan benda uji silinder dikalikan faktor 0.
83 atau menggunakan formula f’c=(0,76+ 0,2log(f’ck/15)).
f’ck (Nugraha, et al, 2007 dan Mulyono, 2003).
Agregat alam berupa pasir dan krikil di Pulau Timor alam merupakan batuan endapan bukan merupakan material hasil erupsi gunung api sehingga karakteristiknya berbeda.
Kajian dilakukan untuk mengevaluasi faktor konversi 0,83 dan formula f’c=(0,76+0,2log(f’ck/15)).
f’ck pada beton dengan agregat Pulau Timor.
Penelitian dilakukan dengan benda uji beton dengan agregat Quarry Takari di Pulau Timor, berjumlah 30 buah terdiri dari 15 buah berbentuk silinder dan 15 buah berbentuk kubus.
Masing-masing mutu beton disiapkan 3 benda uji yaitu untuk mutu K-175, K-200, K-225, K-250 dan K-300.
Setelah benda uji dirwat selama 28 hari di laboratorium kemudian dilakukan uji kuat tekan.
Hasil ratio rata-rata hubungan kuat tekan benda uji kubus dan silinder beton dengan agregat Pulau Timor sebesar 0.
83 dan dalam fungsi regresi linear dengan persamaan f’c = 0,822 f’ck + 0,312, dimana f’c dan f’ck dalam MPa dengan nilai slump 30-60 mm dengan Koefisien korelasi (r) = 0.
905 dan koefisien determinasi (r2) = 0.
819, menunjukkan 81,90% nilai kuat tekan beton f’c dapat ditentukan berdasarkan hasil pengujian benda uji kubus dan 18,10% ditentukan faktor lain.
Rata-rata faktor konversi hasil penelitian sebesar 0,83 sama dengan yang dicantumkan dalam PBI 1971 dan formula konversi hasil penelitian : f’c = 0,822f’ck+0,312 menunjukkan rerata perbedaan absolut sebesar 0,82 MPa atau 3,17% dengan formula f’c=(0,76+0,2log(f’ck/15)).
f’ck.

Related Results

ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
ANALISIS KUAT TARIK BELAH BETON PADA STANDAR KUAT TEKAN K.250 DENGAN MENGGUNAKAN LIMBAH PECAHAN BETON SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR
Beton merupakan bahan konstruksi yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton sangat diminati karena bahan ini merupakan bahan konstruksi yang mem...
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
ANALISIS PENURUNAN MUTU BETON STRUKTURAL AKIBAT PENGARUH AIR LAUT PADA MASA PEMELIHARAAN
Air laut memiliki kandungan garam yang tinggi yang dapat menggerogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini disebabkan klorida yang terdapat pada air laut yang merupakan garam yang ...
PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI PH AIR TERHDAPA KUAT TEKAN BETON NORMAL
PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI PH AIR TERHDAPA KUAT TEKAN BETON NORMAL
Dalam pembuatan betonair sangat diperlukan untuk memicu proses kimiawi semen, membasahi agregat halus, dan memberikan kemudahan dalam pekerjaan beton. Pada dasarnya air yang diguna...
Pengaruh Kebersihan Agregat terhadap Kualitas dan Kekuatan Beton
Pengaruh Kebersihan Agregat terhadap Kualitas dan Kekuatan Beton
Penelitian ini mengevaluasi pengaruh kebersihan agregat terhadap kualitas dan kekuatan beton, dengan fokus khusus pada berbagai sifat mekanik dan fisik beton yang menggunakan agreg...
BETON STRUKTURAL MENGGUNAKAN AGREGAT PASIR - BATU ALAM
BETON STRUKTURAL MENGGUNAKAN AGREGAT PASIR - BATU ALAM
Kuat tekan beton, selain dipengaruhi oleh mutu perekat (semen), juga ditentukan oleh mutu agregat yang digunakan sebagai bahan pengisinya. Hal ini terlihat dari komposisi agregat d...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pengaruh Nilai Abrasi Limbah Beton (Recycle) pada Pembuatan Beton Normal
Pengaruh Nilai Abrasi Limbah Beton (Recycle) pada Pembuatan Beton Normal
Beton merupakan material konstruksi yang saat ini banyak digunakan dalam berbagai bagian bangunan yang kita temui selama proses pembangunan, seperti pada gedung, jalan, dan jembata...
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Studi Pemanfaatan Limbah Serat Gergaji Kayu dan Limbah Kertas Sebagai Campuran Beton Ringan
Limbah sering digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam rekayasa bahan bangunan. Salah satu jenis limbah yang masih jarang diteliti sebagai campuran dalam pe...

Back to Top