Javascript must be enabled to continue!
Penataan Kewenangan KPU dan Bawaslu dalam Melakukan Pengawasan dan Menangani Sengketa Proses Pemilu
View through CrossRef
Lembaga penyelenggara pemilihan umum merupakan lembaga yang didesain memiliki fungsi check and balances sehingga berorientasi mewujudkan proses demokrasi yang sesuai dengan konstitusi. Di Indonesia, lembaga yang bertanggungjawab terhadap terselenggaranya pemilihan umum bukan hanya Komisi Pemilihan Umum tetapi juga muncul lembaga lainnya, seperti Badan Pengawas Pemilihan Umum, serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum. Penelitian ini berupaya menggagaskan Penataan Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilihan Umum dalam melakukan pengawasan dan menangani sengketa proses Pemilihan Umum. Penelitian ini merupakan penelitian hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan historis (historical approach). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seyogyanya jika dibuat secara berjenjang maka apabila peserta pemilihan tidak menerima dengan sikap Komisi Pemilihan Umum, maka peserta pemilihan dapat mengajukan banding ke Badan Pengawas Pemilihan Umum, serta jika ada pihak yang tidak dapat menerima putusan Badan Pengawas Pemilihan Umum, maka pihak yang tidak dapat menerima itu seharusnya mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara.
Title: Penataan Kewenangan KPU dan Bawaslu dalam Melakukan Pengawasan dan Menangani Sengketa Proses Pemilu
Description:
Lembaga penyelenggara pemilihan umum merupakan lembaga yang didesain memiliki fungsi check and balances sehingga berorientasi mewujudkan proses demokrasi yang sesuai dengan konstitusi.
Di Indonesia, lembaga yang bertanggungjawab terhadap terselenggaranya pemilihan umum bukan hanya Komisi Pemilihan Umum tetapi juga muncul lembaga lainnya, seperti Badan Pengawas Pemilihan Umum, serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum.
Penelitian ini berupaya menggagaskan Penataan Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilihan Umum dalam melakukan pengawasan dan menangani sengketa proses Pemilihan Umum.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum.
Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan historis (historical approach).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seyogyanya jika dibuat secara berjenjang maka apabila peserta pemilihan tidak menerima dengan sikap Komisi Pemilihan Umum, maka peserta pemilihan dapat mengajukan banding ke Badan Pengawas Pemilihan Umum, serta jika ada pihak yang tidak dapat menerima putusan Badan Pengawas Pemilihan Umum, maka pihak yang tidak dapat menerima itu seharusnya mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara.
Related Results
ANALISIS PERAN BADAN PENGAWAS PEMILU DALAM PENEGAKAN HUKUM PEMILU
ANALISIS PERAN BADAN PENGAWAS PEMILU DALAM PENEGAKAN HUKUM PEMILU
The Election Supervisory Body (Bawaslu) has a role in maximizing the quality of the implementation of elections so as to provide certainty for the upholding of sovereignty and the ...
resume hukum tatanegara
resume hukum tatanegara
Resume partai politik dan pemilihan umum“Partai politik dan sistem pemilu” Partai politik dan sistem pemilu saling berkaitan satu sama lain. Partai politik tanpa sistem pemilu yang...
BAWASLU: PENGAWASAN DAN TANTANGAN DALAM MEWUJUDKAN PEMILU DEMOKRATIS
BAWASLU: PENGAWASAN DAN TANTANGAN DALAM MEWUJUDKAN PEMILU DEMOKRATIS
The problem of malpractice is still a political work in the election process. Therefore, increasing public participation in the election process has an important and strategic role...
Kewenangan Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara dalam Menyelesaikan Sengketa Proses Pemilu
Kewenangan Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara dalam Menyelesaikan Sengketa Proses Pemilu
Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia memiliki landasan yang kuat berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 1945, yang mengatur penyelenggaraan negara secara demokratis. Penelitian ini bert...
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kota Bima Dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Penataan Ruang
Penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penat...
OPTIMALISASI PERAN PEMUDA SEBAGAI GENERASI SADAR PEMILU DALAM MENEKAN JUMLAH PELANGGARAN PEMILU
OPTIMALISASI PERAN PEMUDA SEBAGAI GENERASI SADAR PEMILU DALAM MENEKAN JUMLAH PELANGGARAN PEMILU
Pemilu merupakan hajat kolektif rakyat, sebagai sebuah hajatan yang suci, terhormat dan bermartabat untuk memilih pemimpinnya secara demokratis tidak mudah untuk diwujudkan. Fakta ...
Perubahan Pengelolaan Diseminasi Informasi dalam Rangka Transformasi Digital di Komisi Pemilihan Umum
Perubahan Pengelolaan Diseminasi Informasi dalam Rangka Transformasi Digital di Komisi Pemilihan Umum
Abstract. KPU has the responsibility to serve the public, but because there are several indicators of changes in information management that are not good enough to make the Public ...
PENERAPAN APLIKASI KEPEMILUAN KPU DI TINGKAT KABUPATEN/KOTA: HAMBATAN DAN SOLUSI
PENERAPAN APLIKASI KEPEMILUAN KPU DI TINGKAT KABUPATEN/KOTA: HAMBATAN DAN SOLUSI
Artikel ini bertujuan memetakan problematika penerapan aplikasi kepemiluan yang dimiliki oleh KPU, dengan studi kasus di KPU Kabupaten Hulu Sungai Selatan, KPU Kabupaten Sleman, da...

