Javascript must be enabled to continue!
[Mad Far’i Theory from The Qiraat Knowledge Perspective] Teori Hukum Mad Far’i dari Perspektif Ilmu Qiraat
View through CrossRef
The theory of mad far’i was created by qurra´ to ensure the lengthenings of any mad are within the guides outlined in mutawatirah readings. However, there is still confusion in terms of the genuine theory of mad far’i among the Muslim community, especially in Malaysia. It is due to the limitation of knowledge that based only on the reading of Hafs bin Sulayman al-Kufi, whereas the knowledge includes the overall ikhtiyar of the mutawatirah imams. Therefore, this study aims to explore the genuine theory of mad far’i based on the overall ikhtiyar of the mutawatirah imams. It also targets to reveal that the knowledge of tajwid should also be based on the knowledge of qiraat. This descriptive study discusses the views of qurra´ with regard to mad far’i and its conclusion that leads to the outcome of the rules. All data are analysed using inductive and deductive approaches. The findings reveal that the understanding of the theory of mad far’i needs a comprehensive knowledge on the ikhtiyar of the mutawatirah imams on the lengthenings of mad far’i. If the theory of mad far’i is only based on the reading of Hafs bin Sulayman al-Kufi, it especially limits the overall knowledge of the reading itself and generally the overall various mutawatirah readings.
Abstract: Mad Far’i, Qiraat, Mutawatirah, al-Quran, Knowledge of Tajwid
Teori hukum mad far’i adalah satu kaedah yang dicipta oleh para qurra’ dalam memastikan kadar pemanjangan sesuatu mad itu tidak terkeluar daripada apa yang telah diputuskan oleh para qurra sebagai bacaan yang mutawatirah. Namun begitu berlaku kekeliruan dalam kalangan masyarakat Islam khususnya di Malaysia tentang kefahaman yang sebenar berkaitan dengan teori hukum mad far’i. Hal ini demikian kefahaman terhadap teori tersebut hanya bergantung kepada kefahaman riwayat Hafs bin Sulayman al-Kufi sahaja sedangkan kefahaman yang sebenarnya perlu meliputi keseluruhan ikhtiyar imam yang mutawatirah. Oleh itu kajian ini bertujuan untuk menyingkap kefahaman yang tepat mengenai teori hukum mad far’i berdasarkan ikhtiyar kesemua imam yang mutawatirah. Ia juga bertujuan memperlihatkan secara umum bahawasanya kefahaman tentang ilmu tajwid itu perlu selari dengan kefahaman ilmu qiraat. Kajian berbentuk diskriptif ini membahaskan pandangan para qurra berkaitan hukum mad far’i serta kesimpulannya yang menatijahkan teori hukum tersebut. Semua data dianalisis menggunakan metode induktif dan deduktif. Hasil kajian menunjukkan bahawa kefahaman sebenar tentang teori mad far’i memerlukan kefahaman yang menyeluruh terhadap ikhtiyar para imam yang mutawatirah terhadap pemanjangan mad far’i itu sendiri. Jikalau teori ini hanya disandarkan kepada pemanjangan mad far’i berdasarkan riwayat Hafs bin Sulayman al-Kufi sahaja, ia akan membantutkan kefahaman yang sebenar tentang ruang lingkup riwayat Hafs bin Sulayman al-Kufi khasnya dan kesemua bacaan al-Qur’an yang mutawatirah amnya.
Kata kunci: Mad Far’i, Qiraat, Mutawatirah, al-Quran, Ilmu Tajwid
Universiti Sultan Zainal Abidin
Title: [Mad Far’i Theory from The Qiraat Knowledge Perspective] Teori Hukum Mad Far’i dari Perspektif Ilmu Qiraat
Description:
The theory of mad far’i was created by qurra´ to ensure the lengthenings of any mad are within the guides outlined in mutawatirah readings.
However, there is still confusion in terms of the genuine theory of mad far’i among the Muslim community, especially in Malaysia.
It is due to the limitation of knowledge that based only on the reading of Hafs bin Sulayman al-Kufi, whereas the knowledge includes the overall ikhtiyar of the mutawatirah imams.
Therefore, this study aims to explore the genuine theory of mad far’i based on the overall ikhtiyar of the mutawatirah imams.
It also targets to reveal that the knowledge of tajwid should also be based on the knowledge of qiraat.
This descriptive study discusses the views of qurra´ with regard to mad far’i and its conclusion that leads to the outcome of the rules.
All data are analysed using inductive and deductive approaches.
The findings reveal that the understanding of the theory of mad far’i needs a comprehensive knowledge on the ikhtiyar of the mutawatirah imams on the lengthenings of mad far’i.
If the theory of mad far’i is only based on the reading of Hafs bin Sulayman al-Kufi, it especially limits the overall knowledge of the reading itself and generally the overall various mutawatirah readings.
Abstract: Mad Far’i, Qiraat, Mutawatirah, al-Quran, Knowledge of Tajwid
Teori hukum mad far’i adalah satu kaedah yang dicipta oleh para qurra’ dalam memastikan kadar pemanjangan sesuatu mad itu tidak terkeluar daripada apa yang telah diputuskan oleh para qurra sebagai bacaan yang mutawatirah.
Namun begitu berlaku kekeliruan dalam kalangan masyarakat Islam khususnya di Malaysia tentang kefahaman yang sebenar berkaitan dengan teori hukum mad far’i.
Hal ini demikian kefahaman terhadap teori tersebut hanya bergantung kepada kefahaman riwayat Hafs bin Sulayman al-Kufi sahaja sedangkan kefahaman yang sebenarnya perlu meliputi keseluruhan ikhtiyar imam yang mutawatirah.
Oleh itu kajian ini bertujuan untuk menyingkap kefahaman yang tepat mengenai teori hukum mad far’i berdasarkan ikhtiyar kesemua imam yang mutawatirah.
Ia juga bertujuan memperlihatkan secara umum bahawasanya kefahaman tentang ilmu tajwid itu perlu selari dengan kefahaman ilmu qiraat.
Kajian berbentuk diskriptif ini membahaskan pandangan para qurra berkaitan hukum mad far’i serta kesimpulannya yang menatijahkan teori hukum tersebut.
Semua data dianalisis menggunakan metode induktif dan deduktif.
Hasil kajian menunjukkan bahawa kefahaman sebenar tentang teori mad far’i memerlukan kefahaman yang menyeluruh terhadap ikhtiyar para imam yang mutawatirah terhadap pemanjangan mad far’i itu sendiri.
Jikalau teori ini hanya disandarkan kepada pemanjangan mad far’i berdasarkan riwayat Hafs bin Sulayman al-Kufi sahaja, ia akan membantutkan kefahaman yang sebenar tentang ruang lingkup riwayat Hafs bin Sulayman al-Kufi khasnya dan kesemua bacaan al-Qur’an yang mutawatirah amnya.
Kata kunci: Mad Far’i, Qiraat, Mutawatirah, al-Quran, Ilmu Tajwid
.
Related Results
PENERAPAN ILMU QIRAAT DALAM KULIAH TAFSIR DI NEGERI KELANTAN: SUATU SOROTAN LITERATUR
PENERAPAN ILMU QIRAAT DALAM KULIAH TAFSIR DI NEGERI KELANTAN: SUATU SOROTAN LITERATUR
Ilmu qiraat adalah satu ilmu yang bukan hanya berperanan pada aspek bacaan al-Quran tetapi ia juga memainkan peranan penting dalam pentafsiran ayat al-Quran sehingga ulama tafsir m...
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta memahami urgensi pengaturan AI dalam UU Hak Cipta di Indonesia serta potensi AI sebagai subjek hukum dalam sistem hukum di Indonesia...
Penalaran Hukum dan Penemuan Kebenaran
Penalaran Hukum dan Penemuan Kebenaran
Tulisan ini mengkaji korelasi antara penalaran hukum dengan penemuan kebenaran, masing-masing dipandang sebagai independent variable dan dependent variable. Dengan menggunakan pena...
Peranan Ibnu Mujāhid dalam Ilmu Qira’at
Peranan Ibnu Mujāhid dalam Ilmu Qira’at
In the history of the development of the Science of Qiraat, it is known that the writing of this science began as early as the first century. Then, in the following centuries, the ...
Aplikasi Qirāāt Sebagai Petunjuk Dalam Tafsir Imam Al-Ṭabari: Kajian Surah Al-Baqarah
Aplikasi Qirāāt Sebagai Petunjuk Dalam Tafsir Imam Al-Ṭabari: Kajian Surah Al-Baqarah
The difference of qirāāt in the recitation of the Qur'an is a semantic and guide to the mufassirin in the process of interpreting the Qur'an. The process of tafsir al-Quran that ha...
EKSISTENSI HUKUM HINDU DALAM HUKUM ADAT DI TENGAH PERUBAHAN SOSIAL DI DESA ADAT BANJAR TANGGAHAN PEKEN DESA SULAHAN KECAMATAN SUSUT KABUPATEN BANGLI
EKSISTENSI HUKUM HINDU DALAM HUKUM ADAT DI TENGAH PERUBAHAN SOSIAL DI DESA ADAT BANJAR TANGGAHAN PEKEN DESA SULAHAN KECAMATAN SUSUT KABUPATEN BANGLI
Hukum Hindu dan Hukum Adat di Bali berkaitan sangat erat sehingga sering menimbulkan kerancuan pemahaman yang mana Hukum Hindu, dan yang mana Hukum Adat.
Pada masa Raad Kerta...
tugas resume hukum tata negara
tugas resume hukum tata negara
Hukum tata Negara dapar diartikan dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Secara arti sempit hukum tata negara dapat diartikan hukum yang mengatur organisasi negra sedangkan dala...
ANISHA-HTN
ANISHA-HTN
NAMA:ANISHANIM :10200120233KELAS :HTN-FMATA KULIAH:HUKUM TATA NEGARAHUKUM TATA NEGARAA.Pengertian Hukum tata Negara pada dasarnya adalah hukum yang mengatur organisasi kek...

