Javascript must be enabled to continue!
Semua adalah masyarakat: intervensi paradigma monadologi Gabriel Tarde untuk radikalisasi Sosiologi
View through CrossRef
Artikel ini merupakan upaya memperkenalkan kembali gagasan sosiolog Gabriel Tarde melalui kajian kualitatif yang dilakukan dengan metode penggalian data studi pustaka. Dari hasil penelusuran ditemukan bahwa Tarde melalui teorisasi ‘monadologi’ berhasil memperluas cakupan definisi masyarakat pada segala hal yang ada (‘everything is society’). Dari situ, artikel ini berusaha berargumen bahwa pemikiran Tarde ini menandai peralihan secara radikal diskursus sosiologi dari yang sekadar dimaknai sebagai ‘ilmu mengenai masyarakat’ (science about the society) menjadi ‘ilmunya masyarakat’ (the science of society). Jenis pemerian monadologi ini kemudian bisa secara praktis dipergunakan pada paradigma ‘actor-network theory’ (ANT) yang banyak dikembangkan oleh Bruno Latour untuk mendorong semakin terlibatnya sosiolog dengan kenyataan sosial yang ditelitinya.This article aims to reintroduce the ideas of sociologist Gabriel Tarde with a research that is conducted through a qualitative study using literature studies. From the research, it was found that through his theorization of ‘monadology’, Tarde managed to expand the scope of society’s definition to include everything that exists (thus: ‘everything is society’). From there, this article argues that Tarde’s thinking marks a radical shift in sociological discourse: from being simply interpreted as ‘the science about the society’ to ‘the science of society’. This type of monadological explication can then be used in the ‘actor-network theory’ (ANT) paradigm that has been developed by Bruno Latour to encourage sociologists to become more involved with the social reality they study.
Title: Semua adalah masyarakat: intervensi paradigma monadologi Gabriel Tarde untuk radikalisasi Sosiologi
Description:
Artikel ini merupakan upaya memperkenalkan kembali gagasan sosiolog Gabriel Tarde melalui kajian kualitatif yang dilakukan dengan metode penggalian data studi pustaka.
Dari hasil penelusuran ditemukan bahwa Tarde melalui teorisasi ‘monadologi’ berhasil memperluas cakupan definisi masyarakat pada segala hal yang ada (‘everything is society’).
Dari situ, artikel ini berusaha berargumen bahwa pemikiran Tarde ini menandai peralihan secara radikal diskursus sosiologi dari yang sekadar dimaknai sebagai ‘ilmu mengenai masyarakat’ (science about the society) menjadi ‘ilmunya masyarakat’ (the science of society).
Jenis pemerian monadologi ini kemudian bisa secara praktis dipergunakan pada paradigma ‘actor-network theory’ (ANT) yang banyak dikembangkan oleh Bruno Latour untuk mendorong semakin terlibatnya sosiolog dengan kenyataan sosial yang ditelitinya.
This article aims to reintroduce the ideas of sociologist Gabriel Tarde with a research that is conducted through a qualitative study using literature studies.
From the research, it was found that through his theorization of ‘monadology’, Tarde managed to expand the scope of society’s definition to include everything that exists (thus: ‘everything is society’).
From there, this article argues that Tarde’s thinking marks a radical shift in sociological discourse: from being simply interpreted as ‘the science about the society’ to ‘the science of society’.
This type of monadological explication can then be used in the ‘actor-network theory’ (ANT) paradigm that has been developed by Bruno Latour to encourage sociologists to become more involved with the social reality they study.
Related Results
BUKU STRATEGI PEMBELAJARAN SOSIOLOGI (DILENGKAPI DENGAN 60 MODEL & 20 METODE PEMBELAJARAN)
BUKU STRATEGI PEMBELAJARAN SOSIOLOGI (DILENGKAPI DENGAN 60 MODEL & 20 METODE PEMBELAJARAN)
Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan model, metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan untuk mencapai tujuan. Strateg...
Pemodelan ARIMA Intervensi Untuk Meramalkan Harga Minyak Mentah Dunia
Pemodelan ARIMA Intervensi Untuk Meramalkan Harga Minyak Mentah Dunia
Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan yang sangat signifikan karena adanya suatu intervensi, yaitu pandemi COVID-19. Peramalan harga minyak mentah dunia penting dilakukan u...
MENUJU SOSIOLOGI BERAGAMA: Paradigma Keilmuan dan Tantangan Kontemporer Kajian Sosiologi Agama di Indonesia
MENUJU SOSIOLOGI BERAGAMA: Paradigma Keilmuan dan Tantangan Kontemporer Kajian Sosiologi Agama di Indonesia
Artikel ini membahas paradigma, perkembangan, serta tantangan kajian sosiologi agama di Indonesia. Kajian Sosiologi Agama di Indonesia yang telah tumbuh di lingkungan Perguruan Tin...
URGENSI REKONSTRUKSI SOSIOLOGI BAGI KAJIAN CYBER SOCIETY
URGENSI REKONSTRUKSI SOSIOLOGI BAGI KAJIAN CYBER SOCIETY
The rapid changes in information technology raise questions about the relevance of sociological theories in explaining the new reality of cyber society. At least, there are two imp...
EFEKTIVITAS YOGA UNTUK MENGURANGI FATIGUE PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI
EFEKTIVITAS YOGA UNTUK MENGURANGI FATIGUE PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI
ABSTRAKLatar Belakang : Cancer Related Fatigue (CRF) adalah manifestasi klinis yang serius dan gejala umum yang dialami oleh pasien kanker. Fatigue adalah salah satu yang paling se...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Jejak Digital Menuju Ekstremisme: Fenomena Radikalisasi dalam Lingkungan Pendidikan
Jejak Digital Menuju Ekstremisme: Fenomena Radikalisasi dalam Lingkungan Pendidikan
Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah lanskap radikalisasi dan Ekstremisme di Indonesia secara signifikan. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana platform online m...

